Home » Cek Ketersediaan Sembako Jelang Karantina Wilayah, Ombudsman Kepri Sidak Bulog Batam

Cek Ketersediaan Sembako Jelang Karantina Wilayah, Ombudsman Kepri Sidak Bulog Batam

IDNNews.id, Batam – Sebagai wujud mengecek ketersediaan bahan baku menjelang pelaksanaan Karantina Wilayah di kota Batam, Ombudsman Kepulauan Riau melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Batam, Batu Ampar.

Sidak yang dilakukan oleh Kepala Perwakilan Ombudsman Kepulauan Riau, Lagat Parroha Patar Siadari didampingi asisten ini, berdasarkan Undang-Undang nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, dimana pada pasal 8 menyatakan bahwa Setiap Orang mempunyai hak mendapatkan pelayanan kesehatan dasar sesuai kebutuhan medis, kebutuhan pangan, dan kebutuhan kehidupan sehari-hari lainnya selama Karantina.

“Kami ingin memastikan kekuatan pangan sebagai syarat sebelum diberlakukannya karantina wilayah di Batam. Sehingga jangan sampai menimbulkan persoalan nanti,” ujar Lagat Siadari.

Baca Juga  Widianto, Pemilik KIA Sonet Pertama di Batam

Kepala Gudong Bulog Batam Amrin Harahap didampingi juru timbang Irwan menjelaskan ketersediaan logistik pangan yang ada terbilang mencukupi.

Dimana saat ini terdapat stok beras sebanyak 1.600 ton dan sedang bongkat muat dipelabuhan Batu Ampar sebanyak 2.000 ton.

“Semuanya adalah beras dengan kualitas sedang dan premium. Nantinya, pasokan beras akan bertambah sebanyak 2.000 ton yang dalam proses pengiriman dari Jakarta,” jelasnya.

Sehingga, tambahnya, nantinya jumlah stok di gudang mencapai 4.100 ton, yang dipastikan mampu mencukupi kebutuhan kota Batam dalam jangka 6 bulan kedepan.

Pangan lain yang tersedia adalah minyak goreng kemasan sebanyak 6 ton dan daging kerbau kemasan dari India sebanyak 6 ton.

Baca Juga  Edukasi Safety Riding Capella Honda, 'Menyeberang Jalan Ada Aturannya'

Sedangkan ketersediaan gula pasir sudah tidak ada lagi pasokan dari Jakarta sejak akhir tahun lalu.

Lagat Siadari pun berharap agar masyarakat tidak perlu kuatir dan panik menghadapi rencana penerapan karantina wilayah, tidak perlu aksi memborong bahan-bahan pangan untuk distok dirumah karena jumlah stoknya dijamin Bulog.

“Jangan percaya dengan informasi yang tidak jelas sehingga menimbulkan kepanikan memborong pangan akan mengakibatkan harga-harga naik dan akan merugikan masyarakat,” jelasnya. (Iman Suryanto)


DomaiNesia
UA-128167721-1