Home » Februari 2020, Kepri Alami Deflasi hingga Minus 0,16 Persen

Februari 2020, Kepri Alami Deflasi hingga Minus 0,16 Persen

IDNNews.id, Batam – Pada Februari 2020, Kepulauan Riau (Kepri) mengalami deflasi. Secara bulanan, di Februari Kepri mengalami deflasi sebesar -0,16% (mtm) atau menurun dibandingkan Januari 2020 dengan inflasi sebesar 0,18% (mtm).

Dimana komoditas utama penyumbang deflasi pada Februari 2020 adalah tarif angkutan udara, daging ayam ras dan cabai merah.

“Sementara itu, inflasi Nasional tercatat sebesar 0,28% (mtm) atau lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya dengan inflasi sebesar 0,39% (mtm). Secara tahunan, inflasi Kepri pada Februari 2020 tercatat sebesar 1,47% (yoy), juga lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 1,75% (yoy) maupun dibandingkan inflasi Nasional pada Februari 2020 sebesar 2,98% (yoy),” jelas Wakil Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Musni Hardi K.Atmaja dalam keterangan resmi yang diterima IDNNews.id.

Baca Juga  Pemko Batam Dukung Gerakan Satu Miliar Buah Kelapa
Ilustrasi Deflasi

Dengan perkembangan tersebut, tambahnya, inflasi Kepri pada Februari 2020 berada di bawah kisaran sasaran inflasi tahun 2020 sebesar 3 ± 1% (yoy).

Deflasi Kepri pada Februari 2020 terutama bersumber dari penurunan harga pada kelompok transportasi, meskipun tertahan oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang masih mengalami inflasi.

Kelompok transportasi pada Februari 2020 tercatat mengalami deflasi sebesar -2,50% (mtm) dengan andil -0,31% (mtm). Komoditas utama penyumbang deflasi pada kelompok transportasi adalah tarif angkutan udara yang mengalami deflasi sebesar -18,44% (mtm) dengan andil -0,34% (mtm).

Penurunan tarif angkutan udara dipengaruhi normalisasi permintaan selama masa low season. Deflasi Kepri pada Februari 2020 tersebut tertahan oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau yang masih mengalami inflasi.

Baca Juga  Ikatan Keluarga Masyarakat Bangka Belitung Nyatakan Dukungan ke SInergi Kepri

Kelompok makanan, minuman dan tembakau pada Februari 2020 mengalami inflasi sebesar 0,51% (mtm) dengan andil 0,15% (mtm), dengan komoditas utama penyumbang inflasi adalah bawang putih dan rokok putih. Bawang putih dan rokok putih pada Februari 2020 mengalami inflasi masing-masing sebesar 42,95% (mtm) dan 6,49% (mtm) dengan andil masing-masing sebesar 0,11% (mtm) dan 0,04% (mtm).

Ilustrasi Deflasi

Peningkatan harga bawang putih dipicu oleh keterbatasan pasokan dari sentra pemasok yang disebabkan oleh awal musim tanam yang mundur karena musim kemarau yang lebih panjang ditengah ketersediaan stok impor yang terbatas. Adapun kenaikan harga rokok putih seiring dengan implementasi kenaikan cukai tembakau dan Harga Jual Eceran (HJE) tahun 2020.

Baca Juga  Sistem Manajemen Terpadu, Andalan ATB Melayani untuk Indonesia

“Secara spasial, Batam dan Tanjungpinang pada Februari 2020 mengalami deflasi. Deflasi Batam pada Februari 2020 tercatat sebesar -0,15% (mtm), sementara Tanjungpinang mengalami deflasi sebesar -0,19% (mtm). Komoditas utama penyumbang deflasi Batam adalah angkutan udara, daging ayam ras dan cabai merah, sementara di Tanjungpinang, komoditas utama penyumbang deflasi adalah angkutan udara, bawang merah, dan cabai rawit,” jelasnya. (Iman Suryanto)


DomaiNesia
UA-128167721-1