Home ยป Kepala BI Musni : Perekonomian Kepri Mengalami Pemulihan dan Perbaikan

Kepala BI Musni : Perekonomian Kepri Mengalami Pemulihan dan Perbaikan

IDNNews.id, Batam – Menutup akhir tahun 2020, sektor perekonomian di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih terus mengalami perbaikan.

Hal ini terbilang sejalan dengan pemulihan perekonomian global pada Q3 tahun 2020 dimana banyak Negara mulai membaik. Oleh karenanya, perbaikan di tingkat global dan domestik ekonomi Kepri diketahui telah mengalami pemulihan dan telah melewati titik terendahnya.

Dimana perbaikan ekonomi Kepri di Q3-2020, yang didorong oleh konsumsi rumah tangga (RT) yang sejalan dengan meningkatnya pendapatan dan daya beli serta peningkatan realisasi investasi swasta untuk meningkatkan kapasitas produksi maupun akselerasi proyek fisik pemerintah terpantau mengalami pertumbuhan.

Hal tersebut diungkapkan Musni Hardi K Atmaja, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau disela-sela Economic Outlook 2021 pada Selasa (22/12/2020) siang.

Baca Juga  Temui Pelaku Pariwisata, Menparekraf RI Sandiaga Uno Berikan Motivasi

“Meningkatnya aktivitas ekonomi global dan domestik, juga diyakini mendorong perbaikan lapangan usaha pertambangan dan penggalian serta konstruksi. Mengingat, 73,79 persen ekonomi Kepri ditopang Industri Pengolahan, Konstruksi dan kegiatan Pariwisata dengan total penyerapan TK 61.7 persen,” terangnya.

Dan hal ini memunculkan sebuah keoptimisan dimana ekonomi Kepri pada 2021 akan mengalami perubahan yang dipengaruhi oleh sejumlah indikator ekonomi. Dimana hal itu semua menunjukan kearah perbaikan.

Diantaranya, terjadinya pemulihan aktivitas industri di sejumlah negara mitra dagang pasca-pelonggaran kebijakan lockdown/partial lockdown yang mendorong permintaan produk di industri pengolahan di Kepri.

“Indikator lainnya adalah, adanya pelonggaran pembatasan aktivitas sosial yang mendorong kembali beroperasinya pusat-pusat perbelanjaan. Selain itu, adanya Pilkada serentak di wilayah Kepri sehingga turut mendorong konsumsi juga menjadi salah satu indikator pemicu pertumbuhan,” jelasnya.

Baca Juga  Bersampena Ulang Tahun, Kader PDI Perjuangan di Batam Tanam Ribuan Pohon di Nongsa

Disisi Kepariwisatan juga terlihat menunjukan perbaikan. Dimana pariwisata domestik mulai membaik, sejalan dengan peningkatan mobilitas masyarakat dan upaya mendorong implementasi CHSE.

“Untuk itu, Bank Indonesia akan tetap berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam mempercepat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi, dengan membangun sinergi serta optimise dalam upaya pemulihan ekonomi Kepri di 2021,” tegasnya.

Dimomen yang sama, Musni Hardi K Atmaja juga menjabarkan beberapa tantangan yang akan dihadapi Provinsi Kepri pada 2020 dalam sisi ekonomi.

Diantaranya, keterkaitan Industri di Kepri dengan Sumber Daya/Pelaku Usaha Lokal (Local Value Chain) terbilang masih sangat rendah. Dimana mayoritas industri elektronik di Kepri masih bersifat assembly, atau hanya sebagai perakit.

Baca Juga  Tekan Inflasi, Pemko Batam Resmikan Pasar TPID 2 Tanjungriau

Sementara bahan bakunya sebagian besar diperoleh secara impor dengan tenaga kerja, energi dan bahan baku packaging sebagai input lokal.

Sehingga sangat dibutuhkan adanya sinergi yang kuat di antara stakeholder untuk meningkatkan optimisme pemulihan guna mencapai pertumbuhan ekonomi Kepri yang tinggi dan inklusif dalam 5 strategi. Yakni;

  1. Mendorong beroperasinya sektor-sektor produktif dengan penerapan protokol Covid-19 yang disiplin,
  2. Akselerasi belanja pemerintah menjadi lebih awal, agar berdampak signifikan terhadap perekonomian,
  3. Mengoptimalkan pemanfaatan program restrukturisasi kredit bagi pelaku usaha terdampak Covid-19,
  4. Memperkuat sinergi dan komunikasi antara dunia usaha dan lembaga keuangan guna mengurangi asymmetric information.
  5. Mendorong digitalisasi UMKM.

“Lima Strategi ini diharapkan bisa maksimal dan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kepri,” terangnya. (Iman Suryanto)


DomaiNesia