Home » Ini Komentar Wali Kota Batam Terkait Rekomendasi Kota Air ke PT Kencana Investindo Nugraha

Ini Komentar Wali Kota Batam Terkait Rekomendasi Kota Air ke PT Kencana Investindo Nugraha

IDNNews.id, Batam – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengaku surat rekomendasi Pemerintah Kota Batam terkait rencana Mega Proyek Marina Bay di kawasan Teluk Tering, Batam sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Dan hal ini tertuang dalam rekomendasi surat nomor: 35/050/III/2018 tanggal 9 Maret 2018, tentang Pemanfaatan Ruang Laut dan Rencana Pengembangan Kawasan Batam Marina Bay kepada PT Kencana Investindo Nugraha.

Pemberian rekomendasi ini setelah melalui proses pengajuan proposal oleh PT Kencana Investindo Nugraha dan dibahas oleh tim dari Pemko Batam.

Mengingat, lokasi tersebut berada di wilayah Batam dan nantinya perizinan lanjutan akan dikeluarkan oleh Pemko Batam dan tidak ada kaitannya dengan BP Batam, apa yang dilakukan Pemko Batam sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

BACA: Ratusan Pelajar Jadi ‘Petani Dadakan’ di Agromarina BP Batam

“Dari provinsi sendiri hanya akan mengeluarkan izin prinsipnya saja. Memang batas 0-12 mil, izin RTRW berada di provinsi (Provinsi Kepri) setelah jadi daratan segala izinnya kembali ke Pemko Batam,” kata Rudi sebagaimana dilansir Batamtoday.

Hal ini dikatakannya ketika dikaitkan dengan rencana Badan Pengusahaan (BP) Batam yang sebelumnya telah tertuang dalam tujuh rencana strategis, berdasarkan PP 87/2011 tentang tataruang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (KPBPBB).

Di mana salah satunya adalah rencana pembangunan ‘Kota Air’ di kawasan Teluk Tering, Batam. “Itu (rencana mega proyek Marina Bay) wewenang kami, bukan BP Batam. Tidak ada hubungan langsung dengan BP Batam,” ujarnya.

Sementara itu, perihal pemberian rekomendasi yang hanya diberikan kepada PT Kencana Investindo Nugraha, Rudi mengaku hanya perusahaan ini saja yang mengajukan proposal kepada Pemko Batam.

BACA: Vanessa Angel Diborgol, Koruptor Rp 119 Miliar Melenggang

Sehingga, pihaknya langsung menindaklanjuti dan memberikan rekomendasi sesuai dengan hasil pembahasan tim yang menangani proposal tersebut.

Baca Juga  Tim Voli Putra Indonesia Berhasil Mematahkan Paceklik Gelar Juara di SEA Games

Sebelumnya, Pengembangan KEK kota air akan berfokus sebagai kawasan bisnis dan finansial. BP Batam pun sudah memiliki master plan untuk pembangunan Batam hingga tahun 2045. Master plan ini mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87/2011 tentang tata ruang Batam, Bintan dan Karimun.

Ada sejumlah kawasan baru yang akan dikembangkan BP Batam. Yakni;

  1. Kota Air di lepas pantai Teluk Tering
  2. Nagoya Kedua di sekitar Pulau Bokor dengan luas 2.000 hektar
  3. Kota Elang Laut di Tanjungpinggir dengan luas 200 hektar
  4. Kota Nongsa Crow dengan luas 2.400 hektar
  5. Kota Marina City seluas 120 hektar
  6. Kota Shipyard di Tanjunguncang seluas 1.000 hektar.

Khusus Kota Air, sebagaimana dilansir Batam Pos akan dibangun di atas lahan reklamasi seluas 1.500 hektar, dan terintegrasi dengan Pelabuhan Batuampar. Sehingga menjadikannya sebagai pusat kawasan bisnis dan finansial terpadu.

Dalam konsepnya, BP berperan sebagai pemilik Hak Pengelolaan Lahan (HPL). Karena itu juga berperan sebagai pemilik aset dan membentuk badan usaha yang mengelola Kota Air.

BACA: Nasdem: Ratna Sarumpaet Ditinggalkan Pendukungnya

Konsep bisnisnya yakni BP sebagai pemilik aset menjual atau menyewakan gedung kepada penyedia jasa seperti bank, asuransi, penjaminan, design house, pembiayaan, sekuritas, real estate, perhotelan, jasa pelabuhan penumpang, jasa pelabuhan kapal pribadi atau pesiar, pariwisata, pendidikan internasional, pelatihan, pertunjukan seni dan budaya.

BP sebagai pemilik aset akan menerima uang sewa sebagai pendapatan negara bukan pajak (PNBP). Aktivitas bisnis di Kota Air ini dijamin akan beragam dan terfokus pada industri keuangan dan pariwisata.

Dari industri keuangan, akan ada jasa perbankan, asuransi, penjamin kredit, penjamin infrastruktur, jasa pembiayaan ekspor, jasa pembiayaan real estate, perusahaan kartu kredit dan sekuritas.

Baca Juga  29 Sekolah di Kepri Raih Piagam Bintang Keamanan Pangan Kantin Sekolah dari BPOM

BACA: Dua ABK Tugboat KOI 3 Ditemukan Meninggal Dunia di Kabin Kapal

Dengan Kota Air berperan sebagai KEK bisnis dan jasa akan meroketkan pertumbuhan ekonomi Batam. Tapi sebelumnya, BP harus mencari investor yang bisa diajak mengembangkan Kota Air ini.

Sementara itu, berdasarkan hasil investigasi di Tempo pada Februari 2019, berjudul ‘Jejak Partai di Teluk Batam” , diduga pemberian rekomendasi terhadap PT Kencana Investindo Nugraha ini berkaitan erat dengan pertimbangan politik. Ada dugaan, penguasa perusahaan tersebut dipegang oleh petinggi Partai politik di mana Wali Kota Batam bernaung.(iman)


DomaiNesia

Berita Terkait