Home ยป Kadin Ungkap Sulitnya Berusaha di Kepri, Soerya Respationo Suara Hati Pengusaha Harus Diperhatikan

Kadin Ungkap Sulitnya Berusaha di Kepri, Soerya Respationo Suara Hati Pengusaha Harus Diperhatikan

IDNNews.id, Batam – Pasca-dilantik sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) periode 2020-2025, Akhmad Ma’ruf Maulana mengungkapkan beberapa hal yang menjadi kendala dan sangat dirasakan para pengusaha selama ini di Kepri dan Batam.

Hal ini mendapatkan respon dari Soerya Respationo. Dewan penasehat Kadin Kepri ini pun mengungkapkan apa yang diungkapkan oleh Akhmad Ma’ruf Maulana merupakan suara hati para pelaku ekonomi dan tentunya harus didengar.

Seperti birokrasi yang terlalu berbelit-belit, perizinan yang lama dan sebagainya.

“Dan dari semua yang diungkapkan itu, menggambarkan aspirasi dari pelaku ekonomi di Batam dan Kepri saat ini. Dan kiranya, bisa didengar secara langsung oleh pejabat di pemerintahan,” jelas pria yang akrab disapa Romo ini saat ditemui IDNNews.id di Radisson Hotel Batam, Jumat (7/2/2020) .

Dan ia pun sangat berharap Kadin Kepri periode 2020-2025 ini, bisa betul-betul mewujudkan perjuangan pertumbuhan ekonomi Kepri maupun Batam mencapai 7 persen.

“Dan tentunya, untuk mewujudkan hal ini perlu adanya kerjasama berbagai elemen. Baik Pemerintahan, pelaku ekonomi, masyarakat dan stake holder lainnya. Pesan saya untuk seluruh pengurus Kadin Kepri untuk selalu semangat dan pantang menyerah. Kami mendukung,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Kadin Kepri Akhmad Ma’ruf Maulana mengungkapkan Sulitnya beberapa pelayanan publik, dan kebijakan daerah yang pada akhirnya dipandang sangat merugikan dunia investasi.

Diantaranya, pengurusan IMB itu sangat lamban hingga beberapa kebijakan seperti pencabutan izin cut and fill, yang saat ini mematikan sektor usaha terutama usaha di bidang konstruksi.

“Inilah yang saat ini menjadi keluhan para pengusaha dan asosiasi yang tergabung di dalam Kadin Kepri,” jelasnya.

Mengingat, Kepri itu 70 persen pertumbuhan ekonominya berasal dari Batam.

“Dan kami ngin mengawal bagaimana percepatan pelayanan publik itu, bisa dilakukan dengan maksimal,” jelasnya. (Iman Suryanto)


DomaiNesia

Berita Terkait