Home » Defisit Air di 2020 Jadi Perhatian ATB, Maria: Krisis Air Baku Mengkhawatirkan

Defisit Air di 2020 Jadi Perhatian ATB, Maria: Krisis Air Baku Mengkhawatirkan

Maria Y. Jacobus, Head of Corporate Secretary ATB

IDNNews.id, Batam – Berakhirnya masa perjanjian konsesi pengelolaan air di Batam oleh PT Adhya Tirta Batam (ATB), kiranya masih menjadi isu terhangat.

Mengingat, masa perjanjian konsesi perusahaan air terbaik di Indonesia ini akan berakhir pada November 2020 mendatang.

Meski demikian, manajemen ATB tidak terlalu berpikir cukup ‘dalam’ terkait hal tersebut. Dan saat ini, ATB sebagai perusahaan layanan publik terbaik masih akan tetap fokus dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelangganya.

Maria Y. Jacobus, Head of Corporate Secretary ATB
Maria Y. Jacobus, Head of Corporate Secretary ATB

“Terhadap pengakhiran masa konsesi 2020 mendatang, ATB tetap harus bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan. Sehingga tidak ada alasan bagi ATB, untuk tidak memberikan yang terbaik kepada pelanggan meski masa konsesi ATB berakhir,” jelas Maria Y. Jacobus, Head of Corporate Secretary ATB disela-sela Kopi Sore bersama awak media di Lu Hoeng Omah Kopi, Batam, Rabu (9/10/2019).

Ia juga menegaskan, saat ini ATB memiliki perhatian serius selain dari berakhirnya masa konsesi. Yakni ketersedian air baku di Batam.

Mengingat, hal ini tidak saja menjadi tanggungjawab dari ATB selaku pengelolaan air bersih di Batam. Akan tetapi juga menjadi tanggungjawab bersama.

“Sehingga kami sangat berharap para pemangku kepentingan maupun stakeholder terkait, bisa dapat memberikan perhatian agar tidak ada lagi krisis air bersih di masa yang akan datang,” jelasnya.

Dan hal ini didasari pada sumber air baku di Batam, setiap hari potensinya menurun yang disebabkan oleh beberapa faktor. Meski demikian, berbagai kegiatan dan edukasi terkait menjaga lingkungan juga sudah dilakukan.

“Kami berharap dalam hal ini kepada Pemerintah agar lebih bisa aktif dan menyadari, bahwa ini sudah menjadi masalah bersama. Sehingga jangan sampai kedepannya, kita semua juga yang dirugikan. Jadi untuk apa kita sibuk memikirkan tentang pengakhiran ataupun konsesi ATB, sementara masalah besar yang ada di depan mata kita adalah krisis air baku di Batam terabaikan,” tegasnya.

Baca Juga  Anthony dan Hafiz/Gloria Lewati Babak Pertama French Open 2019

Ketika disinggung mengenai sampai kapan kira-kira kapasitas air baku yang ada di sejumlah waduk di Batam mengalami krisis, dengan jelas Maria mengatakan semua itu tergantung dari kondosi waduk itu sendiri dan curah hujan.

“Jika dalam kondisi yang seperti ini atau curah hujan tidak turun dengan maksimal atau sesuai ekspektasi, maka diperkirakan kita hanya bisa bertahan paling lama 2 tahun kedepan. Atau diperkirakan pada 2020 atau 2021, Batam sudah masuk dalam kategori defisit air baku dan diambang krisis air,” terangnya. (Iman Suryanto)


DomaiNesia

Berita Terkait