Home » ‘Gelapkan’ Bantuan Bansos hingga Rp269 Juta, Imam Mustolihan Langsung Ditahan Kejaksaan

‘Gelapkan’ Bantuan Bansos hingga Rp269 Juta, Imam Mustolihan Langsung Ditahan Kejaksaan

IDNNews.id, Dharmasraya – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat melimpahkan tersangka dan barang bukti kasus penyalagunaan Bantuan Sosial (Bansos) pengadaan sapi tahun 2010, ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), Jumat, (5/10).

BACA: Ratusan Warga Batam Antusias Ikuti Baksos Bersih Telinga yang Digelar BP Batam

Kasi Intel Kejari Pulau Punjung, Ridwan Joni, SH.MH, mengatakan bahwa dalam kasus ini, pihaknya telah menetapkan satu tersangka atas nama Imam Mustolihan (50) atas dugaan penyalahgunaan dana program penguatan kelembagaan ekonomi pedesaan, Bansos Peternakan Tahun 2010 di Nagari Taratak Tinggi, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya.

“Kita telah menyelesaikan proses penyidikan dengan pengumpulan saksi-saksi termasuk tersangka, dan barang bukti. Sehingga kita lanjutkan penyerahan berkas tersangka ke JPU,” katanya kepada sejumlah awak media, Jumat(5/10).

Baca Juga  Tujuh Titik Kampung Tua yang Berurusan dengan Hutan Lindung Telah 'Clear'

Setelah dilakukan penyididkan dan pemeriksaan, tambahnya, dilakukan upaya penahanan tersangka ke Rumah Tahanan (Rutan) Anak Air, Kota Padang selama 20 hari kedepan.

“Penuntut umum mempunyai kewenangan untuk melakukan penahanan selama 20 hari ke depan, guna mempersiapkan penyusunan dakwaan,” jelasnya.

BACA: BERITAFOTO: Alutsista Ini Jadi ‘Bahan’ Swafoto Pelajar di Momen HUT TNI ke-73

Dalam kasus ini, tersangka Imam Mustolihan merupakan ketua kelompok pada saat itu. Dalam hasil pemeriksaan dan berdasarkan perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) negara mengalami kerugian mencapai Rp269 juta.

“Kasus ini berawal dari laporan masyarakat dimana ada kejanggalan dalam proses pengadaan, dan ditemukan adanya dugaan pidana,” jelasnya.

Baca Juga  Pulihkan Ekonomi Pasca-Pandemi, Pjs Wali Kota Batam Luncurkan Batam Golf 2021

Kemudian saat ditanya, apakah ada tersangka yang lain dalam kasus ini, menurut Ridwan, tidak tertutup kemungkinan adanya terseret tersangka baru.

“Kita lihat saja dalam proses persidangan nanti. Bisa saja ada keterlibatan yang lain,” ujarnya.

BACA: Masih Ada Celah Bagi Oknum Pegawai Pajak untuk Berlaku Culas

Dalam kasus ini, tersangka di dijerat dengan pasal 2, 3, dan 4, Undang-Undang nomor 31, tahun 1999 junto nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, dengan ancaman maksimal kurungan 20 tahun penjara.(*)

BACA: LIVE: Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad di Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Quran


DomaiNesia