Home » Dampak Covid-19, Orangtua Minta Keringanan SPP untuk Sekolah Swasta. Ini Komentar Mereka

Dampak Covid-19, Orangtua Minta Keringanan SPP untuk Sekolah Swasta. Ini Komentar Mereka

IDNNews.id, Batam – Pandemi Virus Corona atau Covid-19, membuat berbagai sektor yang berpotensi masuknya pendapatan ekonomi disejumlah Kota di Indonesia terpuruk. Mulai dari pariwisata hingga perekonomian. Hal ini juga sangat dirasakan oleh warga Batam.

Bahkan dampak penyebaran Corona atau Covid-19, diakui Presiden Direktur PT Sat Nusa Persada Tbk Abidin Hasibuan sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi di Kota Batam.

Pihaknya pun menyebutkan bahwa pengusaha saat ini bisa dibilang juga dalam ‘kondisi sakit dan sulit.

“Corona ini tidak hanya berdampak pada kesehatan saja, akan tetapi juga pada sektor ekonomi di Batam. Ya bisa dibilang pengusaha juga ikut ‘sakit’ dan sulit,” jelas Abidin saat ditemui awak media di Starbuck Cafe, Batam Center, Jumat (20/3/2020) beberapa waktu lalu.

Hal ini juga bisa dilihat dari berkurangnya aktivitas di mal, transportasi dan sektor lainnya juga sudah mulai sepi.

Baca Juga  Pasca-Divaksinasi, Pejabat Ini Mengaku Sehat dan Vitalitas Meningkat

“Bahkan ada sejumlah pabrik yang juga mengalami penurunan omzet hingga 20-30 persen, hingga ada yang sampai shutdown,” jelasnya.

Sementara itu, kondisi ini juga membuat orangtua dimana anaknya bersekolah di lembaga pendidikan swasta pun resah. Mengingat, banyaknya usaha yang memilih untuk tidak membuka usahanya oleh adanya pendemi ini.

Dan ini pun, membuat para orangtua resah. Dan meminta agar para pemilik sekolah swasta untuk bisa mengeluarkan kebijakan yang meringankan para orangtua murid. Mereka pun meminta agar sekolah swasta di Batam bisa meringankan biaya sekolah atau sumbangan pembinaan pendidikan (SPP).

“Kami minta agar para pemilik swasta agar bisa meringankan biaya sekolah anak-anak kami selama beberapa bulan. Mengingat, momen saat ini sangat meresahkan kami,” jelas Moudy, Orangtua dari pelajar yang bersekolah di lembaga pendidikan swasta saat ditemui IDNNews.id, Minggu(29/3/2020).

Baca Juga  Greysia/Apriyani Juara Yonex Thailand Open 2021
Ilustrasi

Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai penjual mie ayam bersama suaminya di kawasan Windsor Penuin Batam ini pun, berharap ada sebuah kebijakan yang bisa meringankan para para orangtua.

“Kami bukannya tidak mau bayar,akan tetapi ada keringanan sedikitlah. Karena kita juga turut menjalankan imbauah Pemerintah Daerah untuk tidak berjualan dalam kondisi seperti ini,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Fatimah, orangtua dari pelajar di sekolah swasta yang meminta agar Pemerintah Daerah bisa memperhatikan juga sekolah swasta. Sehingga ada keadilan dan kesamaan dalam hal keringanan SPP.

“Saya juga sadar, aturan di Sekolah negeri dan Swasta tentunya akan berbeda. Akan tetapi jika bisa swasta juga mendapatkan perhatian dalam kondisi seperti ini,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kota Batam dari Komisi 1 Tan A Tie sangat mendukung adanya wacana keringanan SPP untuk sekolah swasta tersebut. Mengingat, saat ini kondisinya memang terbilang dalam kondisi sulit.

Baca Juga  Satu Rumah di Teluk Keriting Tanjungpinang Ludes Terbakar

“Saya sangat setuju dan dukung adanya wacana ini. Meski bidang yang mengurusi pendidikan ada di Komisi IV, akan tetapi saya sebagai orangtua juga sangat mendukung adanya kebijakan tersebut. Sama-sama membantu jugalah,” terangnya.

Sementara itu, Sugianto, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepri sangat mendukung adanya wacana tersebut. Akan tetapi, untuk lembaga pendidikan swasta dan negeri tentunya memiliki perbedaan kebijakan. Sehingga dirinya akan mencoba merembugkannya dengan institusi terkait.

“Saya sangat setuju adanya wacana ini, namun yang disayangkan kebijakan sekolah swasta memang beda dengan negeri. Tapi akan saya coba rembugkan dengan institusi terkait lainnya,” Politisi PDI Perjuangan ini. (Iman Suryanto)


DomaiNesia