Home » Cek Penanganan Covid-19 untuk Pendatang, Komisi 1 DPRD Batam Sidak Pelabuhan Internasional

Cek Penanganan Covid-19 untuk Pendatang, Komisi 1 DPRD Batam Sidak Pelabuhan Internasional

IDNNews.id, Batam – Sebagai bentuk pengawasan sekaligus pencegahan dari merebaknya kasus Covid-19 yang berasal dari luar negera, Komisi 1 DPRD Kota Batam melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Pelabuhan Internasional Batam Center pada Senin (23/2/2021) siang.

Sidak yang dipimpin secara langsung Ketua Komisi 1 DPRD Kota Batam Budi Mardiyanto ini, juga diikuti Anggotanya yang terdiri dari Utusan Sarumaha dan Tan A Tie.

Dalam sidak tersebut, Komisi 1 melihat secara langsung proses penanganan Covid-19, terhadap warga negara asing (WNA) maupun warga negera Indonesai (WNI) yang baru saja tiba dari luar negeri ke Batam.

“Inti dari sidak kita adalah, kita ingin memastikan terkait penanganan dan pelayanan covid-19 terhadap WNA dan WNI yang tiba barui saja tiba di Batam melalui Pelabuhan Internasional,” jelas Budi.

Baca Juga  Resmikan Dermaga II Telaga Punggur, Menhub: Konektivitas Laut Sangat Diperlukan

Mengingat, tambahnya, berdasarkan informasi yang didapatinya tidak ada Standard Operating Procedure (SOP) yang diberlakukan terhadap WNI atau WNA, khususnya dalam SOP Penanganan Covid-19.

Sebagaima diketahui kedatangan WNA dan WNI yang berasal dari luar negeri, diharuskan menjalani SOP Covid-19, dan harus menjalani karantina dan sebagainya tanpa kecuali.

“Makanya kita tanya langsung dan sidak. Informasinya minimal 5 hari setelah tiba di Batam harus menjalani karantina, namun berdasarkan informasi yang didapati justru hanya 1 hari sudah bisa pulang tanpa menjalani karantina. Dan sidak yang kita lakukan ini terbialng sengaja, sebagai salah satu cara pencegahan covid-19. Dan ini kita menggaris bawahi protapnya seperti apa,” jelasnya.

Baca Juga  Laga Berakhir Imbang, Manchester United Lolos ke babak 16 Besar Liga Europa

Hal senada juga diungkapkan oleh Anggota Komisi 1 Utusan Sarumaha yang mengatakan bahwa sidak yang dilakukannya tersebut sebagai bentuk memastikan pelayanan kepada WNI dan WNA yang baru tiba di Batam tidak mengalami perlakuan yang diskriminasi.

“Artinya siapapun dia harus tetap mengikuti protap kesehatan sebagaimana yang sudah diarahkan oleh Pemerintah. Jangan aneh-aneh, karena ini terkait pencegahan penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Pihaknya pun menegaskan akan kembali memperdalam hasil sidak tersebut melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan memanggil semua pihak terkait.

“Kita akan memperdalam lagi melalui RDP. Akan kita panggil pihak-pihak terkait di Pelabuhan dan sebagainya,” terangnya sambil menegaskan memberikan support kepada petugas dalam memberikan pelayanan pelayanan, sehingga bisa semakin semangat terkait penanganan Covid-19 ini. (Iman Suryanto)


DomaiNesia