Home ยป Ketua Fraksi PDIP DPRD Minta BP Batam Benahi Permasalahan Tingginya Tagihan Air Pelanggan PT Moya Indonesia

Ketua Fraksi PDIP DPRD Minta BP Batam Benahi Permasalahan Tingginya Tagihan Air Pelanggan PT Moya Indonesia

Putra Yustisi Respaty
Putra Yustisi Respaty

IDNNews.id, Batam – Melonjaknya tagihan air pelanggan hingga mencapai angka fantastik, mendapatkan sorotan ‘tajam’ dari berbagai pihak. Mengingat, tagihan air PT Moya Indonesia tersebut menimbulkan keresahan warga, khususnya dalam masa pandemi Covid-19 saat ini.

“Sudahlah ekonomi terpuruk akibat Covid-19, ini ada pula permasalahan yang membuat warga resah,” Jelas Anggota Komisi II DPRD Kota Batam Putra Yustisi Respaty saat ditemui awak media, Kamis (7/1/2021) pagi.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batam ini juga meminta agar Badan Pengusahaan (BP) Batam dan PT Moya Indonesia bisa menyelesaikan permasalahan ini.

Mengingat, hal ini semua masuk dalam kategori hajat hidup orang banyak. Sehingga harus mendapatkan perhatian lebih.

Baca Juga  Respon Frank Lampard Setelah Dipecat Chelsea
Putra Yustisi Respaty
Putra Yustisi Respaty

“Yang mengeluh tingginya tagihan air ini saja tidak 1 atau 2 orang saja. Tapi sudah banyak yang mengeluhkan tagihan airnya melonjak. Untuk itu, kita minta kepada mereka (PT Moya Indonesia,red) agar bisa profesional dalam bekerja. Kasihan warga yang mengalami hal ini. Jangan sampai ada ‘sesuatu warga dikorbankan,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ekspresi kecewa terlihat dengan jelas dari wajah Anggota Komisi 1 DPRD Kota Batam pada Kamis (7/1/2021) pagi. Hal in disebabkan, urung dilaksanakannya rapat dengar pendapat (RDP) dengan mengundang Badan Pengusahaan (BP) Batam dan pengelola air bersih masa transisi di Batam, PT Moya Indonesia.

“BP Batam sudah mengirimkan surat kepada kita (DPRD Batam,red) agar kiranya bisa dilakukan penjadwalan ulang RDP. Sementara itu, PT Moya Indonesia justru tidak memberikan kabar terkait ketidakhadirannya dalam RDP,’ jelas Ketu Komisi 1 DPRD Kota Batam Budi Mardiyanto.

Baca Juga  Pertama di Batam, ASITA Kepri Gelar Batam Treasure Hunt

Padahal, tambahnya, DPRD Batam juga sudah mengirimkan surat yang disampaikan BP Batam kepada DPRD Kota Batam, yang juga ditembuskan untuk PT Moya Indonesia.

“Kita positif thinking aja, mudah-mudahan nanti kita jadwalkan lagi, beliau-beliau bisa hadir,” tambah Budi.

Anggota Komisi 1 DPRD Batam Utusan Sarumaha
Anggota Komisi 1 DPRD Batam Utusan Sarumaha

Sementara itu, Anggota Komisi 1 DPRD Kota Batam Utusan Sarumaha sangat menyayangkan ketidakhadiran dari PT Moya Indonesia dalam RDP tersebut. Mengingat, RDP yang membahas terkait tingginya tagihan air pelanggan di Batam ini terbilang sangat penting.

Seharusnya selama dua bulan mengelola air bersih di Batam ini, PT Moya Indonesia harus menunjukan kinerjanya yang baik. Bukan malah sebaliknya.

Dan hal ini juga menjadi pertimbangan tersendiri dari masyarakat dan bisa saja menjadi sebuah evaluasi kedepannya apakah nantinya kinerja PT Moya Indonesia kedepannya akan dilanjutkan atau tidak.

Baca Juga  SPBE Pemerintah Kota Batam Masuk Kategori Baik

“Kami melihat kinerja yang sudah ditunjukkan oleh PT Moya ini , secara tidak langsung telah melunturkan kepercayaan publik. Mestinya di masa dua bulan mengelola air bersih ini, bisa menunjukkan kinerja yang maksimal dan profesional. sehingga PT Moya ini bisa satu level dengan ATB,” jelasnya. (Iman Suryanto)


DomaiNesia