Home » Ditpam BP Batam ‘Bakar’ dan Tertibkan AAlat Penambangan Pasir Ilegal

Ditpam BP Batam ‘Bakar’ dan Tertibkan AAlat Penambangan Pasir Ilegal

IDNNews.id, Batam – Direktorat Pengamanan Badan Pengusahaan (Ditpam BP) Batam menertibakan lima titik aktivitas penambang pasir ilegal di daerah tangkapan air di Tembesi, Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau.

“Penertiban dilakukan karena sangat mengganggu lingkungan sekitar, terutama waduk tembesi yang berada dari lokasi penambangan pasir,” kata Kepala seksi Direktorat Hutan dan Patroli, Willem dalam rilis yang diterima IDNNews.id di Batam, Selasa (24/7).

IDNNews.id/Istimewa, BP Batam

Willem mengatakan aktivitas tambang pasir ilegal merupakan salah satu dampak pencemaran lingkungan.

Karena itu, lanjut Willem, kegiatan tersebut harus dihentikan. Terlebih lagi daerah penambangan pasir merupakan kawasan tangkapan air waduk Tembesi.

Sehingga kata Willem, jika terus dibiarkan dampaknya akan mencemari waduk.

Baca Juga  Dirut BPJS Kesehatan: Program JKN-KIS Jadi 'Percontohan' dan Pembelajaran Negara Lain

“Aktivitas penambangan pasir ilegal ini sudah meresahkan, makanya kami lakukan penertiban agar tidak beroperasi lagi,” ujar Willem.

IDNNews.id/Istimewa, BP Batam

Willem menambahkan, daerah tangkapan air Tembesi sangat penting untuk melindungi dam agar debit airnya tetap terjaga.

“Penertiban kita laksanakan Senin (23/7) dan menurunkan 153 anggota Ditpam,” kata Willem.

Dalam penertiban tersebut kata Willem, pihakya mengamankan alat penyaring pasir, sekop, cangkul, jaring pasir dan mesin penyedot.

“Ini dilakukan agar penambang pasir ilegal tidak lagi kembali dan penertiban ini sudah sesuai prosedur,” kata Willem.

IDNNews.id/Istimewa, BP Batam

Willem mengatakan penertiban yang dilakukan kali ini bersifat berkelanjutan.

BP Batam, kata Willem, mengimbau kedepan supaya penambang illegal menghentikan kegiatan aktivitasnya terutama di kawasan daerah tangkapan air.

Baca Juga  Relawan Nasi Bungkus Divaksinasi, APINDO Kepri: Terima Kasih Pemerintah dan Pak Wali Kota

“Bagaimana pun pemenerintah akan mengkosongkan lokasi penambangan pasir,” ujar Willem.(*)


DomaiNesia