Home » Daging Ayam Ras dan Bayam Picu Inflasi di Kepri hingga 0,04 Persen

Daging Ayam Ras dan Bayam Picu Inflasi di Kepri hingga 0,04 Persen

Inflasi

IDNNews.id, Batam – Wakil Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Musni Hardi K.Atmaja merilis, sepanjang bulan April 2020 Kepulauan Riau mengalami inflasi hingga 0,04% (mtm) atau meningkat dibandingkan Maret 2020 yang mengalami deflasi sebesar -0,40% (mtm).

Adapun komoditas utama penyumbang inflasi pada April 2020 adalah emas perhiasan, bayam, dan daging ayam ras.

Sementara itu, inflasi Nasional tercatat 0,08% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,10% (mtm).

Secara tahunan, inflasi Kepri pada April 2020 tercatat 1,00% (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 1,09% (yoy) maupun inflasi Nasional pada April 2020 sebesar 2,67% (yoy).

Inflasi

“Dengan perkembangan tersebut, inflasi Kepri pada April 2020 masih berada di bawah kisaran sasaran inflasi tahun 2020 sebesar 3 ± 1% (yoy),” jelasnya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu(9/5/2020).

Baca Juga  KPK Benarkan Pemeriksaan Pejabat Bintan terkait Dugaan Korupsi di Polres Tanjungpinang

Inflasi di Kepri pada April 2020 bersumber dari, peningkatan harga pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau namun tertahan oleh penurunan harga pada kelompok transportasi.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya pada April 2020 tercatat mengalami inflasi sebesar 2,91% (mtm) dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,19% (mtm).

Komoditas utama penyumbang inflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya adalah emas perhiasan yang mengalami inflasi sebesar 13,30% (mtm) dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,18% (mtm), seiring peningkatan harga emas dunia.

Selanjutnya, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga tercatat mengalami inflasi sebesar 0,04% (mtm) dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,05% (mtm).

Baca Juga  Susul Tiga Kecamatan Hinterland, Kini Batuampar Berstatus Hijau

“Komoditas utama penyumbang inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau adalah bayam dan daging ayam ras dengan inflasi masing-masing sebesar 56,49% (mtm) dan 3,58% (mtm) dengan andil masing-masing sebesar 0,10% (mtm) dan 0,06% (mtm),” jelasnya.

Peningkatan harga bayam dan daging ayam ras terjadi seiring peningkatan permintaan pada bulan Ramadhan. (*)


DomaiNesia