Home » Hujan Turun Deras, Debit Air di Enam Waduk di Batam Penuh

Hujan Turun Deras, Debit Air di Enam Waduk di Batam Penuh

IDNNews.id, Batam – Turunnya hujan deras selama beberapa hari di Kota Batam, diketahui telah menambah debit air di sejumlah waduk yang ada di Kota Batam.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan (BU Fasling) BP Batam, Binsar Tambunan disela-sela jumpa pers dengan awak media pada Kamis (7/1/2021) di Gedung Marketing Center BP Batam.

Pria berkacamata ini juga menegaskan bahwa curah hujan yang turun pada awal tahun 2021 di Kota Batam, masuk dalam kategori tidak lazim terjadi. Namun demikian,curah hujan ini dipastikan menambah kuantitas air di waduk.

“Kondisi hujan tersebut, berdampak positif bagi Waduk-waduk kita. Semuanya saat ini terpantau mengalami debit air yang penuh. Dari enam waduk yang ada semuanya penuh kecuali waduk Mukakuning dan waduk Duriangkang,” jelasnya.

Baca Juga  Manchester United Singkirkan Liverpool di Piala FA

Pihaknya pun merinci ketinggian air baku di enam waduk di Pulau Batam dalam sebuah materi presentasi.

Dimana Waduk Duriangkang (-43 cm) naik 1 cm dari kemarin curah hujan (0,8 mm), rata-rata Dam Duriangkang diisap 2 cm/hari. Kemudian, Waduk Mukakuning (-53 cm) curah hujan (0 cm) turun 3 cm dari kemarin, rata-rata Dam Mukakuning diisap 4-5 cm/hari.

Selanjutnya, Waduk Sei Harapan (0 cm) curah hujan (0 mm), tetap full cm dari kemarin, Dam Sei Harapan rata-rata diisap 3-4 cm/hari. Kemudian, Waduk Sei Ladi (full+3 cm) tetap full cm dari kemarin, curah hujan (0 mm), rata-rata Dam Sei Ladi diisap 2 cm/hari.

‘Hal yang sama juga dialami pada Waduk Nongsa (Full+4 cm) overlow cm dari kemarin (curah hujan 0 mm) rata-rata Dam Nongsa diisap 2 cm/hari. Sementara Waduk tembesi mengalami Full (+12 cm) selama dipompakan air baku ke Waduk Mukakuning belum pernah dibawah spillway,” terangnya.

Baca Juga  Rekonstruksi Pembunuhan Janda di Tanjungpinang, Ada 36 Adegan Diperagakan

Kondisi ini, diyakininya akan mampu menambah suplai air baku hingga 7 bulan ke depan jika tidak ada turun hujan. Tetapi, seperti biasanya musim penghujan akan turun kembali pada saat bulan April dan Mei.

“Mudah-mudahan yang kita harapkan dengan kondisi saat ini sumber air baku kita memiliki ketersedian air hingga hingga satu tahun ke depan,” pungkasnya. (Iman)


DomaiNesia