Home ยป Ini Mekanismenya Belajar Tatap Muka untuk Hinterland di 4 Januari 2021

Ini Mekanismenya Belajar Tatap Muka untuk Hinterland di 4 Januari 2021

ilustrasi Belajar Mengajar dengan protokol kesehatan5
ilustrasi Belajar Mengajar dengan protokol kesehatan5

IDNNews.id, Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam memutuskan untuk memulai belajar tatap muka untuk pelajar Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Tingkat Perrtama (SMP) di pulau penyangga atau hinterland, terhitung 4 Januari 2021.

Namun selama proses belajar mengajar tersebut, ada delapan syarat protokol kesehatan yang harus dipatuhi.

“Tentunya ada syarat yang wajib dijalankan. Kita tak ingin sekolah justru jadi klaster baru penyebaran Covid-19,” jelas Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad.

ilustrasi Belajar Mengajar dengan protokol kesehatan5
ilustrasi Belajar Mengajar dengan protokol kesehatan5

Tercatat ada delapan syarat wajib dan pokok yang harus dilakukan pihak sekolah selama proses tersebut berlangsung. Diantaranya, menyediakan sarana sanitasi bersih, memiliki tempat cuci tangan atau hand sanitizer, mampu mengakses layanan kesehatan, wajib memakai masker, punya alat pengecek suhu badan, memiliki data riwayat kesehatan siswa dan guru, dan mendapat persetujuan dari komite atau orang tua.

Baca Juga  Musrenbang Kelurahan Dimulai, Wakil Wali Kota Batam Ingatkan Urgensi Usulan

Merespon hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin Hamid mengatakan bahwa penerapan sekolah tatap muka tersebut akan dilakukan dua bulan di tahap pertama. Jika hal tersebut dinilai berhasil, maka akan dilakukan seterusnya.

“Ini akan menjadi percontohan bagi sekolah yang ada di mainland. Kalau di hinterland berhasil, bisa diterapkan di mainland,” ujarnya.

Untuk belajar tatap muka ini, kata dia, tidak ada waktu istirahat. Kemudian setiap kelas bagi TK atau PAUD hanya 5 murid, serta jenjang SD dan SMP hanya 18 siswa saja. Selain itu, setiap sekolah membuat jarak tempat duduk siswa 1,5 meter.

ilustrasi Belajar Mengajar dengan protokol kesehatan5
ilustrasi Belajar Mengajar dengan protokol kesehatan

“Guru juga dilarang mondar mandir, saat mengajar cukup di depan saja. Selanjutnya, olahraga yang sifatnya bersentuhan tidak diperbolehkan,” kata Jefridin.

Baca Juga  Jaga Imunitas, Putus 'Mata Rantai' Penyebaran Covid-19

Ia menekankan, pihak sekolah harus menjalankan semua protokol yang sudah disusun Disdik Batam. Ia tak ingin sekolah justru jadi klaster baru penyebaran Covid-19. Ia juga meminta pihak sekolah nantinya segera membentuk gugus tugas di masing-masing sekolah.

“Ada delapan protokol kesehatan yang disusun Disdik. Ini harus dijalankan semua,” ujar Sekda. (Iman)


DomaiNesia