Home » Dicecar Belasan Pertanyaan oleh Penyidik Kejari Batam, Hari Mukti Terlihat Kelelahan

Dicecar Belasan Pertanyaan oleh Penyidik Kejari Batam, Hari Mukti Terlihat Kelelahan

Hari Mukti (HM), pegawai negeri sipil (PNS) di Pemerintahan Kota Batam yang diduga menerima gratifikasi dari pengusaha dengan tujuan meloloskan sejumlah proyek-proyek penting di Batam pada Kamis (6/8/2020) pagi.
Hari Mukti (HM), pegawai negeri sipil (PNS) di Pemerintahan Kota Batam yang diduga menerima gratifikasi dari pengusaha dengan tujuan meloloskan sejumlah proyek-proyek penting di Batam pada Kamis (6/8/2020) pagi.

IDNNews.id, Batam – Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam kembaali melakukan pemeriksaan terhadap Hari Mukti (HM), pegawai negeri sipil (PNS) di Pemerintahan Kota Batam yang diduga menerima gratifikasi dari pengusaha dengan tujuan meloloskan sejumlah proyek-proyek penting di Batam pada Kamis (6/8/2020) pagi.

Berdasarkan pantauan IDNNews.id di Kejari Batam, HM diketahui menjalani pemeriksaan sejak pukul 10.00 WIB dan baru keluar dari ruangan pemeriksaan sekitar pukl 13.15 WIB.

Hari Mukti (HM), pegawai negeri sipil (PNS) di Pemerintahan Kota Batam yang diduga menerima gratifikasi dari pengusaha dengan tujuan meloloskan sejumlah proyek-proyek penting di Batam pada Kamis (6/8/2020) pagi.
Hari Mukti (HM), pegawai negeri sipil (PNS) di Pemerintahan Kota Batam yang diduga menerima gratifikasi dari pengusaha dengan tujuan meloloskan sejumlah proyek-proyek penting di Batam pada Kamis (6/8/2020) pagi.

Dengan mengenakan kemeja bermotif putih garis-garis dan mengenakan masker, HM terlihat lelah saat menuruni tangga di intitusi tersebut.

Saat ditemui, HM mengaku dicecar belasan pertanyaan terkait pasar dan berbagai hal yang terkait.

“Ada sepuluh hingga belasan pertanyaan yang diajukan sama penyidik tadi. Terkait pasar dan lainya,” jelas HM singkat.

Baca Juga  Sembunyikan Sabu 18,3 Gram di Tas, Pemudik Ini Diamankan Bea Cukai Batam

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, proses pemeriksaan kasus tersebut sudah memasuki ke tahap penyidikan.

Hendarsyah Yusuf, Kasi Pidsus Kejari Batam saat dikonfirmasi membenarkan bahwa kasus tersebut sudah memasuki tahap penyidikan, dimana sebelumnya berada di tahap penyelidikan.

“Benar kasusnya sudah ditingkatkan. Dari penyelidikan ke penyidikan. Terkait apa dan bagaimana awalnya nanti saja ya mas. Belum bisa dibeberkan dahulu,” tegasnya singkat.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batam, Dedie Tri Hariyadi. Saat dikonfirmasi awak media menegaskan bahwa perkembangan kasus tersebut dalam tahap penyidikan.

“Setelah didalami oleh tim kita, menyimpulkan ada perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh yang bersangkutan,” jelasnya.

Hari Mukti (HM), pegawai negeri sipil (PNS) di Pemerintahan Kota Batam yang diduga menerima gratifikasi dari pengusaha dengan tujuan meloloskan sejumlah proyek-proyek penting di Batam pada Kamis (6/8/2020) pagi.
Hari Mukti (HM), pegawai negeri sipil (PNS) di Pemerintahan Kota Batam yang diduga menerima gratifikasi dari pengusaha dengan tujuan meloloskan sejumlah proyek-proyek penting di Batam pada Kamis (6/8/2020) pagi.

Sementara itu, tim dari Kejaksaan Negeri Batam telah mengumpulkan dan menyita beberapa barang bukti dari saksi-saksi saat mendalami kasus tersebut. Selain itu, tim juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap belasan saksi-saksi.

Baca Juga  Sepanjang Tahun 2021, Santunan untuk Korban dari PT Jasa Raharja Kepri Alami Peningkatan

Diduga HM menerima gratifikasi dari pengusaha terkait meloloskan sejumlah proyek-proyek penting yang ada di Pemerintahan Kota Batam.(Iman Suryanto)


DomaiNesia