Home » Nyanyang Haris: Pengelolaan Air Bersih di Batam tidak Mudah, Harus Dilakukan oleh Profesional

Nyanyang Haris: Pengelolaan Air Bersih di Batam tidak Mudah, Harus Dilakukan oleh Profesional

IDNNews.id, Batam – Bakal berakhirnya perjanjian konsesi pengelolan air bersih yang saat ini dipegang oleh PT Adhya Tirta Batam (ATB), kiranya menjadi perhatian juga anggota DPRD Provinsi Kepri dari Partai Gerindra, Nyanyang Haris Pratamura.

Bahkan politisi Gerindra ini menegaskan agar pengelolaan air bersih pasca-berakhirnya konsesi ATB dan BP Batam, harus dilakukan oleh pihak ke tiga.

“Kami meminta BP Batam bisa menggandeng pihak ketiga ataupun masih bersama ATB. Mengingat, pengelolaan air bersih di Batam bukan perkara mudah. Harus dilakukan oleh profesional,” jelas Nyanyang aat dihubungi awak media, Rabu(5/2/2020) siang.

Ia pun mengaku sangat ragu, jika pengelolaan air bersih dilakukan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam sendiri.

“Kalau konsesi diberikan langsung ke BP, saya kira tidak akan mampu. Untuk itu, BP Batam harus ada pendampingan dari ATB atau pihak lain. Kita ingin ada sinergi antara BP dan pihak lain,”jelasnya.

Diingatkan Nyanyang, pengelolaan dan distribusi air di Batam, bukan persoalan mudah. Pengelolaan air lebih sulit dibanding mengelola bandara dan pelabuhan.

Jika pengelolaan pelabuhan bisa dikerjasamakan dengan pihak ketiga, dalam hal ini Pelindo. Dan bandara disiapkan juga untuk dikelola pihak ketiga. Sementara akan lain, jika berbicara soal pengelolaan air.

“Jadi harus ada pendampingan dari ATB atau yang lain. Ini kan masalah pelayanan langsung ke masyarakat. Kita tidak meminta ATB diperpanjang. Jadi harus ada pihak lain sebagai mitra BP untuk mengelola air ini,” beber dia.

Meski perjanjian konsesi air bersih, bukan ranah DPRD Kepri. Namun sebagai wakil rakyat, penting juga perhatian dewan, karena dampak kelangsungan pengelolaan air di Batam kedepan.

“Ini semua menyangkut masyarakat banyak. Memang bukan ranah kita, tapi dari masyarakat sebagai pengguna atau pelanggan air bersih, kita tidak ingin ada masalah dengan distribusi air nanti,” tegas dia.

Baca Juga  Danlantamal IV Terima Kunjungan Kerja Direktur KPLP Ditjen Hubla

Diingatkan, tidak hanya BP dan pemerintah pusat, namun pihaknya dan warga harus bicara, bagaimana pengelolaan air kedepan. (*)


DomaiNesia

Berita Terkait