Home » Demo di DPRD Kepri, Ratusan Mahasiswa Nyatakan Mosi Tak Percaya dengan Pemerintah

Demo di DPRD Kepri, Ratusan Mahasiswa Nyatakan Mosi Tak Percaya dengan Pemerintah

IDNNews.id, Tanjungpinang – Ratusan mahasiswa di Tanjungpinang-Bintan kembali menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPRD Kepri, Selasa (13/10/2020). Mereka tetap menolak pengesahan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja pada 5 Oktober 2020 lalu.

Selama unjuk rasa berlangsung berjalan dengan aman dan tertib. Namun, mahasiswa kesal terhadap dewan karena tidak mau menerima aspirasi rakyat.

Atas itu pula, mahasiswa menyatakan mosi tidak percaya kepada DPRD Kepri dan Presiden Republik Indonesia.

Selain itu, dalam aksi unjuk rasa ini mahasiswa menolak atas pengesahan Omnibus Law. Mahasiswa mendesak DPRD Kepri agar meminta presiden mengeluarkan peraturan perundang-undangan membatalkan Omnibus Law.

DPRD Kepri juga diminta deklarasi terbuka menolak Omnibus Law dan mengecam aksi aparat yang refresif terhadap mahasiswa sata melaksanakan unjuk rasa.

Baca Juga  Tok! APBD Perubahan Kepri 2020 Disahkan, Nilainya Mencapai Rp 3,929 Triliun

“Kita mundur (bubar) karena kita tak mau rusuh di sini. DPRD Kepri tidak mau datang karena tidak siap menghadapi kita,” ujar Rindi Afriadi selaku Presiden Mahasiswa Kampus UMRAH Tanjungpinang di DPRD Kepri.

Rindi menilai DPRD Kepri selaku perwakilan rakyat tidak merakyat kepada mahasiswa dan masyarakat Kepri. “Tuntutan kita tak banyak, kita hanya ingin DPRD Kepri kepada presiden mengeluarkan Perpu,” ujarnya.

Karena tidak ada tanggapan dari DPRD Kepri, kata dia, mahasiswa akan kembali menggelar aksi unjuk rasa agar masalah ini diselesaikan. “Kita akan siapkan lagi aksi untuk menuntut ini selesai,” katanya.


DomaiNesia

Berita Terkait