Home » N92, Masker yang Tepat untuk Cegah Virus Corona

N92, Masker yang Tepat untuk Cegah Virus Corona

Ilustrasi Masker N95
Ilustrasi Masker N95

IDNNews.id, Jakarta – Fenomena virus corona yang merebak di Cina masih menjadi perbincangan hangat. Kekhawatiran pun terus muncul akan penyebaran virus yang belum ditemukan vaksinnya sebagaimana seperti dikutip dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Oleh karena itu, WHO menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan langkah pencegahan agar terhindari dari virus tersebut. Caranya adalah dengan proteksi diri yang tepat.

Sebagaimana dikutip dari lamaan halo dok, Diketahui bahwa jenis virus corona yang muncul di Wuhan, Cina pada akhir tahun lalu ini, merupakan jenis baru yang memiliki nama lain novel corona virus (nCoV).

Ilustrasi Masker N95
Ilustrasi Masker N95

Virus ini konon menyerang sistem pernapasan sehingga ciri umum yang muncul pada pengidap awalnya mirip dengan flu.

Apabila ditemukan seorang yang terduga mengidap virus corona, maka tindakan medis yang dilakukan adalah menempatkan orang tersebut dalam ruang isolasi.

Hal ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan agar tidak menularkan virus ke orang lain.

Pada gejala awal akan diberikan obat batuk, demam, dan flu serta asupan sehat yang bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh pengidapnya.

Apabila daya tahan tubuh lemah akan lebih rentan terhadap virus sehingga penting untuk menjaga tubuh menjadi fit kembali.

Lain halnya apabila virus telah menunjukkan pengaruh pada paru-paru sehingga menimbulkan pneumonia.

Seorang yang ada pada tahap ini harus diinfus untuk agar tidak dehidrasi dan dipantau kondisi kesehatannya terus menerus. Pada kasus yang fatal, virus ini bisa memengaruhi sistem pernapasan sehingga menjadi sulit bernafas.

Ilustrasi Masker N95
Ilustrasi Masker N95

Karena belum ditemukan vaksin yang tepat untuk mencegah virus corona, maka penting untuk mulai memproteksi diri sendiri. Selain menjaga kebersihan, disarankan untuk menggunakan masker.

Terutama jika kamu mengalami gejala demam, batuk, dan flu setelah kembali dari daerah yang terkena wabah virus corona. Bukan sembarang masker, ada jenis masker yang disarankan untuk digunakan yaitu masker bedah (surgical mask) dan masker N95.

Baca Juga  KPK: Persoalan Lahan di Batam Seperti 'Benang Kusut'

Masker N95 merupakan jenis masker yang didesain untuk mencegah 95 persen partikel baik besar maupun kecil yang mengandung virus di udara. Umumnya, masker N95 ini digunakan oleh orang yang bekerja atau meneliti di sekitar zat berbahaya atau saat menangani asap akibat kebakaran hutan.

Perlu diketahui bahwa penggunaaan N95 pun tidak boleh sembarangan. Bagi sebagian orang, penggunaan masker ini dianggap tidak nyaman karena terlalu ketat sehingga membuat sulit bernafas dengan baik.

Saat menggunakan masker N95, hidung dan mulut akan tertutupi rapat untuk mencegah adanya celah udara yang mengandung virus masuk.

Oleh karena itu, apabila seseorang menggunakan masker N95 ini dan tetap merasa nyaman saat bernafas maka dipastikan pemakaian masker ini salah.

Meskipun masker N95 tampaknya memiliki keunggulan perlindungan dibandingkan masker bedah dalam pengaturan laboratorium.

Ilustrasi Masker N95
Ilustrasi Masker N95

Dikutip dari jurnal National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine, data meta-analisis dalam dalam penelitian tersebut menunjukkan bahwa ada data yang tidak cukup untuk menentukan secara pasti apakah masker N95 lebih unggul daripada masker bedah dalam melindungi pekerja perawatan kesehatan terhadap infeksi pernapasan akut yang menular di pengaturan klinis.

Sehingga, keduanya tetap layak digunakan untuk mencegah penularan virus.(*/berbagai sumber)


DomaiNesia