Home » Korupsi Pembangunan Monumen Bahasa Melayu, Arifin Nasir Cs Terancam Hukuman Maksimal 20 Tahun

Korupsi Pembangunan Monumen Bahasa Melayu, Arifin Nasir Cs Terancam Hukuman Maksimal 20 Tahun

IDNNews.id, Batam – Ditreskrimsus Polda Kepri mengungkap kasus tindak pidana korupsi pada Belanja Modal pengadaan konstruksi bangunan Monumen Bahasa Melayu tahap II, antara PT. Sumber Tenaga Baru dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri yang menggunakan dana APBD Tahun Anggaran 2014.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs Erlangga didampingi Wadirreskrimsus AKBP Nugroho S.IK, mengatakan, berdasarkan hasil penyidikan oleh Ditreskrimsus Polda Kepri diketahui bahwa kasus Tindak Pidana Korupsi Monumen Bahasa Melayu Tahap II, diawali pada Senin (16/6/2014), telah di tandatangani surat perjanjian untuk melaksanakan pekerjaan belanja modal pengadaan kontruksi bangunan Monumen Bahasa Melayu tahap II Nomor : 010/SP–PPK/Disbud/VI/2017 antara tersangka Arifin Nasir alias AN, dengan tersangka inisial Y.

Baca Juga  Ditreskrimsus Polda Kepri: Ketersedian Sembako Aman. Ada Kenaikan Harga, Tapi Masih Wajar

Adapun total nilai kontrak adalah sebesar Rp.12.585.555.000. Dimana kontrak kerja tersebut, berlaku sejak 16 juni 2014 sampai dengan tanggal 12 Desember 2014.

Dimana paket pekerjaan belanja modal pengadaan konstruksi bangunan Monumen Bahasa Melayu tahap II, mulai dari perencanaan pelaksanaan sampai dengan pembayaran, bertentangan dengan perpres No. 54 tahun 2010 dan perubahannya tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Dimana peran dari masing-masing tersangka, tersangka AN mengetahui dan menyetujui pengalihan pelaksanaan pekerjaan utama kepada pihak lain. Dan sebagai PPK, tidak melakukan tugas pokok dan kewenangannya untuk mengendalikan pelaksanaan kontrak,” jelas Erlangga.

Sementara tersangka Y, penyedia barang telah mengalihkan pelaksanaan pekerjaan utama kepada tersangka MY, dengan cara meminjamkan PT Sumber Tenaga Baru dan mendapat fee sebesar 3 persen atau sejumlah Rp66.634.245.

Baca Juga  Yamaha XSR 155 Matte Green, Penuhi Lifestyle Berkendara Wanderlust Nature

Namun kenyataannya, tersangka MY tidak melaksanakan pekerjaan sesuai kontrak. Dimana progres pekerjaannya dibawah mutu beton K 250 atau tidak sesuai dengan spek.

Akibat dari perbuatannya, para tersangka negara telah dirugikan sebesar Rp2.219.634.245, sebagaimana tersebut dalam laporan hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara BPKP perwakilan Provinsi Kepulauan Riau.

Foto/Istimewa, Kondisi pembangunan Monuman Bahasa Melayu

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal UU RI No. 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 tahun 2001 tentang Pembersantasan Tindak Pidana Korupsi, Pasal 2 ayat (1): Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain, atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun denda paling sedikit Rp.200.000.000. Dan paling banyak Rp. 1.000.000.000.

Baca Juga  Libur Lebaran, Saatnya ke di HARRIS Resort Barelang. 'Banyak Promo Loh'
Foto/Istimewa, Kondisi pembangunan Monuman Bahasa Melayu

Dan Pasal 3, Setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun denda paling sedikit Rp.50.000.000. (Iman)


DomaiNesia