Home » Kepala BP Batam Sebut Bakal ‘Tampung’ Karyawan ATB, Maria: Itu Hak Pegawai Nantinya

Kepala BP Batam Sebut Bakal ‘Tampung’ Karyawan ATB, Maria: Itu Hak Pegawai Nantinya

IDNNews.id, Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam memastikan tidak akan memperpanjang kontrak PT Adhya Tirta Batam (ATB) dalam hal pengelolaan air bersih di Batam.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BP Batam HM Rudi disela-sela jumpa pers dengan awak media di Bida Marketing BP Batam, Kamis (23/1/2020) .

Pada kesempatan tersebut, Kepala BP Batam juga menegaskan bahwa pihaknya bersedia menampung karyawan BP Batam.

Menanggapi hal tersebut, Head of Corporate Secretary ATB Maria Jacobus mengaku menyerahkan semuanya kepada kebijakan masing-masing karyawan di ATB.

Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacob
Head of Corporate Secretary ATB Maria Jacobus

Tercatat ada 588 karyawan yang saat ini bekerja di ATB. Dari jumlah tersebut, 455 diantaranya karyawan tetap dan 133 karyawan kontrak.

“Kami tidak bisa mengatur jalan hidup karyawan ini semua. Jika nantinya mereka memiliki untuk ‘kesana’, ya itu hak mereka nantinya. Sementara untuk hak dan kewajiban karyawan sudah diatur secara internal dan telah ada hitungannya,” jelas Maria saat ditemui awak media di Lantai 7 Adhya Building Sukajadi Batam.

“Ikut projectnya ATB diluar wilayah Batam juga boleh. Tapi harapannya kalau sudah pindah kesana nemurasinya harus lebih baik, fasilitasnya harus lebih baik,” katanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Isu terkait kelanjutan dari pengelolaan air bersih di Kota Batam, yang selama ini dilakukan oleh PT Adhya Tirta Batam (ATB) sedikit demi sedikit terkuak,

Badan Pengusahaan (BP) Batam memutuskan untuk tidak memperpanjang kerjasama atau konsesi dengan ATB di masa yang akan datang.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BP Batam HM Rudi disela-sela jumpa pers dengan awak media di Bida Marketing BP Batam, Kamis (23/1/2020) siang.

Muhammad Rudi

Sebagaimana diketahui, perjanjian konsesi antara ATB dan BP Batam sudah akan berakhir pada November 2020 mendatang.

Baca Juga  Lolos Tahap Pertama, Rian Ernest: Terima Kasih Warga Batam, Batam Butuh Perubahan

“Perjanjian konsesi berakhir pada November 2020, dan tidak akan diperpanjang lagi,” jelasnya Rudi.

Untuk itu, tambahnya, saat ini pihaknya masih menunggu arahan dari Menteri Koordinator Bidang (Menko) Perekonomian Republik Indonesia.

Ia menegaskan, BP Batam siap mengambil alih pengelolaan air di Batam, begitu juga menampung karyawan ATB.

“Keputusan untuk tidak memperpanjang kerjasama dengan ATB, sebenarnya bukan berasal dari dirinya. Akan tetapi, sebelum dirinya menjabat sebagai Kepala BP Batam. Keputusan itu, diambil oleh pejabat yang lama,” jelasnya.

Ketika disinggung apakah nantinya pengelolaan air bersih akan dilakukan oleh BP Batam, Rudi menegaskan belum bisa memberikan kepastian.

“Kita lihat saja nanti. Apakah dikerjasamakan 100 persen atau tidak. Mengingat, sudah ada aturan yang mengatur, bahwa khusus air harus dikelola oleh BUMN, BUMD dan BP Batam,” jelasnya.

Rudi pun menegaskan, sebagai pengganti pejabat yang lama dirinya hanya melanjutkan apa yang diputuskan sebelumnya. Langkah yang diambilnya terkait konsesi air bersih di Batam, yang akan berakhir November 2019 mendatang, menyurati Menko Perekonomian.

“Hari ini saya melanjutkan. Jadi saya lanjutkan penghentian ini. Saya sudah menyurati Menko untuk petunjuk kelanjutan. Dan saat ini masih kita tunggu jawabannya dari Pak Menko,” tegasnya.(Iman Suryanto)


DomaiNesia

Berita Terkait