Home ยป Isdianto Jabat Pelaksana Tugas Gubernur Kepri Pasca-Nurdin Basirun ‘Diciduk’ KPK

Isdianto Jabat Pelaksana Tugas Gubernur Kepri Pasca-Nurdin Basirun ‘Diciduk’ KPK

Wakil Gubernur Kepri Isdianto menjabat Palaksana Tugas Gubernur Kepri

IDNNews.id, Jakarta – Kementerian Dalam Negeri menegaskan Wakil Gubernur Kepulauan Riau secara otomatis menjalankan tugas sebagai pelaksana tugas (Plt) gubernur setelah Nurdin Basirun ditahan.

“Berdasarkan UU Nomor 23/2014 tentang Pemda, Wakil Gubernur diberi amanah melaksanakan tugas sebagai pelaksana tugas (Plt) gubernur jika gubernur ditahan penegak hukum,” kata Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Bachtiar sebagaimana dilansir antara.

Bachtiar menjelaskan Isdianto tidak dilantik sebagai Plt Gubernur Kepri. Hal itu disebabkan proses hukum terhadap kasus gratifikasi yang melibatkan Nurdin Basirun masih berjalan. Kemendagri telah menonaktifkan Nurdin Basirun sebagai Gubernur Kepri.

Wakil Gubernur Kepri Isdianto menjabat Palaksana Tugas Gubernur Kepri
Wakil Gubernur Kepri Isdianto menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri

Pelantikan terhadap Isdianto sebagai Gubernur Kepri dilakukan jika Nurdin dinyatakan bersalah oleh majelis hakim pengadilan, dan putusan itu ditanyakan memiliki kekuatan hukum tetap.

Sebaliknya, Nurdin akan kembali menjabat sebagai Gubernur Kepri jika dinyatakan tidak bersalah oleh majelis hakim yang menangani perkara tersebut.

“Namun secara administrasi, Mendagri menerbitkan surat keputusan agar Isdianto dapat menjalankan tugas sebagai Plt Gubernur Kepri,” katanya.

Isdianto sampai sekarang belum menerima surat keputusan Mendagri tersebut. “Saya masih menjalankan tugas sebagai Wagub sebelum menerima SK tersebut,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Hadi Prabowo menyerahkan surat keterangan penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepulauan Riau. SK diberikan kepada Wakil Gubernur Kepri, Isdianto. Dengan adanya SK tersebut, Isdianto resmi menjadi Plt. Gubernur Kepri.

Isdianto ditetapkan sebagai Plt. Gubernur Kepulauan Riau berdasarkan Surat Keputusan Nomor 121.21/6344/Sekjen tertanggal 12 Juli tahun 2019 yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

KPK Tetapkan Gubernur KepriNurdin Basirun Sebagai Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur KepriNurdin Basirun Sebagai Tersangka

Sekjen Kemendagri, Hadi Prabowo mengatakan sanksi terhadap kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi seharusnya membuat efek jera. Tak hanya itu program pencegahan juga terus dilakukan, namun kembali pada integritas masing-masing kepala daerah.

Baca Juga  Zuryetti: Penggunaan Bahasa Indonesia di Media Massa di Kepri Masuk Dalam Kategori 'Kurang Terkendali'

“Upaya pencegahan sudah terus dilakukan, kita tahu ada hal yang dilarang tapi kan kalau masih dilanggar itu di luar kemampuan kita semua. Sanksi sudah ada juga, kepala daerah kalau sudah ditangkap KPK harusnya jera tapi mungkin tergantung individu dan integritasnya,” kata Hadi.

Penyerahan SK dilakukan di Gedung A, Kementerian Dalam Negeri, Jl. Medan Merdeka Utara Nomor 7, Jakarta Pusat pada Sabtu (13/07/2019).

Sebelumnya, Mendagri Tjahjo Kumolo memastikan roda pemerintahan Kepri tetap berjalan pasca ditetapkannya Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan oleh KPK. Penunjukan Plt. Gubernur dilakukan untuk menjaga keberlangsungan Pemerintah tersebut.

KPK Tetapkan Gubernur KepriNurdin Basirun Sebagai Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur KepriNurdin Basirun Sebagai Tersangka

Sebagaimana diketahui, Nurdin ditangkap KPK dua hari lalu di rumah dinas Gubernur Kepri di Gedung Daerah Tanjungpinang, setelah petugas antikorupsi itu menangkap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri Edy Sofyan, Kabid Perikanan Tangkap DKP Kepri Budi Hartono dan pengusaha bernama Abu Bakar.

Setelah menjalani pemeriksaan KPK di Polres Tanjungpinang pada Rabu malam hingga Kamis pagi, dan Gedung KPK hingga Jumat dini hari, keempatnya ditahan di tempat yang berbeda.

Nurdin ditahan untuk 20 hari pertama di Rutan Klas I cabang KPK (K4), sedangkan Abu Bakar (ABK) ditahan Rutan Klas I Jaktim cabang KPK, Edy Sofyan ditahan di Rutan cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur, dan Budi Hartono di Polres Metro Jakarta Timur. (*/ant/puspen)


DomaiNesia

Berita Terkait