Home » Isi UU Ketenagakerjaan Seperti Undangan Nikah dari Mantan. Pendemo: Sedih dan Kejam

Isi UU Ketenagakerjaan Seperti Undangan Nikah dari Mantan. Pendemo: Sedih dan Kejam

IDNNews.id, Batam – Ribuan pekerja yang tergabung dalam beberapa serikat pekerja di Kota Batam, melakukan aksi unjuk rasa damai di kawasan Batam Center, Selasa (2/10/2019) siang.

Dalam orasinya para pekerja menyuarakan aspirasi mereka terkait tiga tuntutan mereka. Dimana dalam salah satu tuntutan mereka, ada hal yang mereka analogikan sangat sadis dan kejam. Serta diibaratkan sebuah surat undangan pernikahan yang diberikan oleh mantan pacar.

“Kalau teman-teman perhatian di undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan itu, isinya seperti menerim surat undangan pernikahan dari mantan pacar. Isinya sedih, sadis dan sangat kejam. Oleh karena itu, kami menuntut untuk direvisi,” jelas orator.

Mengingat, dalam UU tersebut bagi pekerja perempuan sudah tidak diperbolehkan untuk mengambil cuti haid.

Selain itu, jika UU itu jadi direvisi, adalah ketentuan pemberian pesangon, upah minimum, hingga Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) atau sistem kontrak yang semuanya diusulkan kalangan pengusaha.

Dalam hal ketentuan pesangon, misalnya, kalangan buruh menolak keras usulan perubahan atas masa kerja minimal yang lebih panjang, yakni 9 tahun. Sebab, jika hal tersebut diakomodasi dalam UU, maka gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akan terjadi di mana-mana.

Usulan pengusaha untuk merevisi batas waktu kenaikan upah minimum jadi dua tahun sekali juga dianggap merugikan.

“Alasannya, tiap tahun kebutuhan buruh terus berubah lantaran inflasi kebutuhan pokok meningkat cukup cepat,” terangnya.

Di samping itu, usulan pengusaha untuk merevisi ketentuan kontrak kerja dari 3 tahun menjadi 5 tahun juga ditentang karena tak memberikan kepastian bagi kalangan buruh.

Apalagi pengusaha juga menginginkan adanya perubahan sistem outsourcing dari yang sebelumnya hanya untuk pekerja dasar ke beberapa jenis posisi pekerjaan yang lebih luas.

Baca Juga  Sidak Pasar Induk Jodoh, Amsakar Sebut Revitalisasi Digesa Akhir Oktober 2019

“Tidak ada kepastian untuk jenjang karier, dan PHK sepihak akan dengan mudah dilakukan para pengusaha tanpa ada kompensasi atau pesangon bagi para buruh,” tambah pengunjuk rasa. (Iman Suryanto)


DomaiNesia

Berita Terkait