Home ยป OPINI: Kepri Dalam Cengkraman Politik Dinasti

OPINI: Kepri Dalam Cengkraman Politik Dinasti

Atanasius Dula, S.A.P
Atanasius Dula, S.A.P

Oleh: Atanasius Dula, S.A.P
Sekretaris Kerukunan Keluarga Lembata Batam (KEKAL Batam)

Atanasius Dula, S.A.P
Atanasius Dula, S.A.P

Kekhawatiran publik Kepri akan adanya cengkraman oligarki politik yang di bangun di atas fondasi dinasti politik, sepertinya bukan sekadar kegelisahan publik, namun mendekati kenyataan, dengan ditetapkannya pasangan Ansar Ahmad – Marlin Agustina, sebagai peserta kontestan Pemilukada Provinsi Kepulauan Riau dengan nomor urut 3.

Sementara anak Ansar Ahmad (Roby Kurniawan) sebagai calon wakil Bupati Bintan, dan Suami dari Ibu Marlin Agustina (Muhamad Rudi) sebagai calon petahana Wali Kota Batam.

Pertanyaan Eka Kurniawati, Mahasiswi Ilmu Pemerintahan Stisipol Raja Ali Haji Tanjungpinang tentang “Akankah Dinasti Perpolitikan Terjadi di Kepri?” yang di posting melalui media luarbiasa.id (Minggu, 26/7/20) silam, seakan mendapatkan jawaban.

Baca Juga  KRI Bima Suci-945 Sandar di Tanjung Uban Bintan

Hal senada juga pernah diprediksi sebelumnya oleh media Gatra.com (12/7/20) yang mensinyalir akan adanya Politik dinasti yang terjadi pada perhelatan pilkada kepri 2020, juga ditimpali oleh media online indopolitika.com yang mengakomodir kekhawatiran Adi Saputra (aktivis Mahasiswa Uniba) yang mencemaskan praktik dinasti politik, yang menurutnya merusak substansi demokrasi serta menyebabkan kaderisasi kepemimpinan menjadi terpasung, sebagaimana juga ditenggarai oleh pengamat politik dari Universitas Riau Kepulauan, Zamzami A. Karim, pada beberapa waktu yang silam (Gatra.com, 17/720).

Menangkap fenomena kecemasan publik akan hadirnya calon pemimpin yang mencoba merintis hegemoni kekuasaan melalui dinasti politik, membuat penulis tergerak untuk menorehkan sekelumit pandangan sebagai bentuk kepedulian sosial, yang membantu masyarakat untuk melihat secara jernih akan dampak positif dan negatif yang akan timbul, bila calon pemimpin yang disinyalir merintis kekuasaan melalu politik dinasti ini, memenangkan kompetisi, dan menahkodai negeri ini, lima tahun ke depan.

Baca Juga  Jajanan Sehat dan Enak, Yuk Coba di Jajanan Sahid di Sahid Hotel Batam Center

Membaca Fenomena Dinasti Politik

Kehadiran dinasti politik yang melingkupi perebutan kekuasaan di level regional hingga nasional yang hari-hari ini ramai dipergunjingkan, tidak terlepas dari peran partai politik dan regulasi tentang Pilkada. Oligarki di tubuh partai politik dapat dilihat dari kecenderungan pencalonan kandidat oleh partai politik, lebih didasarkan atas keinginan elit partai, bukan melalui mekanisme yang demokratis dengan mempertimbangkan kemampuan dan integritas calon.

Secara bersamaan, dinasti politik terus membangun jejaring kekuasaannya dengan kuat, hingga mampu menguasai dan mematikan demokrasi dalam partai politik.

Dinasti politik telah lama hadir di negara-negara demokrasi dan meningkatkan kekhawatiran terjadinya ketidaksetaraan distribusi kekuasaan politik, yang dapat mencerminkan ketidaksempurnaan dalam representasi demokratis dalam politik, yang disebut dengan kekuasaan melahirkan kekuatan. Hal ini mengingatkan kembali kekhawatiran Mosca, bahwa setiap kelas menampilkan kecenderungan untuk menjadi turun-temurun, bahkan ketika posisi politik terbuka untuk semua, kedudukan keluarga penguasa akan dianugerahi berbagai keuntungan (Synder, dkk, 2009:115).


DomaiNesia