Home » Direktur BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari: Sudah 15.112 FKTP di Indonesia Terintegrasi Online

Direktur BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari: Sudah 15.112 FKTP di Indonesia Terintegrasi Online

IDNNews.id, Batam – Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari, S.E, M.M, AAK menegaskan bahwa sebanyak 15.112 fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di Indonesia yang sudah terintegrasi online hingga 20 Oktober 2020.

Dan hal ini terbilang sangat penting, mengingat sudah menjadi sebuah kebutuhan yang harus dilakukan. Terlebih lagi saat ini dalam masa pandemi Covid-19.

Hal tersebut diungkapkannya disela-sela Media Workshop dan Anugerah Karya Jurnalistik Tahun 2020 secara online bersama ratusan awak media, Jumat (23/10/2020).

“Dulu orang bicara internet belum terasa, tapi saat ini dengan adanya Pandemi Covid-19, maka semua orang sudah tahu dan rasakan dampak penting internet. Internet ini juga jadi peranan dalam pelayanan kesehatan,” kata Andayani.

Baca Juga  Warga Dusun 1 Gemuruh Kundur Dukung Soerya Respationo Jadi Gubernur Kepri

Dijelaskan, dengan kondisi adanya Pandemi Covid-19,maka perlu disiasati, karena diikuti dengan perubahan perilaku masyarakat.

“Perilaku masyarakat ini, mau tidak mau dan suka tidak suka harus merubah kebiasannya. Untuk tinggal di rumah, tidak ke kerumunan dan juga tidak bisa beraktivitas di luar rumah. Karena itu, pelayanan kesehatan juga harus secara Online,” katanya.

Dikatakan, ada juga kemudahan layanan primer di masa Pandemi Covid-19 ini, yakni secara digital mulai di FKTP.

Andayani mengakui, manfaat bagi peserta jika mendaftar secara online, yakni apabila menderita sakit, tidak terlalu lama berada di FKTP.

“Masyarakat juga bisa mendaftar langsung tanpa datang ke FKTP, mengurangi waktu tunggu pelayanan, mengurangi risiko penularan penyakit,” ujarnya.

Baca Juga  Dramatis, Cavani jadi Penyelamat MU Saat Melawan Southampton

Sedangkan manfaat bagi FKTP , Andayani mengatakan, manfaat bagi FKTP, adalah dapat melakukan pendaftaran peserta otomatis yang langsung terkoneksi ke aplikasi P.Care.

“Ini juga untuk mengurangi antrean panjang dan sistem antrean bisa digunakan untuk selain bagi peserta JKN,” ujarnya. (Iman)


DomaiNesia