Home » Malam Solidaritas untuk Korban Bencana, Erick Thohir: Hati Jokowi Ada di Rakyat

Malam Solidaritas untuk Korban Bencana, Erick Thohir: Hati Jokowi Ada di Rakyat

Ada sajadah panjang terbentang

dari kaki buaian

sampai ke tepi kuburan hamba
kuburan hamba bila mati…”

Bait pertama lagu ‘Sajadah Panjang’ yang dinyanyikan Samsudin Hardjakusumah alias Sam Bimbo, menjadi refleksi bersama atas musibah yang sedang menimpa korban bencana di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah.

Lagu ciptaan Bimbo tahun 1984 dengan lirik dari puisi sastrawan Taufik Ismail ini, seakan mengajak 500 orang yang hadir di acara ‘Kita Hadir untuk NTB dan Sulteng’ untuk menyelaraskan hati berdoa kepada Yang Maha Kuasa.

Rabu(17/10) malam, Tim Kampanye Nasional pasangan Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin (TKN Jokowi-Amin) menggelar malam solidaritas untuk korban bencana di NTB dan Sulteng di Gedung Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail, Jakarta.

Acara yang dikemas dalam bentuk doa dan ekspresi seni budaya tersebut, terbilang disengaja guna menumbuhkan simpati sekaligus memotivasi para korban bencana agar segera bangkit.

“Doa dan dukungan nyata menjadi hal yang sangat penting dan dibutuhkan untuk korban bencana,” kata Ketua TKN Jokowi-Amin, Erick Thohir.

Baca Juga  Jalin Kerja Sama dengan BAZNAS, Kepala BP Batam: Bantu Sesama Melalui Zakat

Erick juga menegaskan, besarnya perhatian Jokowi pada korban bencana di NTB dan Sulteng.

“Presiden Jokowi dalam rentang satu minggu sudah beberapa kali terbang ke Sulawesi Tengah untuk memastikan peran pemerintah memberikan pelayanan dengan baik. Hati Jokowi ada di rakyat,” kata Erick.

Khusus pada bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Barat, Presiden Jokowi tercatat sudah tiga kali ke Lombok dan Sumbawa pascagempa pertama terjadi. Ditambah kedatangan pada Kamis, 18 Oktober 2018, merupakan kunjungan keempat Presiden Jokowi ke NTB dalam tiga bulan terakhir.

 

Pada momen tersebut, juga diputarkan kondisi daerah terdampak bencana melalui di layar lebar. Hal ini pun membuat hadirin seperti merasakan langsung situasi bencana di Palu dan Lombok.

Melalui tayangan video tersebut, KH Ma’ruf Amin hadir mengutip Al Quran Surat At Taubah:51, “Qul la yusibana illa ma kataballahu lana, tidak menimpa kami kecuali apa yang ditetapkan dan ditakdirkan oleh Allah SWT. Karena itu, terimalah ujian dan cobaan ini dengan rasa ikhlas.”

Baca Juga  Ajang UMKM Uji Kurasi, BI Gandeng Pemda Gelar Gebyar Melayu Pesisir

Ma’ruf Amin mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak sekadar berbelasungkawa, tapi membantu dengan apa yang kita miliki.

“Mudah-mudahan sumbangan kita memberikan harapan dan semangat agar saudara dan anak-anak kita bisa tumbuh kembali sebagai bangsa yang tegar,” ungkap Ma’ruf yang kemudian memimpin doa agar warga NTB dan Sulteng kuat menghadapi ujian ini.

Selain Bimbo, malam ekspresi bertajuk ‘Doa Merajut Rasa Kemanusiaan Melalui Seni dan Budaya’ juga menghadirkan Christine Hakim yang membacakan puisi ‘Makna Sebuah Titipan’ karya WS Rendra.

Selain itu, penyanyi seriosa muda Putri Ayu Silaen yang membawakan dua lagu Ebiet G. Ade, pembacaan sajak ‘Selalu Hidup’ karya Sutan Takdir Alisjahbana oleh Deddy Mizwar, serta penampilan Endah Laras, dan pemain harpa Ussy Pieters.

Optimisme kebangkian Indonesia melewati badai bencana ditutup dengan lagu ‘Indonesia Jaya’ serta ‘Tanah Airku’ yang dibawakan sang ‘macan festival’ Harvey Malaiholo.

Baca Juga  Atasi Kebakaran Hutan, Komisi III DPRD Kepri Apresiasi Kinerja Tim Gabungan

“Walaupun di acara ini tidak ada penggalangan dana secara langsung, namun bagi siapa saja yang ingin memberikan sumbangan bagi korban bencana di NTB dan Sulteng dapat mengirimkannya melalui beberapa nomor rekening yang ada,” kata Direktur Program dan Kampanye TKN Aria Bima.

Malam ekspresi solidaritas ini dihadiri Sekretaris TKN Hasto Kristianto, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PPP Romahurmuziy, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang, Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono, Ketua Umum PSI Grace Natalie dan beberapa Menteri Kabinet Kerja seperti Menko PMK Puan Maharani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sosial Agus Gumiwang, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy serta Menteri Desa Eko Putro Sandjojo.(*/isu)


DomaiNesia