Home » Miliki Gaji Rp2,5 Juta per Bulan Bisa Miliki Rumah KPR dengan Hanya DP 1 Persen? Begini Caranya

Miliki Gaji Rp2,5 Juta per Bulan Bisa Miliki Rumah KPR dengan Hanya DP 1 Persen? Begini Caranya

IDNNews.id – Pengembang memberikan tawaran down payment (DP) atau uang muka murah untuk menarik pembeli, terutama kaum milenial yang belum atau hendak berkeluarga.

Salah pengembang di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat ini membantu milenial untuk memiliki hunian dengan cara memberikan syarat DP hanya 1 persen.

Salah satu sales Permata Nusa Indah Cibitung dalam Indonesia Property Expo 2018 di Jakarta Convention Centre (JCC), Adit, mengatakan rumah dengan tipe 22/60 dan fasilitas satu kamar tidur ini dilepas mulai harga Rp 148 juta.

Angkringan Tengah Sungai Ini Buat Warga Berbondong-bondong ke Banyu Biru

Dengan DP 1 persen yang diberikan, pembeli hanya perlu membayar Rp 1,5 juta saja. Itupun digunakan untuk booking fee.

Bagaimana syarat untuk mendapatkan rumah murah ini?

Baca Juga  Diduga Lakukan Pemerkosaan, Pasutri di Amankan Sat Reskrim Polres Bukittinggi

Adit menjelaskan, ada tiga syarat yang wajib dipenuhi calon pembeli rumah ini. Pertama, belum punya rumah. Itu artinya, rumah yang akan dibeli di Cibitung adalah rumah pertama si calon pembeli.

Karena itu, untuk membuktikannya, calon pembeli perlu menyerahkan surat keterangan dari RT atau keluarahan tempat dia tinggal sebelumnya.

30 Warga Alami Luka Pasca-diterjang Tornado Berkecepatan 200 Km/jam

Syarat kedua, gaji yang dimiliki si pembeli diukur. Minimal gaji per bulannya Rp 2,5 juta dan maksimal Rp 4 juta. Di atas Rp 4 juta, si calon pembeli dianggap mampu untuk membeli rumah tipe lain di atas tipe 22 yang lebih mahal.

“Dengan bawa NPWP, KTP, dan SPT. Jadi buat yang di atas Rp 4 juta kami anggap mampu beli rumah tipe lain di atas ini. Jadi enggak bisa,” kata dia kepada kumparan di JCC, Jakarta, Minggu (23/9).

Baca Juga  Diduga Lakukan Pemerkosaan, Pasutri di Amankan Sat Reskrim Polres Bukittinggi

Syarat ketiga, lanjut Adit, adalah tidak punya pinjaman dan kartu kredit. Kalaupun punya cicilan semisal motor, Adit bilang, bank akan mempertimbangkannya dengan melihat jejak rekam cicilannya lancar atau macet. Kalau cicilannya lancar, kemungkinan lolos Kredir Kepemilikan Rumah (KPR) lebih besar.

“Syarat lainnya seperti rekening gaji 3 bulan terakhir, sertifikat kerja, SK pengangkatan karyawan, materai 3 lembar. Kurang lebih seperti itu,” kata dia.

Tipe rumah ini, kata Adit, juga dekat dengan Stasiun Cibitung. Jadi, sangat ideal buat pekerja di Jakarta.

Ini Formasi Tim Kampanye Lengkap Capres dan Cawapres 2019

Uang muka Rp 1,5 juta itu belum termasuk surat-surat legalitas seperti BPHTB (Pajak Pembeli) hingga sertifikat hak milik (SHM). Untuk BPHTB, pembeli dibebankan biaya Rp 4,42 juta. Sedangkan TUM, SHM, IPL sekitar Rp 3,07 juta. Total dana sendiri yang dikeluarkan di luar DP sebesar Rp 9 juta.

Baca Juga  Diduga Lakukan Pemerkosaan, Pasutri di Amankan Sat Reskrim Polres Bukittinggi

“Ini bisa dicicil sampai 3 kali sampai akhir tahun,” jelas dia.

Sementara tenor untuk cicilannya, pembeli bisa memilih 10 hingga 20 tahun. Untuk tenor 10 tahun, cicilan per bulannya Rp 1,54 juta. Lalu untuk tenor 15 tahun, cicilan Rp 1,14 juta per bulan dan tenor 20 tahun cicilannya Rp 956 ribu per bulan. Semua cicilan dengan bunga flat 5 persen. (*)


DomaiNesia