Home » INSA Batam: Gandeng Pelindo di Pelabuhan Batu Ampar Apa Akan Menyelesaikan Masalah?

INSA Batam: Gandeng Pelindo di Pelabuhan Batu Ampar Apa Akan Menyelesaikan Masalah?

Ketua Indonesian National Shipowners Association (INSA) Batam, Osman Hasyim
Ketua Indonesian National Shipowners Association (INSA) Batam, Osman Hasyim

IDNNews.id, Batam – Revitalisasi Pelabuhan Batu Ampar yang akan dilakukan oleh tiga konsorsium, yakni Pelindo II, PT Pelindo I dan Persero Batam menimbulkan pertanyaan dari kalangan pengusaha yang tergabung dalam organisasi perkapalan dan pelayaran di Batam. Salah satunya Indonesian National Shipowners Association (INSA) Batam.

Melalui Ketua INSA Batam Osman Hasyim, mereka meminta adanya penjelasan yang kongkrit kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam terkait kerjasama tersebut.

Mengingat, pola kerjasama tersebut apakah akan menyelesaikan masalah yang ada atau tidak. “Mereka (BP Batam,red) harus bisa menjelaskan, dengan bekerjasama dengan Pelindo 2, apaka hal itu akan menyelesaikan permasalah yang ada atau tidak,” jelas Osman saat ditemui awak media di Travelodge Hotel Batam, Jumat (14/2/2020) pagi.

Bahwa Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) ketika itu, tambahnya, mendapatkan banyak laporan yang menyatakan bahwa biaya logistik di Batam itu sangat mahal.

Sehingga Pemerintah Pusat saat itu berpikir, ini harus diselesaikan. Mengingat, yang memberikan masukan ke pusat tidak memahami. Sehingga diambilah suatu kebijakan untuk melibatkan Pelindo 2.

Lalu muncul pertanyan, jika Pelindo masuk apakah biayanya akan semakin murah atau mahal. Sedangkan yang ada sekarang ini saja ada dibilang mahal.

Kemudian, dengan masuknya Pelindo II bisa ngak menjelaskan kepada masyarakat dan industri yang tadinya khawatir karena biaya pengiriman dari Batam ke Singapura.

Jauh lebih mahal biaya ke Singapura atau ke Jepang. Kalau handlingnya nanti sudah masuk, berarti bakal ada peningkatan harga.

“Itu sudah pasti dan bisa digaris bawahi sudah pasti lebih mahal dari sekarang. Mengingat di Belawan dan Priok. Yang saat ini di Batam saja biayanya hanya Rp 1 juta saja dibilang mahal. Bagaimana dengan yang di Belawan dan Tanjung Priok yang saat ini capai Rp 4 juta. Nantinya hal itu akan sama juga dengan yang di Batam,” terangnya.

Baca Juga  Penumpang tujuan Surabaya Diamankan bersama 303 Gram Sabu

Berarti, diprediksi bakal ada kenaikan dua kali lipat. “Dan saya pikir tidak akan jauh berbeda, karena tarif yang akan mereka gunakan di Batam pastinya akan sama juga dengan yang di sana. Jadi persolan kita ini tidak selesai,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, proses revitalisasi Pelabuhan Batu Ampar ke tiga konsorsium, yakni Pelindo II, PT Pelindo I dan Persero Batam, diakui oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam tidaklah mudah.

Mengingat, banyak tekanan yang dirasakan oleh BP Batam ketika pengelolaan Batu Ampar ini akan dilakukan. Salah satunya datang dari Singapura.

Deputi IV/Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam Syahril Japarin dalam jumpa pers dengan awak media di Bida Marketing BP Batam, Rabu (12/2/2020) mengatakan bahwa kerjasama dengan Pelindo untuk pengelolaan dan pembangunan, untuk Batuampar lebih baik.

Akan tetapi, rencana tersebut mendapatkan ragam reaksi dari beberapa pengusaha. Khususnya dari dalam negeri yang ingin menghentikan kegiatan ini.

Ia pun menegaskan, dengan adanya hal ini maka secara langsung menjawab keraguan yang ada.

Dalam kesepakatan disiapkan langkah agar Pelabuhan Batu Ampar menjadi lebih baik. Jika tidak ada kerjasama dengan Pelindo, diyakini Batuampar tidak lebih baik.

“Kalau ini dibiarkan, situasinya bukan akan lebih baik. Tapi malah akan memburuk. Sehingga kita tidak punya daya saing dengan negara tetangga,” ujar Syahril.

Disisi lain, Direktur Utama PT. Pelindo II, Elvyn G Masassya mengatakan, kehadiran mereka di Pelabuhan Batu Ampar guna meningkatkan daya saing, dan tidak ingin dilecehkan oleh Singapura .

Sehingga nantinya, akan memudahkan investor di Batam dalam mengirim barang ke mancanegara.

“Kalau dahulu, jika ingin mengirim barang dari Batam ke Jepang harus mampir dulu ke Singapura. Nantinya sudah tidak lagi, Kita akan bisa mengirim langsung ke Jepang dari Batam. Intinya adalah Kita mengambil ‘Hak’ dari Singapura,” terangnya. (Iman Suryanto)

Baca Juga  Pusat Bebaskan Pajak, Lukita Dinarsyah Tuwo: Kita Tunggu Respon Cepat Pemerintah Daerah

DomaiNesia

Berita Terkait