Home » Dampak Topan Kammuri, Gelombang Tinggi hingga 6 Meter Diprediksi Terjadi di Perairan Natuna dan Anambas

Dampak Topan Kammuri, Gelombang Tinggi hingga 6 Meter Diprediksi Terjadi di Perairan Natuna dan Anambas

topan kammuri

IDNNews.id, Batam – Siklon Topan Kammuri atau yang dikenal di Filipina sebagai Topan Tisoy, saat ini merupakan topan tropis yang kuat yang baru saja mendarat di Wilayah Bicol. Kondisi ini pun menimbulkan dampak di beberapa wilayah di Indonesia.

Mengingat, Siklon tropis Kammuri ini menyebabkan terjadinya Storm Surge atau adanya kenaikan muka air laut, badai besar atau sering di sebut Topan juga menimbulkan angin kencang.

Dimana hal ini mendorong anginnya menuju daerah pesisir. Sehingga Angin ini memaksa permukaan air laut ke daerah pesisir pantai.

topan kammuri
topan kammuri

Kepala Seksi Data dan Informasi (Kasi Datin) BMKG Hang Nadim Batam Suratman menjelaskan, kondisi ini pun juga akan dialami di wilayahn Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Akan tetapi hal ini hanya akan menyebabkan potensi timbulnya gelombang tinggi mulai dari 2,5 meter hingga 6 meter di perairan Kepri.

“Siklon Siklon Topan Kammuri ini, akan memiliki potensi ketinggian gelombang cukup tinggi di sekitar perairan Anambas dan Natuna. Dimana diprediksi fenomena ini akan perpotensi menimbulkan gelomba ng tingga hingga 6 meteran di Laut China Selatan termasuk Laut Natuna Utara,” terangnya.

Untuk itu, tambahnya, pihaknya mengimbau kepada pengguna jasa transportasi laut untuk berhati-hati dalam melakukan aktivitas di laut. Pengenaan life jacket atau pelampung selama beraktivitas di lauar dalam kondisi tersebut sangat disarankan.

“Himbauan prakiraan Tinggi Gelombang ini, di keluarkan BMKG sejak 1 hingga 7 Desember 2019 mendatang,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, Badai Kammuri telah menerjang ujung selatan Pulau Luzon di Filipina pada Senin (2/12/2019). Akibatnya sebanyak 200.000 penduduk dievakuasi dari area pesisir dan pegunungan karena kekhawatiran bahaya banjir, badai, dan tanah longsor.

Operasi di bandara internasional Manila terpaksa ditangguhkan selama 12 jam mulai Selasa (3/12/2019) pagi.

Baca Juga  Soerya Respationo dan Isdianto Kembalikan Formulir Pendaftaran Pilkada ke Hanura Kepri

Badai, yang terjadi di provinsi Sorsogon, disebut memiliki kecepatan angin 175 km/jam, dengan hembusan hingga 240 km/jam. Sementara, perkirakaan cuaca memprediksi badai bisa melonjak hingga tiga meter.

Puluhan ribu orang telah meninggalkan rumah mereka di bagian timur negara itu, tempat topan diperkirakan akan menerjang lebih dulu. Tetapi beberapa memutuskan untuk tetap tinggal meskipun badai akan datang.

topan kammuri
topan kammuri

“Angin menderu. Atap-atap robek dan saya melihat satu atap beterbangan,” kata Gladys Castillo Vidal kepada kantor berita AFP.

“Kami memutuskan untuk tetap tinggal karena rumah kami terbuat dari beton dua lantai … Mudah-mudahan bisa tahan terhadap badai.”

Otoritas bandara mengatakan Bandara Internasional Ninoy Aquino di ibukota Manila akan ditutup pada Selasa (3/12/2019)mulai pukul 11.00, waktu setempat untuk antisipasi.

Beberapa penerbangan telah dibatalkan atau dialihkan dan sekolah-sekolah yang berlokasi di provinsi yang diterjang badai telah ditutup, lapor kantor berita AP. (Iman Suryanto/AFP/AP)


DomaiNesia

Berita Terkait