Home » Hingga September 2018, Bea dan Cukai Batam Tegah 13.370.956 batang Rokok Selundupuan

Hingga September 2018, Bea dan Cukai Batam Tegah 13.370.956 batang Rokok Selundupuan

IDNNews.id, Batam – Sepanjang tahun 2018 hingga September, Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam telah sukses melakukan penegahan berbagai aksi kejahatan di wilayah kerjanya.

Hal ini terlihat dari data laporan hasil penindakan yang dilakukan institusi tersebut yang diterima IDNNews.id, Jumat (14/9).

IDNNews.id/Nur

Dalam data tersebut, terlihat sepanjang tahun 2018, telah terjadi 114 kali penegahan oleh petugas bea dan cukai Batam. Baik yang melalui jalur resmi seperti Bandara hingga Pelabuhan maupun yang melalui jalur tikus.

Dengan jenis penegahan yang terbagi tiga. Yakni hasil Tembakau, Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) dan Tembakau Iris.

Kepala Bidang Kepala Bidang Kepatuhan dan Layanan Informasi (Kabid BKLI) Bea dan Cukai Batam Raden Evy menyebutkan sebanyak 13.370.956 batang hasil tembakau dan 9.993 botol MME yang sukses ditegah hingga September di tahun 2018.

Baca Juga  Tekan Inflasi, Pemko Batam Resmikan Pasar TPID 2 Tanjungriau

“Jumlah ini meningkat dibandingan tahun 2017 di waktu yang sama. Ditahun 2017 ada 8.683.793 batang hasil tembakau dan 1.783 botol MMEA,” jelas Evy saat ditemui diruangan kerjanya.

Kepala Bidang Kepala Bidang Kepatuhan dan Layanan Informasi (Kabid BKLI) Bea dan Cukai Batam Raden Evy

Sementara itu, untuk penegahan narkotika sepanjang tahun 2017 pihaknya telah melakukan penindakan Narkotika Psikotropika dan Prekursor (NPP) sebanyak 39 kali. Sementara di tahun 2018 (hingga 13 Mei), telah melakukan 32 kali penegahan NPP.

Ia juga mengatakan jenis narkoba yang diamankan pihaknya diantaranya Metamphetamine, Ekstasi hingga Ganja.

“Untuk jumlahnya mencapai puluhan ribu gram (Metamphetamine dan Ganja) serta ribuan butir (Ekstasi),” jelasnya.

Surya Makmur: Saatnya Kepri Kelola Kekayaan Laut

Untuk modusnya sendiri, tambahnya, sangat beragam mulai dari penyembunyian di sepatu, hingga di anggota tubuh. Disusul cara Inserter, Strapper, Hand Carry hingga Barang bagasi dan kiriman.

Baca Juga  Temui Pelaku Pariwisata, Menparekraf RI Sandiaga Uno Berikan Motivasi

“Dari data dan temuan dilapangan, cara itu yang paling banyak digunakan oleh pelaku. Meseki demikian, pihaknya bersama aparat petugas BC lainnya akan berusaha tidak akan lengah dalam aksi-aksi penyelundupan yang bisa membuat negara merugi. Akan kita tindak tegas,” terangnya.(Iman Suryanto)


DomaiNesia