Home » Green Edelweiss Foundation Salurkan Bantuan untuk Korban Erupsi Gunung Anak Krakatau

Green Edelweiss Foundation Salurkan Bantuan untuk Korban Erupsi Gunung Anak Krakatau

IDNNews.id, Kalianda – Erupsi Gunung Anak Krakatau mengakibatkan Tsunami yang menerjang Selat Sunda pada akhir Desember 2018 lalu, telah menyisakan duka mendalam bagi warga terdampak.

Hempasan gelombang Tsunami tersebut, tidak hanya memporakporandakan bangunan, tapi juga menelan ratusan korban jiwa, luka-luka dan hilang khususnya di Pesisir Lampung Selatan dan Banten.

“Bencana ini tidak hanya berdampak pada kerusakan infrastruktur saja, namun psikologis para pengungsi, khususnya anak anak juga dapat terganggu,” ujar Ayi Subing, Koordinator Relawan Green Edelweiss Foundation (GEF).

Hal ini pun menjadi perhatian GEF yang tengah bergerak di tenda-tenda pengungsian, tepatnya di Pos Pengungsi Kabupaten Kalianda, Lampung Selatan dan Desa Way Muli kecamatan Rajabasa, Kalianda Lampung Selatan.

Disela-sela aktivitasnya membagikan bantuan logistik, GEF memberi dukungan trauma healing kepada anak-anak terdampak bencana, Minggu (30/12) di kedua tempat tersebut.

Baca Juga  Pulihkan Ekonomi Pasca-Pandemi, Pjs Wali Kota Batam Luncurkan Batam Golf 2021

Bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung, GEF menempati tenda Posko BPBD untuk memobilasi anak anak dan melakukan kegiatan berupa trauma healing dengan metode dongeng yang berisikan motivasi, edukasi, akhlak untuk membangkitkan semangat, menghibur serta mendidik dengan akhlak yang mulia.

Kordinator Lapangan BPBD Bandar Lampung, Haidir Subing, SE mengatakan bahwa saat ini pihaknya sangat membutuhkan trauma healing untuk anak-anak yang dapat menghibur, mendidik dan memberikan semangat kepada mereka dengan cara yang edukatif, menghibur dan berakhlak.

“Tidak hanya bantuan logistik, mereka juga butuh kehadiran kita untuk sekedar menguatkan jiwanya, mengembalikan senyumnya agar kembali ceria,” jelasnya.

Sekitar 100 anak di Posko Pengungsian Kabupaten Kalianda lampung Selatan dan 90 orang anak di Desa Way Muli Kecamatan Rajabasa, Kalianda ikut bermain dan mendengarkan cerita dongeng dari relawan GEF yang bernama Kak Rizal.

Baca Juga  Tujuh Titik Kampung Tua yang Berurusan dengan Hutan Lindung Telah 'Clear'

Kak Rizal sendiri adalah pendongeng yang sudah cukup terkenal dan berpengalaman dalam memberikan dongeng yang menghibur dan edukatif. Sesekali Kak Rizal bercerita dan mengaji untuk memberi edukasi ringan, agar mereka semakin kuat dan sabar.

Kegembiraan dan keceriaan yang dihadirkan Kak Rizal dan team GEG, sedikitnya mampu menghapus duka anak-anak yang tengah menanggung kesedihan pasca bencana.

Meringankan beban pengungsi Bencana

Sebelum turun kelokasi pengungsian dan desa desa yang terdampak bencana, team GEF telah menurunkan personelnya untuk memonitor dan manganalisa kondisi di lapangan untuk memetakan kebutuhan dan penyaluran kebutuhan yang tepat sasaran.

Bekerjasama dengan Rodja Peduli, GEF berkordinasi untuk menyalurkan kebutuhan serta jenis kebutuhan apa saja yang dibutuhkan oleh warga yang sedang pengungsi di tenda tenda terpal seadanya yang berlokasi didataran tinggi atau perbukitan.

Baca Juga  Tanam Ratusan Pohon, BP Batam dan Jasa Raharja 'Hijaukan' Batam

Dari hasil donasi yang dikumpulkan dan hasil evaluasi team survey GEF, hasil donasi tersebut dibelanjakan sesuai kebutuhan warga berupa Sendal Jepit, Pakaian Dalam Pria dan Wanita, Pembalut Wanita, Pampers anak, Sabun Mandi, Shampo, Pasta Gigi, Makanan dan Minuman ringan untuk anak anak serta mainan.

Selanjutnya, dari pantauan GEF dilokasi bencana agar pihak donatur dapat bekerjasama dengan pihak relawan atau posko terlebih dahulu, agar bantuan tidak overload, sementara kebutuhan yang lain tidak terpenuhi.

Memasuki musin hujan bantuan sangat dibutuhkan berupa pakaian penghangat, selimut, sarung serta bantal serta obat obatan. Sementara untuk korban yang kehilangan tempat tinggal secepatnya dibangunkan rumah sementara yang berada didataran tinggi agar mereka dapat tinggal dengan nyaman, aman dan dapat beraktivitas kekebun atau bekerja dengan tenang, dan secara perlahan kehidupan dapat berjalan kembali secara normal.(*)


DomaiNesia