Home » KPU Batam Lantik 55 Relawan Demokrasi

KPU Batam Lantik 55 Relawan Demokrasi

IDNNews.id, Batam – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam mengukuhkan 55 masyarakat yang berasal dari berbagai lapisan, sebagai Relawan Demokrasi (Relasi).

Hal ini sebagai bentuk upaya pemerintah untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada pemilu pada 17 April 2019 mendatang.

Ketua KPU Kota Batam, Syahrul Huda mengatakan target pemerintah dalam kontestasi politik ini sebesar 77 persen dari jumlah pemilih, dimana kecenderungannya terus turun sejak tahun 1999 angka partisipasi pemilih sebanyak 92 persen, tahun 2004 sebanyak 84 persen, pemilu 2009 sebanyak 71 persen, dan semakin menurun pada pemilu 2014 yakni 73 persen.

BACA: Relawan Demokrasi Kab Solok Dibekali Bimtek Oleh KPU Setempat

“Penyebabnya, masyarakat jenuh dengan pemilu, ketidakluasan karena tidak ada perbaikan kualitas hidup dan melemahnya kesadaran masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga  Enam Hotel TAUZIA Group Raih Sertifikat CHSE dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Syahrul Huda juga melanjutkan para relawan Demokrasi harus meninggalkan latar belakang yang berhubungan dengan pemilu, tidak boleh memposisikan diri sebagai agen ganda.

Relawan harus bersikap independen, memberlakukan seluruh peserta pemilu secara adil dan setara.

“Jadi jangan sampai relawan ini yang sudah menjadi mitra kerja KPU Batam, kemudian sampai ke masyarakat itu yang disampaikan bukan persoalan pemilunya, namun persoalan siapa yang dimenangkan, ini kan bahaya. Ini tidak benar. Pergerakan relawan demokrasi juga dibatasi oleh kode etik. Jadi kalau melanggar sebuah aturan maka secara otomatis akan diatur oleh kode etik,” Jelas Syahrul Huda, usai pelantikan di I Hotel Batam, Senin (28/1/2019).

BACA: KPU Batam: Belum Ada Caleg Serahkan LHKPN

Syahrul Huda menegaskan, jika relawan melanggar kode etik maka KPU akan melakukan pemecatan.

Baca Juga  Satrol Lantamal IV Gelar Latihan VBSS di Perairan Tanjung Uban

Meskipun tidak ada sanksi pidana namun akan mengakibatkan preseden buruk kedepannya akibat persoalan integritas.

Syahrul mengingatkan, ditengah situasi politik hari ini, relawan tidak boleh terbawa arus karena tugas terpenting relawan untuk meyakinkan masyarakat bahwa pemilu diselenggarakan dengan bermartabat dan berintegritas, kemudian mengajak masyarakat un menggunakan hak konstitusionalnya.

Pembentukan Relawan Demokrasi (Relasi) ini sudah diatur dalam peraturan KPU (PKPU) KPU RI Nomor 32/PP.08-SD/06/KPU/I/2019 tanggal 9 Januari 2019 tentang Pembentukan Relawan Demokrasi Pemilu Serentak Tahun 2019.(*)


DomaiNesia