Home » Kapolri Ingatkan Kerawanan di Pilpres dan Pileg. ‘Pemilu 2019 Memiliki Kompleksitas kerawanan yang Khas’

Kapolri Ingatkan Kerawanan di Pilpres dan Pileg. ‘Pemilu 2019 Memiliki Kompleksitas kerawanan yang Khas’

IDNNews.id, Batam – Disela-sela Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata 2019 di alun-alun Engku Putri Batam Center, Rabu(19/9), Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D. yang dibacakan oleh Kapolda Kepri Inspektur Jenderal Polisi Andap Budhi Revianto, Sik mengatakan bahwa tujuan dari pengecekan ini guna melihat kesiapan personel, sarana dan prasarana sebelum diterjunkan untuk melaksanakan pengamanan. Sehingga pengamanan dapat terselenggara dengan aman, lancar, dan damai.

“Pemilihan Umum dapat dikatakan sebagai penanda utama Demokrasi (The Hallmark Of Democracy), karena masyarakat diajak untuk ikut serta menentukan pemimpinnya pada periode mendatang,” jelas Kapolda.

Dalam kaitan tersebut, tambahya, bangsa Indonesia akan kembali menyelenggarakan pesta Demokrasi Pemilu tahun 2019 yang tahapannya tengah berlangsung saat ini.

Pemilu tahun 2019 memiliki kompleksitas kerawanan dan karakteristik yang khas, karena untuk pertama kalinya Pileg dan Pilpres akan dilaksanakan secara serentak dengan ambang batas parlemen/Parliamentary Threshold sebesar 4%.

Kondisi ini akan menuntut pada adanya upaya maksimal dari masing- masing partai politik dalam berkompetisi secara ketat untuk meraih suara sebanyak-banyaknya.

Tidak hanya untuk memenangkan Pileg dan Pilpres, namun juga agar bisa tetap bertahan/Survive. Dalam kacamata kamtibmas, peningkatan intensitas kegiatan politik ini tentunya dapat memunculkan potensi kerawanan di bidang keamanan.

Di antaranya yang cukup menjadi perhatian bagi Polri adalah pemanfaatan politik identitas, penyebaran isu-isu yang dapat memecah belah persatuan bangsa, serta penyebaran Hoax dan Hate Speech, yang berpotensi menimbulkan konflik sosial di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat.

“Untuk itu, Polri dibantu dengan unsur TNI dan stakeholders terkait lainnya akan menggelar operasi kepolisian terpusat dengan sandi “Mantap Brata 2018”, yang dilaksanakan selama 397 hari, terhitung mulai tanggal 20 September 2018 sampai dengan 21 Oktober 2019, di seluruh wilayah Indonesia dengan melibatkan 272.886 personel Polri,” terangnya.

Baca Juga  Muhammadiyah Mengeluarkan Fatwa Haram Vape

Operasi ini sendiri, diselenggarakan dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif, yang didukung kegiatan intelijen, penegakan hukum, kuratif, dan rehabilitasi melalui penggelaran fungsi-fungsi kepolisian dalam bentuk Satuan Tugas Tingkat Pusat, Tingkat Daerah, dan Tingkat Polres.

“Kembali saya tekankan, bahwa Polri berkomitmen untuk terus bekerja keras guna menjamin penyelenggaraan Pemilu
tahun 2019 agar dapat berjalan dengan aman, lancar, dan damai,” katanya lagi.(*/iman)


DomaiNesia

Berita Terkait