OPINI: Jangan Punggungi Laut Mu - IDNNews
Home ยป OPINI: Jangan Punggungi Laut Mu

OPINI: Jangan Punggungi Laut Mu

Atanasius Dula, S.A.P
Atanasius Dula, S.A.P

Menggali Potensi Laut Lewat Visi SINERGI
Oleh: Atanasius Dula, S.A.P
Pengamat Sosial – Tinggal di Kota Batam

Salah satu ajang yang ditunggu publik cerdas dalam perhelatan pilkada, adalah membaca arah pembangunan daerah lima tahun mendatang melalui pemaparan Visi misi pasangan calon, yang akan bertarung dalam perhelatan pilkada.

Melalui program kerja yang tertuang dalam visi misi itulah, publik dapat menakar kemampuan para kandidat, dalam mengelaborasi potensi kekayaan alam sebuah daerah, yang bila dimanfaatkan dengan bijaksana, akan mendatangkan keuntungan dan mensejahterakan masyarakat yang ada di daerah itu sendiri.

Tulisan ini mencoba mengupas pikiran visioner pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur provinsi Kepri nomor urut 1, yang mengusung slogan SINERGI (Soerya – Iman Energi Kepri), yang telah memaparkan visi misinya di hadapan anggota DPRD Provinsi Kepri dalam rapat paripurna, pada tanggal 12 Oktober 2020 yang silam, bersama pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur lainnya.

Dalam mukadimah visinya, pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Kepri nomor urut 1 ini, mendeskripsikan wilayah Kepulauan Riau yang notabene memiliki posisi geografis kelautan yang strategis, terbentang dari selat Malaka sampai dengan laut (Natuna) Cina Selatan, dan berbatasan langsung dengan Vietnam, Malaysia, Kamboja dan Singapore, yang konon dijadikan sebagai lalulintas perdagangan dunia.

Atanasius Dula, S.A.P
Atanasius Dula, S.A.P

Dalam pemaparan Visi misi tersebut, pasangan Soerya – Imam menguraikan Provinsi Kepri memiliki luas wilayah 251.810 km, di mana 96% diantaranya merupakan lautan dan 4% berupa daratan yang di rangkai oleh 2.408 pulau, dengan garis pantai sepanjang 2.367,6 km.

Fakta geografis Kepri ini, seharusnya menjadi sumber daya potensial, yang apabila dikelola secara baik, bukan saja akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga mampu memberdayakan masyarakat pesisir dalam meningkatkan taraf hidup, dan keluar dari kemelut kemiskinan, akibat pola pemanfaatan sumberdaya kelautan yang masih tradisional.

Kepulauan Riau (Kepri) sebagai provinsi yang memiliki wilayahlautan lebih luas daripada daratannya ini merupakan salah satupropinsi wilayah maritim yang ada diIndonesia bagian barat.

Sebagai wilayahmaritim, sudah saatnya Kepri juga menggarap sektor industri maritim lainnya,seperti: industri transportasi perhubungan laut, pariwisata bahari,perikanan tangkap, pertambangandan energi.

Potensi alam laut inimerupakan andalan kekayaan yangdimilki Kepri dalam menjawab tantangan perkenomian berbasis maritim. Dengan potensi ini, Provinsi Kepri dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat, khususnya masyarakat pesisir yang selama ini masih termarjinalkan.

Menyadari potensi sumber daya alam yang dimilikinya itu, Soerya – Imam, menegaskan dalam visinya bahwa Kepri memerlukan formulasi pengelolaan kemaritiman yang tepat, untuk mencapai kesejahteraan masyarakat secara nyata dan merata.

Baca Juga  Soerya Respationo Ingatkan Caleg PDI Perjuangan di Karimun untuk 'Jaga' dan Perhatikan Kundur

Hal ini menjadi penting, mengingat wilayah Kepri yang menjadi etalase maritim Indonesia di wilayah Barat, memang harus memberi kontribusi dan pengaruh signifikan serta memberi manfaat bagi masyarakat Kepri juga masyarakat Indonesia umumnya.

Mulai Dari Pendidikan

Kendati memiliki sumberdaya kemaritiman yang kaya, namun untuk mengelola sumberdaya alam di Kepri ini, dibutuhkan sumberdaya manusia yang memiliki kemampuan, keahlian dan ketangkasan yang mumpuni, guna mengelola sumberdaya kelautan Kepri, yang pada gilirannya membawa kesejahteraan bagi masyarakat Kepri. Hal ini sangat disadari oleh calon Gubernur dan calon wakil Gubernur provinsi Kepri nomor urut 1.

Bagi Soerya – Iman, orientasi pembangunan sumberdaya manusia yang dirumuskan dalam poin misi pertama pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Kepri nomor urut 1 ini, memberi sinyalemen bahwa pendidikan kita memang cenderung memunggungi laut.

Kesan tersebut masih nampak hingga saat ini, kendati pemerintah mulai bergerak untuk memperbaiki pendidikan kemaritiman di negeri ini, khususnya untuk pendidikan vokasi.

Merujuk pada skala Pendidikan Nasional, SMK Kemaritiman adalah salah satu dari empat program prioritas disamping SMK Ketahanan Pangan, SMK Pariwisata, dan SMK Industri Kreatif.

Saat ini, SMK Kemaritiman memiliki empat spektrum keahlian bidang kemaritiman yaitu pelayaran kapal penangkap ikan, pelayaran kapal niaga, perikanan, dan pengolahan hasil perikanan.

Di Indonesia ada 13.816 SMK Kemaritiman yang terdiri dari 663 SMK Kelautan dan 273 SMK Perikanan dengan total siswa sebanyak 10.269 (Anggi Afriansyah, Peneliti Sosiologi Pendidikan di Pusat Penelitian Kependudukan LIPI.Dimuat di Harian Daring Sindonews pada Jumat, 24 Agustus 2018).

Namun, yang menjadi persoalan, jika merujuk pada data analisis peluang kebutuhan kerja untuk lulusan SMK yang dirilis Direktorat PSMK Kemdikbud (2017), untuk bidang keahlian perikanan dan kelautan pada 2016 hanya ada 17.249 lulusan.

Padahal ada 3,3 juta peluang dan kebutuhan tenaga kerja di sektor tersebut. Artinya masih ada kekurangan yang amat besar untuk kebutuhan tenaga kerja sektor ini.

Permasalahan lainnya, kurikulum SMK yang ada saat ini memang cenderung diarahkan untuk memenuhi kebutuhan global. Tak mengherankan jika setiap tahun, perusahaan-perusahaan asing langsung merekrut lulusan SMK yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Daya tarik jaminan kesejahteraan dari perusahaan-perusahaan asing tersebut tentu saja memikat lulusan SMK. Mereka akan lebih memilih memasuki pasar kerja global yang memiliki tawaran menggiurkan.

Baca Juga  Soerya Respationo Ingatkan Caleg PDI Perjuangan di Karimun untuk 'Jaga' dan Perhatikan Kundur

Kondisi tersebut terjadi karena kualifikasi yang dididik di sekolah formal lebih mengedepankan pada kebutuhan nasional dan global. Sebab itu, pengupayaan pendidikan dan pelatihan bagi siapapun yang berminat mengeksplorasi sumber bahari yang ada di daerah menjadi amat krusial.

Pendidikan dan pelatihan bagi para nelayan yang dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan di lingkup nasional dan Dinas Kelautan dan Perikanan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota menjadi penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam yang ada di sekitar wilayah tersebut.

Karena selama ini, para nelayan lebih cenderung mendapatkan ilmu melaut maupun memanfaatkan potensi laut melalui getok tular, berbagi kisah dan pengalaman dari nelayan senior ke nelayan muda.

Karena juga, jika mengandalkan pelatihan maupun bantuan dari pemeritah akan sangat terbatas jumlahnya. Yang dibutuhkan adalah kombinasi pemanfaatan teknologi modern dengan kearifan lokal perlu terus dikembangkan.

Program Konkret SINERGI Pada Sektor Pendidikan

Guna mewujudkan impian meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berkompetensi tinggi dan berakhlak mulia, serta memiliki keahlian dalam mengembangkan potensi daerah, maka Paslon Soerya – Iman memiliki program konkret yang menyasar pada sektor pendidikan formal antara lain:

a. Program pendidikan gratis, dimana seluruh biaya pendidikan SMU/SMK/SLB/sederajat akan digratiskan, mulai dari seragam, buku hingga SPP, sehingga tidak ada lagi anak-anak Kepri yang putus sekolah atau tidak dapat melanjutkan pendidikan hanya karena biaya pendidikan maupun biaya-biaya kebutuhan pendidikan lainnya.

b. Program pendidikan unggul hingga tuntas (program puas). Program ini bertujuan untuk mendorong wajib belajar 16 tahun di Provinsi Kepulauan Riau, sehingga anak-anak daerah yang lulus SMU/sederajat, dapat melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi.

Program akan direalisasikan melalui bantuan pendidikan bagi mahasiswa yang tidak mampu serta beasiswa bagi mahasiswa berprestasi hingga tuntas menyelesaikan pendidikan.

Selain itu, program ini juga akan diarahkan melalui kerjasama dengan perguruan tinggi terkemuka yang ada di Indonesia, baik melalui beasiswa kerjasama bagi anak-anak daerah maupun dalam upaya menambah perguruan tinggi negeri di provinsi kepulauan riau.

c. Program peningkatan kualitas tenaga pendidik dan peningkatan kualitas sarana prasarana pendidikan. Program ini akan diarahkan selain meningkatkan kualitas guru melalui pendidikan dan pelatihan, juga dalam memberdayakan tenaga pendidik yang ada di kepulauan riau yang masih berstatus honorer untuk diangkat menjadi ASN (PNS/PPPK) sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga  Soerya Respationo Ingatkan Caleg PDI Perjuangan di Karimun untuk 'Jaga' dan Perhatikan Kundur

Dengan pemberdayaan tenaga pendidik tersebut, maka pendistribusian tenaga pendidik akan lebih mudah untuk diarahkan dalam mengisi kekurangan tenaga pendidik di wilayah-wilayah hinterland yang ada di Provinsi Kepulauan Riau.

Begitu juga dengan peningkatan sarana prasarana pendidikan, akan lebih dioptimalkan khususnya pada wilayah-wilayah yang memiliki keterbatasan sarana prasarana pendidikan.

d.. Program pendidikan berkarakter, yaitu program yang akan diarahkan dalam mempersiapkan anak-anak daerah yang selain unggul dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi, juga unggul dibidang keagamaan dan kemuliaan akhlak.

Program ini akan diimplementasikan melalui bantuan pendidikan bagi anak-anak daerah yang mengikuti pendidikan pesantren maupun pada pusat-pusat pendidikan keagamaan.

Sektor Ekonomi

Selain membenah dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia melalui sektor pendidikan, Soerya – Imam juga memiliki misi pengembangan Ekonomi masyarakat Pesisir melalui bantuan modernisasi peralatan dan penerapan teknologi tepat guna serta fasilitasi pemasaran hasil produksi.

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 1 ini juga memrogramkan bantuan usaha tanpa bunga dan agunan kepada Nelayan, Petani, Peternak maupun usaha-usaha ekonomi kreatif masyarakat berbasis keunggulan hasil laut, hasil perikanan dan peternakan.

Upaya-upaya melalui sektor ekonomi di atas, merupakan komitmen Soerya – Iman dalam mewujudkan kesejahteraan dan keadilan rakyat Kepri melalui pembangunan ekonomi yang produktif, mengembangkan sektor-sektor ekonomi baru dengan bertumpu pada kemandirian usaha, pemberdayaan bidang kelautan/ kemaritiman, pemanfaatan sumber daya alam secara optimal dan reformasi ketenagakerjaan serta pengembangan dan pemanfaatan infrastruktur.

Konlusi

Mencermati program kerja konkrit pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Kepri; Dr. Soerya Respationo, SH;MH dan Iman Sutiawan di atas, kita dapat menarik sebuah kesimpulan bahwa keberhasilan tata kelola sumberdaya alam sebuah daerah, tergantung pada kualitas sumberdaya manusia yang dimilikinya.

Untuk itu penguatan sumberdaya manusia melalui pendidikan formal, nonformal, maupun informal menjadi sangat penting untuk mengupayakan optimalnya pemanfaatan sumber daya laut Kepri yang begitu melimpah.

Pemerintah daerah yang memiliki potensi kelautan yang kaya seperti Kepulauan Riau ini, mesti mengarahkan kebijakan yang menghadap laut, dan mengajak serta masyarakat untuk mengoptimalkan basis lokalitas kelautan yang menjadi kekayaannya.

Signifikansi pendidikan dan pelatihan yang menghadap laut bukan justru memunggunginya menjadi sangat krusial, yang harus dijawab dengan program kerja nyata, sebagaimana dirumuskan oleh Soerya – Iman. (**)

NB: Ini Adalah Kolom Opini, Isi dari berita bukan tanggungjawab Redaksi


DomaiNesia