Home » Cegah Kemunculan Residu Pascapilres, Djasarmen: Dibutuhkan Sikap Tegas untuk Maju dan Berubah

Cegah Kemunculan Residu Pascapilres, Djasarmen: Dibutuhkan Sikap Tegas untuk Maju dan Berubah

IDNNews.id, Batam – Guna menghilangkan residu atau segala sesuatu yang tertinggal atau tersisa dan memiliki dampak pasca-pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, kiranya dibutuhkan sebuah sikap tegas yang dimulai dari diri sendiri sehingga bisa menghadapi berbagai tantangan yang akan datang.

Begitu juga dengan pola pikir dan prilaku emosional yang berorientasi pada hal tertentu selama Pemilihan Umum lalu harus dihilangkan.

Hal tersebut diungkapkan ‎Anggota DPD RI, Djasarmen Purba dalam sebuah dialog yang juga dihadiri pengamat politik dari UKI, Merphin Panjaitan dan digelar di kantor DPD perwakilan Kepri di Batam pada Rabu (31/7/2019) pagi.

“Kita butuh semangat baru. Itu alasan kita menggelar dialog yang melibatkan berbagai elemen masyarakat ini. Termasuk bagaimana kita melihat masa depan dan mewujudkannya dengan kerja nyata,” kata Djasarmen.

Baca Juga  Menu 'Termaknyus' dari 2 Executive Chef Bakal Meriahkan Malam Natal di HARRIS Resort Barelang

Hal senada juga diungkapkan Merphin Panjatan. Menurutnya, pencerahan politik kebangsaan di masyarakat khususnya pemuka agama sangat penting. Sehingga masyarakat bisa tercerdaskan dari segi ilmu dan tidak terjebak dalam perpolitikan lalu.

Sesuai dengan proyeksi Indonesia di tahun 2045, masyarakat Indonesia akan berubah dari masyarakat emosional dan berorientasi status menjadi masyarakat rasional dan berorientasi prestasi.

“Tapi perubahan ini membutuhkan revolusi lanjutan, yaitu revolusi ilmiah, revolusi industri dan revolusi kesadaran kedua,” terangnya.

‎Ia juga menegaskan di tahun tersebut, dipastikan Demokrasi Indonesia akan semakin baik dengan jumlah partai politik berkurang menjadi dua sampai 4 partai. Partai keluarga akan surut ke belakang dan para politisi semakin cerdas dengan kinerja politik.

Baca Juga  Masyarakat Galang Harapkan Anak Pulau Kasu Dampingi Pemimpin Kepri Berkualitas

“Semakin baik dan mekanisme checks and balances semakin mantap. Jadi partai politik agama akan semakin surut. Pilihan politik berdasarkan prestasi kerja para calon‎,” ujarnya.

‎‎‎Saat ini dinilai, pola pikir dan perilaku masyarakat, emosional dan berorientasi status. Perkembangan masyarakat Indonesi dinilai, proses yang berjalan, terlalu cepat menjadi masyarakat konsumen.‎‎

“Kita terlalu lambat menjadi produsen. Dan kita harapkan, proses berjalan lancar untuk menjadi Indonesia 2045, bertepatan satu abad kemerdekaan, sebagai masyarakat produsen,” harapnya.

Sehingga, tambahnya, sebagai bagian bangsa Indonesia yang berperilaku dan berdialog secara tulus dengan saudara sebangsa dan setanah air akan mewujudkan kehidupan bersama yang lebih baik.(*)


DomaiNesia