Home ยป Dampak Pandemi dan PHK, KPU Kepri Antisipasi Munculnya Daftar Pemilihan Tambahan

Dampak Pandemi dan PHK, KPU Kepri Antisipasi Munculnya Daftar Pemilihan Tambahan

Widiyono Agung, Komisioner KPU Kepulauan Riau (Kepri) Bidang Hukum
Widiyono Agung, Komisioner KPU Kepulauan Riau (Kepri) Bidang Hukum

IDNNews.id, Batam – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri telah melaksanakan rapat pleno rekapitulasi daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Dari hasil tersebut, diketahui total DPT untuk wilayah Provinsi Kepri sebanyak 1.168.188 pemilih.

Namun demikian, KPU Kepri memandang adan berbagai hal yang perlu diantisipasi guna memaksimalkan penyelenggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serantak 2020 ini berjalan dengan baik.

“Ada beberapa hal yang menjadi perhatian serius dari KPU Provinsi Kepri di Pilkada Serentak 2020 ini,” jelas Widiyono Agung, Komisioner KPU Kepulauan Riau (Kepri) Bidang Hukum saat dihubungi IDNNews.id, Selasa (20/10/2020) pagi.

Widiyono Agung, Komisioner KPU Kepulauan Riau (Kepri) Bidang Hukum
Widiyono Agung, Komisioner KPU Kepulauan Riau (Kepri) Bidang Hukum

Hal yang menjadi perhatiannya adalah, munculnya Daftar Pemilihan Tambahan (DPTb). Mengingat, saat ini Indonesia khususnya Kota Batam dan Provinsi Kepri tengah dilanda pandemi Covid-19.

Dan hal ini berimbas pada diputus kontraknya maupun PHK sejumlah pekerja yang telah memiliki Kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP) di kawasan Industri. Dan membuat mereka harus pulang kampung.

Baca Juga  Sempat Lalui Jalan 'Offroad', SInergi Kepri Bakal Perbaiki Ruas Jalan Desa Teluk Radang

“Ini memunculkan dua kondisi. Pertama, Dimana mereka yang pindah KTP berdasarkan data di Disdukcapil antara Januari hingga Agustus 2020 terdapat 11 ribuan. Dan Pulang kampung tanpa mengganti domisili. Artinya tetap menggunakan KTP Batam,” jelasnya.

Dan kedua, tambahnya, ternyata diakhir November 2020 atau menjelang pemilihan sudah datang kembali ke Batam. Maka yang bersangkutan mempunyai hak pilih yang harus diberikan.

Dan bagi mereka yang belum masuk DPT, maka disebut DPTb (Daftar Pemilih Tambahan), yaitu daftar pemilih yg tidak terdaftar sebagai pemilih dalam DPT. namun memenuhi syarat sebagai prmilih, maka dilayani penggunaan hak pilihnya pada hari dan tanggal pemungutan suara.

“Pada kondisi lain, mereka sudah terdata di Kartu Keluarga sebagai warga Batam, tetapi belum masuk DPT. Karena E-KTP nya belum terbit atau dalam proses diterbitkan. Maka setelah penetapan DPT tanggal 18 Oktober 2020, maka yang bersangkutan masuk dalam kategori DPTb,” jelasnya.

Baca Juga  HUT ke-49 Korpri, ASN Dituntut untuk Cepat, Tepat, dan Hebat

Atau hal lain, E-KTP yang baru sempat diambil di kantor camat setelah penetapan, ketika saat sekarang diambil dan belum terdaftar di DPT maka ini berpotensi DPTb.

Juga untuk pemilih baru, yaitu pemilih yang saat sekarang hingga 9 Desember 2020 usianya 17 tahun, dan dan belum terdata di DPT, maka berpotensi DPTb ketika menerima fisik E-KTP.

“DPTb diberi hak memilih pada jam 12.00-13.00 wib pada saat pemilihan di TPS sesuai alamat E-KTP nya.

Widiyono Agung, Komisioner KPU Kepulauan Riau (Kepri) Bidang Hukum
Widiyono Agung, Komisioner KPU Kepulauan Riau (Kepri) Bidang Hukum

Dan ada DPPh (Pemilih Pindahan) yaitu Daftar Pemilih yg terdaftar di DPT yang menggunakan hak pilihnya di TPS lain pada tanggal 9 Desember 2020,” jelasnya.

Biasanya DPPh terjadi oleh para saksi paslon yg harus bersaksi diluar TPS sesuai DPT, atau mahasiswa luar kota yang kuliah di kata lain, atau tugas kerja yang tidak bisa pulang pada hari H.

Baca Juga  Warga Dusun 1 Gemuruh Kundur Dukung Soerya Respationo Jadi Gubernur Kepri

“Jika pindahnya dari kecamatan ke kecamatan dalam satu kota maka tetap mendapatkan 2 surat suara, ttp jika pindah pilihnya antar kota di wilayah Provinsi Kepri, maka hanya dapat Surat Suara Pemilihan Gubernur dan Wagub,” terangnya.

Maka pendataan DPPh ini dilakukan dengan melaporkan ke PPS setempat (asal), agar bisa terdata dan disiapkan surat suaranya paling lambat 3 hari menjelang pemilihan yaitu sampai tanggal 6 Desember 2020.(Iman)


DomaiNesia