Home » Ketua DPD RI: Kembalikan Kejayaan Batam dan Kepri Harus Berpikir ‘Out of The Box’

Ketua DPD RI: Kembalikan Kejayaan Batam dan Kepri Harus Berpikir ‘Out of The Box’

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti
AA LaNyalla Mahmud Mattalitti

IDNNews.id, Batam – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia La Nyalla Mahmud Mattalitti menegaskan, wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) merupakan salah satu daerah yang mendapatkan limpahan rahmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Mengingat, letaknya geograifnya yang sangat strategis sehingga sangat cocok untuk dijadikan sebagai etalase bangsa. Sekaligus memungkinkan untuk dikembangkan menjadi pintu depan aktivitas ekonomi dan perdagangan dengan negara-negara tetangga.

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti
AA LaNyalla Mahmud Mattalitti

“Letaknya yang strategis sangat memungkinkan untuk dikembangkan menjadi etalase bangsa. Akan tetapi, kenyatannya pertumbuhan ekonomi di Kepri khususnya Kota Batam yang pernah berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional sekarang berada di bawah nasional,” terang La Nyalla Mahmud Mattalitti disela-sela pelantikan pengurus Kadin Kepri di Radisson Hotel Batam, Rabu (6/2/2020) malam.

Dimana Industri di Batam ‘loyo’, galangan kapal sepi bahkan banyak juga yang sudah dialihkan dan dijual. Dan hal ini, tambahnya, tentu tidak bisa diatasi dengan hanya peran dari Pemerintah saja.

Akan tetapi, juga harus mulai berpikir ‘out of the box’, dan mencari formulasi apa saja yang bisa mengembalikan kejayaan Batam.

“kami di DPD RI, akan menyerap aspirasi dan berusaha membantu mewujudkan aspirasi tersebut. Untuk itu, tahun ini DPD RI sudah mengajukan rancangan undang-undang (RUU) tentang pengelolaan kawasan perbatasaan negara dan wilayah kepulauan. Dan kami dari DPD ingin wilayah perbatasan seperti Kepri dikembangkan menjadi pintu gerbang aktivitas ekonomi dan perdagangan dengan negara-negara di perbatasan. Sekaligus sebagai proyek prioritas strategis nasional nantinya,” terangnya.

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti
AA LaNyalla Mahmud Mattalitti

Ia juga membeberkan, bahwa Indonesia saat ini masih sangat membutuhkan pengusaha atau entrepreneur. Dimana jumlah minimum pengusaha di Indonesia, seharusnya adalah 4 persen dari populasi penduduk namun hari ini jumlahnya masih di bawah 3 persen.

Baca Juga  Deputy Gubernur: BI Kepri Diharapkan Jadi Mitra Strategis bagi Pemerintah Daerah

Dan bandingkan dengan Singapura yang memiliki 7 persen, Malaysia 5 persen, Thailand 3 persen, Jepang 10 persen dan Amerika Serikat di angka 12 persen.

“Sekali lagi, Indonesia masih sangat jauh tertinggal untuk mencapai angka 4 persen. Dan dibutuhkan sekitar 6 juta pengusaha baru. Mudah-mudahan sebagian dari pengusaha baru itu, diantaranya akan lahir dari Provinsi Kepri. Untuk itu dibutuhkan langkah-langkah kongkrit untuk membangkitkan kembali kejayaan Kepri,” terangnya. (Iman Suryanto)


DomaiNesia

Berita Terkait