Home ยป Ketua Apindo Batam: Virus Corona Diprediksi Ancam Sektor Pariwisata dan Ekonomi

Ketua Apindo Batam: Virus Corona Diprediksi Ancam Sektor Pariwisata dan Ekonomi

Doto/Istimewa, Penangan virus Corona
Doto/Istimewa, Penangan virus Corona

IDNNews.id, Batam – Merebaknya virus Corona yang melanda beberapa negara, dipastikan akan memberikan dampak yang signifikan di beberapa. Mulai dari ekonomi, hingga pariwisata. Hal ini bisa terlihat dari menurunnya jumlah wisatawan mancanegara (Wisman) yang berkunjung ke beberapa negara.

Diantaranya wisman asal China maupun pelancong yang pernah berkunjung ke negeri bambu tersebut. Mengingat, sejumlah negara termasuk Indonesia dan Singapura sudah menerapkan pengetatan sistem keamanan negara, untuk wisatawan ataupun pelancong.

Bahkan Singapura menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang melarang kunjungan dari pelancong China, termasuk warga asing yang berkunjung ke China dalam kurun waktu 14 hari ke belakang.

Ketua APINDO Kota Batam Rafki Rasyid
Ketua APINDO Kota Batam Rafki Rasyid

Walhasil, kondisi ini pun sedikit banyak menurunkan angka kunjungan wisatawan mancanegara yang melalui Batam. Salah satunya di Pelabuhan Internasional Batam Center.

Tercatat, angka kunjungan wisman yang ke Batam dari Singapura dan Malaysia diketahui mencapai 6.000 orang dalam satu harinya. Dan 10 ribu untuk Sabtu dan Minggu setiap di momen-momen normalnya.

Kini, jumlah tersebut merosot hingga mencapai 1.000 orang per hari di Sabtu hingga Jumat atau hari normalnya. Dan 5.000 ribu orang dai Sabtu dan Minggu. Kondisi ini pun, menjadi perhatian serius bagi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam.

Melalui Ketuanya, Rafki Rasyid mengatakan bahwa merosotnya angka kunjungan wisman ini menjadi sebuah ‘pukulan’ berat untuk dunia pariwisata. Mengingat, isu Virus Corona ini belum bisa dipastiakan akan berhenti atau selesainya.

Sehingga Masyarakat dari berbagai negara yanga akan berwisata ke luar negeri memilih untuk menunda perjalanan mereka hingga waktu yang belum ditentukan.

Doto/Istimewa, Penangan virus Corona
Foto/Istimewa

“Jadi akan sangat terasa penurunan aktivitas di sektor ini,” terang Rafki Rasyid saat dihubungi IDNNews.id melalui pesan singkat elektroniknya, Senin (3/2/2020) siang.

Namun untuk perekonomian secara keseluruhan, tambahnya, sektor pariwisata memiliki kontribusi relatif lebih kecil terhadap perekonomian Batam. Sehingga dampaknya tidak begitu besar.

“Yang kita khawatirkan, justru ada perlambatan ekonomi yang dialami oleh Singapura,” tegasnya.

Dimana perlambatan ini, dipastikan akan memiliki dampak yang cukup besar terhadap perekonomian di Batam. Ditambah dengan turunnya permintaan dari China, akibat virus Corona.

Sehingga, dikhawatirkan akan menyebabkan penurunan permintaan terhadap barang-brang manufaktur dari Batam. Jika ini terjadi, maka perekonomian Batam akan sangat terpukul.

Istimewa/Antara
Istimewa/Antara

“Kita khawatirkan juga, akan terjadinya PHK besar besaran jika permintaan dari pasar global terhadap barang manufaktur dari Batam menurun.

Untuk itu, Pemerintah harus bisa mengambil langkah langkah antisipatif baik yang bersifat pemberian insentif fiskal maupun non fiskal,” terangnya.

Sementara untuk proyek pemerintah kiranya harus direalisasikan di awal tahun. Dan jangan dikerjakan di tengah tahun seperti yang sudah sudah.

“Hal ini ditujukan untuk mengimbangi penurunan aktivitas ekonomi swasta akibat ancaman isu virus Corona,” terangnya. (Iman Suryanto)


DomaiNesia

Berita Terkait