Home » Lukita Dinarsyah Tuwo: Proses Revitalisasi Pasar Induk Jodoh harus Lebih ‘Memanusiakan’ Pedagang dan Berkeadilan

Lukita Dinarsyah Tuwo: Proses Revitalisasi Pasar Induk Jodoh harus Lebih ‘Memanusiakan’ Pedagang dan Berkeadilan

IDNNews/Iman Suryanto, Aksi Unjuk Rasa yang dilakukan oleh para pedagang korban penggusuran Pasar Induk Jodoh di pintu masuk Gedung Pemko Batam beberapa waktu lalu.

IDNNews.id, Batam – Aksi ratusan massa yang tergabung dalam persatuan pedagang Pasar Induk Jodoh, dengan mendatangi Kantor Pemerintah Kota Batam, guna mempertanyakan status mereka yang menjadi korban revitalisasi mendapatkan perhatian dari Lukita Dinarsyah Tuwo.

Mantan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam ini saat dihubungi IDNNews.id, Senin (11/11/2019) pagi mengaku sangat prihatin dan sedih atas apa yang telah dialami oleh para pedagang.

Namun demikian, ia berpendapat apa yang terjadi tersebut akibat proses yang kurang pas atau tidak benar. Meski apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Batam memiliki tujuan baik. yakni merevitalisasi Pasar Induk Jodoh menjadi sebuah tempat yang ideal dan pas untuk para pedagang berjualan nantinya.

“Pada dasarnya, pembangunan adalah proses yang sistematis dan terencana untuk mencapai tujuan yang lebih baik. Bagi saya, pembangunan itu harus ‘memanusiakan’ manusia. Bahkan saya memandang proses pembangunan sama pentingnya dengan tujuannya. Proses tidak boleh semena-mena” jelas mantan Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Wamen PPN)/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Waka Bappenas) dalam Kabinet Indonesia Bersatu II.

Lukita Dinarsyah Tuwo
Lukita Dinarsyah Tuwo

Terkait pembangunan Pasar Induk Jodoh yang kemudian ada aksi demo oleh para pedagang,tambahnya, dirinya melihat bahwa tujuan Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam melakukan revitalisasi adalah agar pasar induk lebih baik.

Khususnya untuk kemudian melancarkan distribusi dan mengendalikan harga bahan-bahan pokok di Batam.

Sayangnya tujuan yang baik itu menjadi tercoreng karena proses yang saya lihat tidak benar. Terbukti dengan adanya ketidakpuasan berujung demo dari para pedagang di sana.

“Nah dalam konteks proses tersebut, menjadi sangat penting disini, kita belajar dari pengalaman pak Jokowi saat beliau menjadi Wali Kota Solo. Cara beliau memindahkan para PKL di sana sungguh membuat saya sangat kagum,” jelasnya.

Baca Juga  Kembangkan Sektor Ini, Pemkab Anambas Datangi Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri

Dimaan beliau begitu sabar berdialog dengan para pedagang, hingga 54 kali. sembari makan siang. Sebelum akhirnya para pedagang tersebut rela di relokasi ke tempat yang baru.

“Cara ini sesungguhnya harus juga dilakukan di Batam. Bagi saya, para pedagang itu hanya perlu diajak berkomunikasi dan berdialog. Pemimpin daerah harus mau duduk bersama, tidak diwakilkan kepada Kepala Dinasnya. Lebih baik lagi ini dilakukan dalam posisi lesehan, untuk mendengarkan keluhan dan kekhawatiran masyarakatnya” jelasnya.

IDNNews/Iman Suryanto, Aksi Unjuk Rasa yang dilakukan oleh para pedagang korban penggusuran Pasar Induk Jodoh di pintu masuk Gedung Pemko Batam beberapa waktu lalu.
IDNNews/Iman Suryanto, Aksi Unjuk Rasa yang dilakukan oleh para pedagang korban penggusuran Pasar Induk Jodoh di pintu masuk Gedung Pemko Batam beberapa waktu lalu.

Dengan duduk bersama dan mendengarkan suara-suara dari akar rumput, berkali-kali, jelasnya lagi, akan diperoleh dua sisi positif. Yakni pemimpin daerah bisa tahu dan paham apa-apa saja yang menjadi pemikiran dan permintaan para pedagang terkait revitalisasi.

Kemudian, Pemerintah Daerah juga bisa menyampaikan dengan baik apa-apa saja kebijakan dan posisinya, sehingga akhirnya harus merelokasi para pedagang untuk sementara waktu. Mungkin, dalam pertemuan pertama belum berjalan dengan baik.

Akan tetapi bisa dilakukan dalam beberapa kali pertemuan hingga menghasilkan apa yang diinginkan dari kedua belah pihak. Setiap Kepala Daerah mempunyai alokasi APBD untuk menjamu tamu-tamu penting.

Daripada dana tersebut tersita untuk menjamu para tamu secara mewah, sebagian besar dana tersebut akan saya gunakan untuk berdialog dan mendengarkan keluhan dan kebutuhan masyarakat

“Dan menurut saya, tertunda tidak apa-apa. Pembangunan itu memang proses yang membutuhkan waktu. Kita harus sabar, hingga para pedagang menjadi paham dan mengerti. Sambil, kita terus jelaskan bahwa yang dilakukan ini, untuk membuat para pedagang menjadi lebih baik lagi,” jelasnya.

IDNNews/Iman Suryanto, Aksi Unjuk Rasa yang dilakukan oleh para pedagang korban penggusuran Pasar Induk Jodoh di pintu masuk Gedung Pemko Batam beberapa waktu lalu.
IDNNews/Iman Suryanto, Aksi Unjuk Rasa yang dilakukan oleh para pedagang korban penggusuran Pasar Induk Jodoh di pintu masuk Gedung Pemko Batam beberapa waktu lalu.

Saat bersamaan, solusi terbaik ditawarkan bagi para pedagang. Seperti memberikan prioritas kepada para pedagang yang ada di sana untuk relokasi ke tempat yang strategis secara gratis atau tidak dipungut bayaran.

Baca Juga  Hendra/Ahsan Melaju ke Babak Semifinal Indonesia Masters 2020

Kecuali tentunya, membayar retribusi yang resmi kepada Pemerintah Daerah. Dalam rangka menjaga dan memelihara kebersihan dan kelayakan pasar itu sendiri. Hal yang sama ditawarkan kepada pedagang, bahwa saat selesai renovasi, maka mereka juga mendapatkan prioritas untuk mendapatkan tempat terlebih dahulu, dengan biaya yang murah.

Di sini artinya kita berpihak kepada ekonomi rakyat, ekonomi yang dinikmati dan menjadi hajat hidup banyak pihak.

“Jadi sekali lagi, akan lebih baik jika komunikasi tetap dilaksanakan secara langsung oleh pimpinan daerah. Saya yakin ada hal-hal yang dianggap kurang pas dan memunculkan beberapa penolakan. Seperti yang terlihat dalam aksi-aksi para pedagang beberapa waktu lalu. Mudahan-mudahan, permasalahan para pedagang pasar induk jodoh ini bisa terselesaikan dengan baik. Dan bisa mengakomodir kepentingan kedua belah pihak. Baik pedagang maupun pemerintah kota (masyarakat lainnya),” jelasnya.

Ia pun berharap Batam memiliki pasar induk yang bisa memenuhi semua kebutuhan bahan pokok masyarakatnya, sehingga akhirnya harga kebutuhan hidup bisa ditekan kenaikkannya.

IDNNews/Iman Suryanto, Aksi Unjuk Rasa yang dilakukan oleh para pedagang korban penggusuran Pasar Induk Jodoh di pintu masuk Gedung Pemko Batam beberapa waktu lalu.
IDNNews/Iman Suryanto, Aksi Unjuk Rasa yang dilakukan oleh para pedagang korban penggusuran Pasar Induk Jodoh di pintu masuk DPRD Batam beberapa waktu lalu.

“Harapan saya dalam waktu mendatang ada solusi yang terbaik, khususnya untuk para pelaku ekonomi rakyat yang mengalami penggusuran. Supaya para pedagang bisa tetap berdagang di tempat yang strategis, sambil menunggu pembangunan pasar induk selesai dibangun oleh Pemerintah Daerah. Semoga di tahun-tahun mendatang, Batam maju kotanya, bahagia rakyatnya. Batam Bahagia Mendunia. Salam bahagia dari Lukita Dinarsyah Tuwo,” tutupnya.

Sebagaimana diberitakan, Presiden RI Joko Widodo telah menyetujui proses hibah aset barang milik negara (BMN) yang dikelola BP Batam kepada Pemerintah Kota Batam pada Kamis (17/5/2018).

Aset tahap pertama yang sudah disetujui proses hibah adalah bangunan dan lahan kantor Wali Kota Batam, bangunan dan lahan Masjid Agung Batam di Batam Center, Masjid Baiturrahman di Sekupang, Pasar Induk Jodoh dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur.

Baca Juga  Jaga Perairan Indonesia, Komisi I DPR RI Nilai Perlu Adanya Penambahan Alutsista Khusus

Berdasarkan hasil tim verifikasi kepresidenan, total nilai perolehan aset tersebut sebesar Rp 196 miliar. Aset-aset tersebut mesti mendapat persetujuan dari presiden ketika akan dihibahkan. Lantaran besaran nilainya masing-masing di atas Rp 10 miliar.

Setelah proses hibah aset tahap pertama selesai, dilanjutkan dengan hibah aset tahap ke dua dan berikutnya.

IDNNews/Iman Suryanto, Aksi Unjuk Rasa yang dilakukan oleh para pedagang korban penggusuran Pasar Induk Jodoh di pintu masuk Gedung Pemko Batam beberapa waktu lalu.
IDNNews/Iman Suryanto, Aksi Unjuk Rasa yang dilakukan oleh para pedagang korban penggusuran Pasar Induk Jodoh di pintu masuk Gedung Pemko Batam beberapa waktu lalu.

Aset tahap ke dua mencakup bangunan puskesmas, gedung Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, gedung Dinas Kesehatan, alun-alun Engku Putri Batam Center, rumah dinas Pemko di Kartini, Sekupang.

Kemudian Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Sei Temiang dan Nongsa, stadion di Sei Harapan dan kawasan perkemahan Raja Ali Kelana di Punggur. Di samping itu juga masih dalam proses ada hibah aset 669 ruas jalan di Kota Batam. (Iman Suryanto)


DomaiNesia

Berita Terkait