Home » Masuk Top Three Destinasi di Indonesia, Menpar Arief Yahya Berikan Perhatian Lebih untuk Kepri

Masuk Top Three Destinasi di Indonesia, Menpar Arief Yahya Berikan Perhatian Lebih untuk Kepri

Menteri Pariwisata Arief Yahya disela-sela kunjungan kerjanya dan Kick Off Pengusulan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Batam di Pulau Pengelap, Kepri Koral, Rabu(16/10/2019) pagi.

IDNNews.id, Batam – Masuknya Provinsi Kepri dalam top three destinasi pariwisata di Indonesia membuat Kementerian Pariwisata memberikan perhatian lebih kepada Kepri.

Mengingat, posisi Kepri dalam tingkat kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) setelah Bali dan DKI Jakarta tak bisa dibilang cukup mudah. Mengingat, kontribusinya cukup besar dalam angka kunjungan wisman di Indonesia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya disela-sela kunjungan kerjanya dan Kick Off Pengusulan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Batam di Pulau Pengelap, Kepri Koral, Rabu(16/10/2019) pagi. IDNNews/Iman Suryanto

Bali memiliki kontribusinya mencapai 40 persen, disusul DKI Jakarta dengan nilai 30 persen dan Kepri, kontribusinya sudah tingkat nasional dengan jumlah kunjungan wisman mencapai 20 persen.

Dan hal ini bisa dilihat dari angka kunjungan wisman pada tahun 2018 lalu yang jumlahnya mencapai 2,6 juta. Angka itu terbilang tinggi sekali dibandingkan daerah lainnya.

“Jadi sangat wajar kenapa saya memberikan perhatian lebih untuk Kepri. Itu ada alasannya. Memang harus diperhatikan. Salah satunya melalui program Hot Deals,” jelas Menteri Pariwisata Arief Yahya disela-sela kunjungan kerjanya dan Kick Off Pengusulan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Batam di Pulau Pengelap, Kepri Koral, Rabu(16/10/2019) pagi.

Hot deals sendiri adalah, tambahnya, sebuah program yang memberikan diskon yang cukup besar ketika low season, sehingga bisa menarik angka kunjungan wisman lebih besar.

“Mengingat Provinsi Kepri itu, seperti Tourism Resort lainnya. Dimana ketika working days, occupationnya turun, namun ketika weekend angka kunjungannya terbilang cukup tinggi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya disela-sela kunjungan kerjanya dan Kick Off Pengusulan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Batam di Pulau Pengelap, Kepri Koral, Rabu(16/10/2019) pagi.
Menteri Pariwisata Arief Yahya disela-sela kunjungan kerjanya dan Kick Off Pengusulan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Batam di Pulau Pengelap, Kepri Koral, Rabu(16/10/2019) pagi. IDNNews/Iman Suryanto

Dan dengan adanya hot deals ini, secara tidak langsung membuat pertumbuhan Kepri semakin kuat. Dimana tahun lalu 2018, pertumbuhannya saja mencapai 25 persen,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya sangat berharap adanya semacam ‘memancing ikan di kolam milik tetangga’. Dimana akan menjadikan Singapura dan Malaysia sebagai hub pariwisata.

“Istilah saya itu, menjaring di kolam ikan orang lain.Dan untuk Kepri sendiri, menurut saya sangat cocok. Jadi nantinya ada semacam country manager dari Kepri yang akan bekerja di Singapura dan Malaysia. Dengan ini, maka diharapkan Kepri bisa menjadi top Three destinasi pariwisata nasional,”jelasnya. (Iman Suryanto)

Baca Juga  Peringati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, BP Batam Hadirkan Ustadz Derry Sulaiman

DomaiNesia

Berita Terkait