Home » Ditpolairud Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan Bibit Lobster Senilai Rp 33 Miliar

Ditpolairud Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan Bibit Lobster Senilai Rp 33 Miliar

IDNNews.id, Batam – Setelah melakukan penyelidikan selama sebulan lebih, Tim Ditpolairud Polda Kepri menggagalkan penyelundupan benih lobster yang akan diselundupkan ke Singapura di perairan Berakit, Bintan pada Kamis(7/11/2019).

Penyelundupan benih lobster jenis mutiara dan pasir yang menggunakan Speedboat tersebut, diketahui sebanyak 44 box atau 214.100 ekor.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Drs S. Erlangga disela-sela jumpa pers dengan awak media mengatakan pelaku dan barang bukti lobster berangkat dari daerah Kuala Tungkal, Jambi, dengan menggunakan Speed warna abu-abu bermesin tempel merk Mercury 4 X 300 PK.

“Petugas juga mengamankan empat pelaku mencoba menyelundupkan benih Lobster ke Negara Singapura. Mereka diketahui berinisial NH (tekong), MZ, RK dan JA yang merupakan anak buah kapal (ABK),” jelasnya.

Sementara itu, Dirpolairud Polda Kepri, Kombes Pol Benyamin Sapta S.IK, M.Si menjelaskan upaya penangkapan berlangsung dramatis dengan mengerahkan dua Speed Boat Sea Rider yang selanjutnya dibagi menjadi dua tim.

Dimana tim pertama bergerak sebagai pendahulu untuk memotong jalur speed boat para pelaku yang berkecepatan 55 Knot.

Pengejaran terus terjadi selama 45 menit dari perairan Kijang sampai dengan memasuki perairan berakit.

Selanjutnya tim kedua melakukan pengejaran dan mencoba memberhentikan speed boat tersebut namun tidak diindahkan.

“Bahkan tim sempat memberikan tiga kali tembakkan peringatan dan pelaku berhasil dihentikan tepatnya di koordinat 01-14-652” N-104-43-657″ ,” jelasnya.

Selanjutnya, tambahnya, pelaku beserta Speed Boat dan barang bukti benih lobster dibawa ke Mako Ditpolairud Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan pelaku menerima upah sebanyak Rp. 150 juta untuk sekali melakukan pengiriman.

Ditpolairud Polda Kepri juga melakukan koordinasi dengan Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Hasil Perikanan Batam untuk melepas liarkan benih lobster tersebut.

Baca Juga  Dua Perempuan Pencopet di Pasar Padang Luar Ditangkap Petugas

Anak Agung Gede Eka Susila, S.Pi, M.Sc Kepala Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Batam mengatakan atas sinergi yang terjalin selama ini, pihaknya sangat mengapresiasi dan menyampaikan ucapan terimakasih atas keberhasilan dalam mencegah terjadinya penyelundupan benih lobster ini.

“Untuk Barang bukti lobster telah dilakukan pencacahan dan penyegaran melalui reoksigen terhadap benih, dengan hasil pencacahan 44 dus, pada masing-masing dus terdapat 28 kantong plastik dan setiap plastik berisi 200 ekor benih, total keseluruhan 214.100 ekor benih, yang terdiri dari 18.000 ekor jenis lobster mutiara dan 196.000 jenis lobster pasir, dan selanjutnya benih lobster akan dilepas liarkan di perairan Pulau Abang Batam,” jelasnya.

Kerugian Negara dari hasil penyelundupan benih lobster diperkirakan mencapai Rp 33 Miliar lebih dengan harga pasar benih lobster jenis mutiara mempunyai nilai ekonomis antara Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu per ekor. Sedangkan jenis lobster pasir antara Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu/ekor.

Pelaku dijerat dengan pasal 88 Undang-undang Republik Indonesia no 45 tahun 2009 tentang perikanan dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda paling banyak sebesar Rp. 1.500.000.000. (*)


DomaiNesia

Berita Terkait