Home ยป Meski Pandemi, Pengamat Politik: Dalam Jumlah Partisipasi, Pilkada 2020 Lebih Baik

Meski Pandemi, Pengamat Politik: Dalam Jumlah Partisipasi, Pilkada 2020 Lebih Baik

Ketua STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang Endri Sanopaka, S.Sos., MPM
Ketua STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang Endri Sanopaka, S.Sos., MPM

IDNNews.id, Batam – Meski dilaksanakan dalam pandemi Covid-19, pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Provinsi Kepri terbilang lebih baik dibandingkan Pilkada di tahun-tahun sebelumnya.

Hal tersebut diungkapkan Pengamat Politik dari STISIPOL Raja Haji Endri Sanopaka, S.Sos., MPM, saat dihubungi IDNNews.id, Senin (14/12/2020) pagi.

Pria berkacamata ini juga menegaskan bahwa dirinya belum melihat data secara final terkait partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya di Pilkada, akan tetapi hingga saat ini dirinya melihat ada sekitar 60 hingga 63 persen jumlah pemilih yang sudah menggunakan hak pilihnya di Pilkada 2020.

Ketua STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang Endri Sanopaka, S.Sos., MPM
Ketua STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang Endri Sanopaka, S.Sos., MPM

“Dan persentase ini, terbilang lebih baik jika dibandingkan pada Pilkada di tahun sebelumnya yang berkisar 50-60 persen pemilih. Terlebih lagi, jika melihat saat ini di seluruh Indonesia dan Dunia tengah dalam masa pandemi Covid-19,” terang Endri Sanopaka.

Baca Juga  Bersampena Ulang Tahun, Kader PDI Perjuangan di Batam Tanam Ribuan Pohon di Nongsa

Jadi, tambahnya, dengan jumlah partisipan sekitar 60-63 persen tersebut sudah masuk dalam kategori lebih baik.

Meski jumlah ini juga masuk dalam kategori tidak lebih baik dari Pileg dan Pilpres di 2019 lalu, yang jumlahnya hampir 80 persenan lebih.

Tapi memang kondisinya yang sangat beda. Mengingat, tensi politik saat di Pileg dan Pilpres itu kan berbarengan.

Selain itu, Pileg itu kan menyangkut pada emosional pemilih dengan calonnya. Sehingga mobilisasi calon terhadap para pemilihnya cukup tinggi.

“Namun sangat berbeda dengan Pilkada, dimana kedekatan emosional antara calon Kepala Daerah dengan pemilih itu kan tidak dekat. Paling dengan hanya tim sukses saja. Sehingga mobilisasinya tidak maksimal pada pileg,” terangnya.

Baca Juga  Pandemi Covid-19 Sebabkan Lalulintas Angkutan Udara di Bandara Hang Nadim Batam Menurun

Dan hal ini, tambahnya, juga bisa dilihat dari jumlah pemilih pada Partai Politik dengan pemilih pada Pilkada yang berdasarkan partai pengusung. Dimana hal tersebut terkadang sering kali tidak pernah lurus.

Hasil perolehan suara di TPS 04 Duta Mas, dimana Calon Gubernur Kepri HM Soerya Respationo menggunakan hak suaranya
Hasil perolehan suara di TPS 04 Duta Mas, dimana Calon Gubernur Kepri HM Soerya Respationo menggunakan hak suaranya

“Pada saat pileg, satu partai ada yang mencapai suara yang cukup maksimal. Bahkan itu suara pada satu caleg saja. Namun kenyataannya di Pilkada, calon yang diusung oleh partai yang bersangkutan malah suaranya di bawah suara calegnya,” tegasnya.

Dan itu menunjukan bahwa sebenarnya tergantung dari mobilisasi dari pasangan calon juga. Dan memang ini memang problemnya klasik.

“Namun secara keseluruhan, pilkada kali ini cukup baik dalam hal jumlah partisipannya. Terlebih lagi dalam pandemi ini,” jelasnya. (Iman Suryanto)


DomaiNesia