OPINI: Bukankah Pilkada Merupakan ‘Pesta’ Demokrasi?

Atanasius Dula, S.A.P
Atanasius Dula, S.A.P

Banalitas ruang publik menjelang pilkada ini telah disinyalir oleh Yudi Latif dalam tulisannya ”Tersesat dalam Pesta Demokrasi” yang dimuat di Media Indonesia,17 Maret 2014.

Atanasius Dula, S.A.P
Atanasius Dula, S.A.P

Beliau menekankan bahwa ketika uang menjadi bahasa politik, Suara bisa dibeli dan dimanipulasi, Idealisme pemilih dirobohkan, otoritas Komisi Pemilihan Umum dihancurkan, dan ketika nilai-nilai idealisme publik tidak memiliki saluran efektif, nilai-nilai kepentingan investor mendikte kebijakan politik; maka nilai integritas Negara yang demokratis mengalami degradasi, dan output dari pilkada tidak ada daulat rakyatnya, tapi daulat partai, sehingga cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat, jauh dari harapan.

Untuk itu Yudi mengusulkan agar adanya kesadaran kritis di tubuh partai politik untuk mencari pola strategi yang ideal, dalam rangka memberikan pendidikan politik kepada publik, bahwa bagaimana memilih kepalah daerah yang ideal.

Baca Juga  Rekomendasi HP Xiomi untuk Abadikan Momen Lebaran

Tentunya strategi itu tidak hanya dilakukan saat menjelang Pilkada saja, tetapi sudah harus dilakukan secara reguler jauh sebelum pelaksanaan pilkada dimulai.


DomaiNesia