Home » Hadirkan Tiga Saksi, Sidang dengan Terdakwa Tahir Ferdian Kembali Digelar di PN Batam

Hadirkan Tiga Saksi, Sidang dengan Terdakwa Tahir Ferdian Kembali Digelar di PN Batam

IDNNews.id, Batam – Pengadilan Negeri (PN) Batam kembali menggelar persidangan dalam kasus dugaan penggelapan dengan terdkawa Tahir Ferdian alias Lim Chong Peng, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, Senin (21/10/2019).

Persidangan yang digelar di ruangan Mudjono ini, dipimpin oleh Ketua Majelis hakim Dwi Nuramanu didampingi Taufik Nainggolan dan Yona Lamerosa serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samsul Sitinjak dan Rosmarlina Sembiring menghadirkan tiga saksi dalam perkara tersebut. Meraka adalah Eko Pratama, Arjuna serta Jamal. Turut hadir penasihat hukum terdakwa Supriyadi.

Dihadapkan majelis haki, ketiga dimitai keterangan terkait penjualan aset perusahaan.

“Pada saat saudara berkerja sebagai sekuriti di perusahaan PT. Taindo Citratama tahun 2016, apakah saudara tahu aktifitas di perusahaan seperti apa?,” tanya Majelis Hakim.

terdakwa Tahir Ferdian
terdakwa Tahir Ferdian

Mendengar pertanyaan tersebut, salah satru saksi mengaku tidak tahu. “Saya tidak tahu apa aktifitas di sana yang mulia. Yang saya tahu hanya pengamanan dan saya hanya satu tahun berkerja di sana,” jelas salah satu saksi.

Ketiga saksi yang dihadiri itu, dicerca sejumlah pertanyaan. Baik dari hakim, JPU maupun panasihat hukum terdakwa. Mereka tidak mengetahui siapa direktur perusahaan, begitu juga dengan aktifitas.

Seusai mendengarkan keterangan saksi, Majelis hakim mengatakan bahwa sidang akan dilanjutkan pada Kamis (24/10/2019) mendatang.

Sementara itu, Penasihat Hukum Terdakwa, Supriyadi yang ditemui awak media ditempat terpisah mengatakan akan masih fokus pada dakwaan. Yaitu barang tersebut milik siapa? Apakah sebagian punya terdakwa atau sebagian punya orang lain.

Dan pada persidangan hari ini, tidak ada relevansi ke sana. Mengingat, dakwaan itu perbuatannya melawan hukum, memiliki barang sebagian punya orang lain atau keseluruhannya.

“Kita mau buktikan siapa yang mempunyai mesin ini keseluruhan, kalau sidang tadi tidak subtansi, tapi kita hormati upaya JPU,” ucap Supriyadi.

Baca Juga  'Banjir' Dukungan, Soerya Respationo Kian Mantap ke Pilkada Kepri 2020

Saat ditanyakan apakah dari dakwaan itu mesin yang dijual milik PT. Taindo Citratama, Ia mengatakan bahwa hal tersebut memiliki sejarah cukup lama.

“Jadi begini, pada tahun 2003. Itu akte kepengurusan perusahaan sudah mati, seharusnya mengikuti undang-undang perseroan 2007. Nah, sementara perusahaan baru (2016) melakukan RUPS. Artinya dari 2003 sampai 2016 tidak ada pengurus perusahaan.

Tinggal kita akan uji ahli, apakah ini akan kembali ke pemegang saham atau ke perseroan,” jelasnya.

Ia juga menyebutnya kasus ini, antara klainnya dengan pelapor hubungan adalah rekan sekerja. Dan sebenarnya kepemilikan saham 100 persen milik terdakwa, lantaran terdakwa ingin jalan lagi perseroan.

Sebagaimana diketahui, kasus ini bergulir ke persidangan diketahui terdakwa Tahir merupakan komisaris di PT Taindo Citratama. Dimana Tahir memiliki saham sebesar 50 persen di perusahaan yang bergerak dibidang daur plastik di Sekupang tersebut.

Tanpa RUPS, Tahir menjual aset berupa lahan, bangunan dan peralatan produksi.

Sehingga diperkirakan kerugian yang dialami sebagaimana disampaikan Kuasa Hukum Direktur Taindo, Solahuddin Dalimunte berkisar sebesar Rp 40 miliar.

Dalam dakwaan, JPU menuntut terdakwa Tahir Ferdian alias Lim Chong Peng dengan nomor perkara 731/Pid B/2019/Pan Btm dengan ancaman pidana pasal 372 KUHPidana. (*)


DomaiNesia

Berita Terkait