Home » Ini Pentingnya Penggunaan Telkomsel 5G Dalam Kebutuhan Industri dan Individu

Ini Pentingnya Penggunaan Telkomsel 5G Dalam Kebutuhan Industri dan Individu

IDNNews.id, Batam – Kamis (28/11/2019) siang, Telkomsel dilibatkan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menggelar uji coba jaringan IMT-2020 (5G) yang kali ini berfokus pada kebutuhan industri.

Uji coba tersebut, dilakukan melalui gelaran Telkomsel 5G for Industry 4.0 di kota Batam, Kepulauan Riau.

Direktur Sales Telkomsel, Ririn Widaryani menegaskan penggunaan 5G selain untuk kebutuhan Industri, juga bisa digunakan bagi pelanggan individu. Salah satunya, pengguna yang memiliki ketertarikan dengan E-sports.

“Selain itu juga video call. Kualitasnya jauh lebih baik. Tidak ada delay dan real time. Kalau pakai 4G, kita melakukan video call kadang-kadang masih delay,” jelasnya disela-sela uji coba jaringan 5G Telkomsel di Batam, Kamis (28/11/2019).

Meski begitu, 5G untuk penggunaan sehari-hari merupakan opsi bagi pelanggan jika suatu saat nanti dikomersilkan.

Sejauh ini penggunaan 5G baru sebatas uji coba. Belum masuk dalam tahap komersialisasi. Begitu juga dengan yang dilakukan oleh Telkomsel saat ini.

“Enggak, itu kan hanya opsi ya. Tadi kan kalau bicara ekosistem, harus sedia perangkatnya dulu ya khusus 5G. Itu juga membuat pelanggan harus ganti. Saya rasa perlu proses,” ungkap dia.

Ririn juga mengatakan, bagi pelanggan individu kebutuhan sekarang barangkali sudah cukup mengakomodir aktivitas sehari. Tetapi bila bicara industry 4.0 beda hal.

“Industry 4.0 ini kan butuh speed yang tinggi. Jadi 5G solusi ya,” jelasnya.

Sebelumnya, Acting CEO Telkomsel Heri Supriadi mengatakan, uji coba Telkomsel 5G ini merupakan wujud keseriusan transformasi Telkomsel menjadi digital telco company, yang terus bergerak maju dalam mengakselerasikan negeri, dengan menghadirkan teknologi terkini yang dapat mendorong perwujudan ekosistem Industry 4.0.

“Teknologi seluler generasi ke lima ini diyakini akan menjadi faktor yang penting di era revolusi Industry 4.0, karena pemanfaatannya secara nyata akan meningkatkan produktivitas serta efisiensi operasional segmen industri, sekaligus memperkuat daya saing bangsa,” kata dia.

Baca Juga  Sosialisasikan Kenaikan Iuran, BPJS Kesehatan Batam Siap 'Jemput Bola' ke Masyarakat

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail mengucapkan selamat atas babak baru ini bagi Telkomsel, yang sudah smart memilih waktu dan tempat untuk peluncuran uji coba 5G yang kedua ini di Batam.

“Setelah melakukan ujicoba yang pertama untuk mendukung pemerintah saat penyelenggaraan Asian Games,”jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Direktur of Planning & Transformation Telkomsel Edward Ying disela-sela pemaparannya terkait manfaat 5G dalam kehidupan sehari-hari.

Tercatat ada tujuh hal yang bisa digunakan 5G. Yakni untuk Smart Air Patrol, Smart Surveillance, Immersive Collaboration, Future City Planning, 5G Call, Immersive Entertainment, Seamless Gaming, dan Industry 4.0 Enabler.

Smart Air Patrol merupakan teknologi yang memanfaatkan drone untuk mengawasi operasional pabrik secara real-time dengan pengiriman berlatensi rendah.

“Smart Air Patrol bisa diimplementasikan pada industri minyak dan gas. Drone dapat memantau saluran pipa sepanjang 240 kilometer misalnya, dengan biaya yang jauh lebih murah dibandingkan dengan menggunakan helikopter,” terangnya.

Selain itu, Smart Surveillance bisa digunakan pada sektor keamanan dan lalu lintas. Melalui jaringan 5G, dapat mempercepat pemindaian obyek seperti plat nomor kendaraan di jalan atau pengenalan wajah dengan kualitas gambar HD.

Smart Surveillance juga dapat diimplementasikan untuk industri logistik dan transportasi, yang mana secara real-time mengawasi tiap pergerakan kendaraan. Sehingga memudahkan manajemen lalu lintas Operator Pelabuhan maupun Operator Bandar Udara.

Kemudian, Immersive Collaboration merupakan sambungan layanan ultra broadband yang memungkinkan kolaborasi tanpa batas antara pelaku bisnis di berbagai lokasi untuk saling bekerjasama. Sistem ini pun didukung teknologi fixed wireless access.

“Fixed wireless access dapat memberikan kecepatan akses untuk penyajian konten VR dengan kualitas tinggi dan konferensi video tanpa gangguan,” tambahnya.

Baca Juga  Pemko Batam Usulkan Pembangunan Infrastruktur Jalan Tol ke Pusat

Jaringan 5G, juga bisa membantu perencanaan tata kota dengan teknologi mixed reality. Teknologi mixed reality mengombinasikan tampilan virtual dengan tampilan nyata. Tampilan virtual itu bisa berupa hologram atau tampilan dengan bantuan kacamata pintar.

Teknologi ini dianggap bisa memudahkan penataan ruang perkotaan karena pemerintah bisa mencocokkan perencanaan mereka dengan tampilan nyata.

Koneksi 5G dapat membuka peluang berkembangnya industri cloud gaming. Dengan teknologi ini, pemain gim hanya perlu melakukan streaming gim yang akan dimainkan.

Ying juga menyebut salah satu contoh pemanfaatan 5G di industri 4.0 pada sektor logistik. Pelaku bisnis bisa memanfaatkan koneksi ini dalam memonitor mobilisasi barang di pergudangan atau pabrik. Lantaran jangkauan 5G lebih luas dari WiFi, sehingga pengguna hanya butuh sedikit perangkat. (Iman Suryanto/***)


DomaiNesia

Berita Terkait