Home » Korupsi Dana Desa, Bendahara Nagari Talang Babungo Solok Langsung Dijebloskan ke Penjara

Korupsi Dana Desa, Bendahara Nagari Talang Babungo Solok Langsung Dijebloskan ke Penjara

IDNNews.id, Solok – Diduga menyelewengka dana Desa hingga Rp 800 Juta lebih, seorang warga menjalani proses hukum yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Solok, Sumatera Barat.

Perempuan yang diketahui bernama Darmiatis (48) dan sehari-hari bertugas sebagai Bendahara Nagari Talang Babungo, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok ini langsung dijebloskan ke dalam penjara oleh petugas di Lapas Kelas II.B Laing, Kota Solok, Rabu (14/8/2019) siang.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kejaksaan Negeri Solok, Muhammad Anshar Wahyudin, saat ditemui awak media menuturkan kasus dugaan korupsi dana desa yang menyeret Bendahara Nagari ini, dari hasil pemeriksaan, terhadap banyaknya kejanggalan dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan menggunakan dana nagari pada tahun anggaran 2018 di Nagari Talang Babungo.

Sebelumnya Muhammad Anshar Wahyudin, menyebutkan pihaknya juga telah menahan Walinagari setempat, Zulfatriadi pada bulan Juli lalu, dimana dalam dugaan itu, dari sembilan item kegiatan yang dianggarkan, dua diantaranya tidak dikerjakan dan satu lainnya hanya setengah jalan. Sementara uangnya tetap ditarik sesuai dengan yang telah dianggarkan.

“Dana Sisa Lebih penggunaan Anggaran (Silpa) yang semestinya disimpan di rekening nagari, ternyata kosong dan tidak bisa ditunjukkan dalam bentuk tunai. Kemudian penggunaan anggaran pembangunan yang tidak sesuai peruntukan serta pajak yang tidak disetorkan ke negara. Dari dugaan penyelewengan ini ditaksir potensi kerugian negara sekitar Rp 800 juta lebih,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan sebelum dilakukan penahanan Walinagari Zulfatriadi, dirinya juga sempat beberapa kali tidak memenuhi panggilan dan pada akhirnya ia sendiri secara koperatif datang ditemani anaknya memenuhi panggilan itu.

Usai diperiksa sebagai saksi, Zulfatriadi ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 2 Ayat 1 Jo Pasal 18 Ayat 1 huruf b, ayat 2 dan 3 Undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana diubah dengan Undang-undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang RI nomor 31 tahun tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Baca Juga  Yusup Maulana Mana, Pria 'Bertangan Dingin' di Perhotelan dan Pariwisata Indonesia Tapaki Indonesia Timur

Saat ini kedua tersangka di titipkan di Lapas Kelas II B Solok hingga dilakukan pelimpahan berkas sidang ke Pengadilan Tipikor Padang.(Nofri Guntala)


DomaiNesia

Berita Terkait