Home » Minyak Hitam Cemari Perairan Batam, Dewan Kepri Risau. ‘Sektor Pariwisata Bakal Terdampak’

Minyak Hitam Cemari Perairan Batam, Dewan Kepri Risau. ‘Sektor Pariwisata Bakal Terdampak’

IDNNews.id, Batam – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Herman Rozie mengaku telah melakukan pengecekan terkait tumpahan minyak di perairan Belakangpadang, Batam, Provinsi Kepri, Minggu (17/11/2019).

Dari hasil pengecekannya tersebut, pencemaran minyak hitam terlihat hingga ke pesisir pantai. Bahkan dirinya mengaku sudah mengambil sampel minyak yang mencemari perairan tersebut.

Namun demikian, pihaknya belum dapat menemukan sumber dan penyebab tercemarnya perairan yang menganggu aktifitas masyarakat sekitar tersebut.

“Kita sudah turun dan melihat kondisi perairan yang tercemar. Saat ini, sampel telah kita ambil untuk dilakukan pengecekan jenis minyak yang mencemari perairan,” jelasnya saat dihubungi awak media, Senin (18/11/2019).

Pihaknya mengaku, permasalahan minyak hitam ini selalu datang setiap tahunnya. Dan sangat mengancam biota laut, serta masyarakat Belakangpadang.

Foto/Istimewa

Dimana dalam pantauan limbah minyak tersebut bahkan menempel di beberapa rumah panggung, yang berada di kawasan pelabuhan dan pasar.

“Padahal ini sudah menjadi pembahasan kita setiap tahunnya bersama tim daerah dan Menko Maritim, kita sendiri menyayangkan adanya peristiwa ini,” tuturnya.

Sebelumnya, kondisi yang sama juga dialami oleh beberapa pantai yang ada di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Di antaranya, Kabupaten Bintan mulai dari pantai Sebong Pereh sampai mencemari pantai di kawasan Pariwisata Lagoi di awal tahun 2019.

Kehadiran limbah minyak hitam ini diketahui oleh nelayan-nelayan Desa Sebong Pereh menjelang air laut surut.

“Kami perkirakan limbah minyak hitam datang pada dinihari atau saat puncak air laut pasang,” ujar Andri, salah satu nelayan Desa Sebong Pereh.

Pencemaran ini, kata Andri, tidak hanya mengotori pesisir pantai saja. Tetapi juga mengganggu aktifitas para nelayan mencari ikan. Karena limbah itu lengket dengan jaring dan pompong nelayan bahkan banyak ikan yang mati.

Baca Juga  Jelang Rekomendasi PDIP terkait Pilkada 2020, Lukita Dinarsyah Tuwi: Saya Optimis

“Bisa dilihat sendiri, pompong dan jaring kami kotor dan lengket dengan limbah itu. Ikan juga banyak yang mati,” katanya.

Warga setempat, Sandi mengaku baru melihat keberadaan limbah minyak hitam itu pada pagi hari. Di saat itu dia mencium bau menyengat lalu ditelusurinya.

Foto/Istimewa

“Ternyata dari minyak limbah hitam di sepanjang pantai ini,” sebutnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kepri Widiastadi Nugroho mengaku pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh adanya minyak hitam atau sludge oil di Perairan Provinsi Kepri, menjadi perhatian serius pihaknya.

Mengingat, selain berdampak pada lingkungan, kondisi ini juga dikhawatirkan bakal mengganggu dunia pariwisata khususnya wisata Bahari.

“Kondisi ini sedikit banyak dipastikan akan mengganggu dunia pariwisata. Mengingat wilayah pantai adalah salah satu wilayah andalan kita dalam menggaet wisatawan,” Jelas Widiastadi Nugroho.

“Ini yang kami khawatirkan, karena wisata di Kepri ini khususnya wilayah pantai dan perairan menjadi destinasi andalan. Kalau sampai tercemar oleh tumpahan minyak, ini akan merusak daya tarik,” tambah politisi PDI Perjuangan ini.

Foto/Istimewa

Karenanya, tambahnya, ia tidak ingin pencemaran ini akan menurunkan citra dari pariwisata di Kepri yang tengah gencar-gencarnya melakukan berbagai kegiatan dan promo untuk menarik wisatawan mancanegara.

“Dan dalam waktu dekat, kami akan turun dan melakukan sidak ke sana mas,” jelasnya. (GTR/Iman Suryanto)


DomaiNesia

Berita Terkait