Home » Dalami Dugaan Suap Reklamasi, KPK Perpanjang Masa Penahanan Pengusaha Kock Meng

Dalami Dugaan Suap Reklamasi, KPK Perpanjang Masa Penahanan Pengusaha Kock Meng

pengusaha kock meng

IDNNews.id, Jakarta – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan tersangka unsur pengusaha Kock Meng. Penahanan tersangka kasus dugaan suap di Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) diperpanjang selama 40 hari.

“Hari ini dilakukan perpanjangan penahanan KMN selama 40 hari,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin (30/9/2019).

Masa penahanan Kock Meng diperpanjang terhitung sejak 1 Oktober 2019 hingga 9 November 2019. Perpanjangan penahanan demi kepentingan penyidikan.

Penetapan tersangka Kock Meng merupakan pengembangan dari kasus dugaan suap terkait izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepri Tahun 2018-2019. KPK lebih dulu menetapkan empat tersangka yakni Nurdin, Abu Bakar, Edy Sofyan, dan Budi Hartono.

Kock Meng dibantu Abu Bakar, diduga mendahului pengajuan izin prinsip Pemanfaatan Ruang Laut di Tanjung Piayu, Batam kepada Nurdin selaku Gubernur Kepri. Ada tiga izin yang diajukan Kock Meng.

pengusaha kock meng
pengusaha kock meng

Izin proyek pembangunan resort seluas 5 hektare pada Oktober 2018, izin proyek pembangunan reklamasi seluas 1,2 hektare pada April 2019, dan izin pembangunan resort seluas 10,2 hektare pada Mei 2019.

Padahal, area rencana reklamasi yang diajukan Kock Meng melalui Abu Bakar seharusnya untuk budidaya dan termasuk kawasan hutan lindung (hutan bakau). Namun hal tersebut kemudian diakal-akali agar diperuntukan kegiatan pariwisata dengan cara membagi 2 hektare untuk budidaya dan selebihnya untuk pariwisata dengan membangun keramba ikan di bawah restoran dan resort.

Sebagai imbalan atas penerbitan izin itu, Kock Meng bersama-sama Abu Bakar akhirnya memberikan pada Nurdin, Edy Sofyan dan Budi Hartono. Pemberian pertama berlangsung pada Mei 2019 sebanyak Rp45 juta SGD5.000.

Kock Meng selaku pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHP.

Baca Juga  Hadirkan Tiga Saksi, Sidang dengan Terdakwa Tahir Ferdian Kembali Digelar di PN Batam

Sebelumnya, KPK juga telah memeriksa sembilan pengusaha asal Batam sebagai saksi dalam kasus ini.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus melakukan pemeriksaan terhadap Nurdin Basirun, Gubernur Kepri non aktif, Senin (5/8/2019) pagi.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus melakukan pemeriksaan terhadap Nurdin Basirun, Gubernur Kepri non aktif, Senin (5/8/2019) pagi.

“Pemeriksaan terkait tindak pidana korupsi suap izin prinsip dan izin lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau kecil di Kepulauan Riau tahun 2018/2019,” jelas Febri lagi pada, Selasa (24/9/2019) lalu.

Febri juga menyebutkan, sembilan pengusaha yang diperiksa sebagai saksi tersebut adalah;

  1. Soejadi, Direktur Utama PT Energi Cahaya Makmur
  2. Lukardi Karya Gunawan, General Manager PT Buana Mega Wisatama
  3. Eko Saputro Wijaya, Direktur PT Megah Puri Nusantara
  4. Direktur Utama PT Jayatama Mega Propertindo
  5. Severinus Wimen Bouk, Direktur PT Batam Properta Makmur
  6. Victor Pujianto, Direktur PT Megah Puri Lestari
  7. Tek PO, Direktur PT Megah Bangun Sejahtera
  8. Said Jaafar, Direktur Utama PT Global Multindo Sejati
  9. Billy Boy, Direktur Utama PT Agro Wisata Galang Indah

Dari sembilan nama tersebut, salah satu pengusaha terkait reklamasi di Golden Prawn Bengkong juga turut menjalani pemeriksan. Yakni Tek PO, Direktur PT Megah Bangun Sejahtera.

Salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya saat dikonfirmas IDNNews.id mengakui adanya pemeriksaan tersebut. Namun demikian, hal tersebut diperiksa sebagai saksi.

“Kita memang dipanggil dan dimintai keterangan serta konfirmasi oleh KPK. Tapi tidak ada masalah. Lahan kita lengkap (Surat-surat) semuanya kok,” jelasnya. (Iman Suryanto)


DomaiNesia

Berita Terkait