Home ยป OPINI: Bukankah Pilkada Merupakan ‘Pesta’ Demokrasi?

OPINI: Bukankah Pilkada Merupakan ‘Pesta’ Demokrasi?

Atanasius Dula, S.A.P
Atanasius Dula, S.A.P

Oleh: Atanasius Dula, S.A.P
Sekretaris Kerukunan Keluarga Lembata Batam

Euforia menyongsong Pemilihan umum daerah (Pilkada) di tengah kubangan pandemi kian riuh. Masing-masing tim yang mengemban tugas untuk menyukseskan pasangan calon, seakan beradu cepat menyibak labirin pandemi, menyapa konstituen dengan aneka trik maupun intrik, demi menarik minat pemilih.

Parpol dan kandidat calon cenderung hanya disibukkan dengan persoalan sistematika pelaksanaan Pilkada maupun hal-hal yang dianggap akan mempengaruhi perolehan suara kemenangan kandidat calon yang diusungnya.

Sementara fokus dan perhatian partai lebih pada pemenangan pasangan calon, ketimbang benar-benar menyiapkan para kandidat yang layak, bersih, dan memiliki kualifikasi yang diperlukan sebagai pemimpin daerah.

Fenomena ini sebenarnya tidak asing bagi publik, karena menjadi menu yang selalu disajikan setiap lima tahunan.

Baca Juga  Wujudkan Pilkada yang Jujur dan Berintegritas, KPK Bekali Calon Kepala Daerah dengan Hal Ini

Namun demikian, bila publik tidak diingatkan untuk membaca tanda-tanda ini dengan jeli, lantas menyadarinya, maka hakekat Pilkada akan mengalami degradasi makna, substansi demokrasi akan tergerus, karena yang disuguhkan hanyalah histeria untuk saling menjual pasangan calon, minim literasi dan edukasi tentang Pilkada itu sendiri.


DomaiNesia

Berita Terkait