OPINI: Bukankah Pilkada Merupakan ‘Pesta’ Demokrasi?

Atanasius Dula, S.A.P
Atanasius Dula, S.A.P

Sebuah Ajakan

Menyambut pesta demokrasi Pilkada Serentak Tahun 2020, seyogyanya Pilkada serentak dapat menjadi pintu masuk membangun demokrasi yang berkualitas. Pilkada yang demokratis senantiasa diupayakan agar pelaksanaannya efektif, efisien dan menghasilkan pemimpin-pemimpin di daerah yang representatif bagi kepentingan rakyat di daerah yang dipimpinnya.

Memang, ini pekerjaan berat dan kompleks. Tak hanya KPU Pusat dan KPU di daerah sebagai penyelenggara, dan lembaga pengawas Pemilu yang bertanggungjawab untuk mewujudkan demokrasi yang berkualitas.

Para kandidat, partai politik pengusung, dan masyarakat juga memiliki andil untuk mewujudkan Pilkada yang demokratis, jujur dan adil, yang mampu menghasilkan figur-figur kepala daerah yang bersih dan memiliki kecakapan untuk memimpin serta membangun daerah ke depan.

Baca Juga  Yamaha XSR 155 Matte Green, Penuhi Lifestyle Berkendara Wanderlust Nature

Profesionalitas dari KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara Pilkada maupun peran aktif dari Parpol dan kandidat calon Kepala Daerah terhadap para konstituennya sangat diharapkan, agar memberikan pemahaman bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif menyambut Pilkada Serentak, sehingga dapat menekan potensi Golput yang hingga saat ini masih relatif tinggi dan merupakan preseden buruk dalam pelaksanaan Pemilu.

Mari berpolitik santun di tengah pandemi Covid 19 ini. (***)

NB: Ini adalah kolom OPINI, Isi diluar tanggungjawab REDAKSI


DomaiNesia