Home » OPINI: Mencermati Program Unggulan Paslon di Pilkada Kepri

OPINI: Mencermati Program Unggulan Paslon di Pilkada Kepri

Atanasius Dula, S.A.P
Atanasius Dula, S.A.P

Oleh: Atanasius Dula, S.A.P
Sekretaris Kerukunan Keluarga Lembata Batam (KEKAL Batam)

Atanasius Dula, S.A.P
Atanasius Dula, S.A.P

Perhelatan pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah sudah di depan mata. Tensi kontestasi kian meningkat, kendati berjibaku dalam kubangan pandemi.

Periodisasi masa kampanye yang relatif pendek dan ruang sosialisasi yang sempit karena terhalang virus Corona, membuat para pasangan calon mengalami keterbatasan ruang untuk mensosialisasikan program-program unggulan dari masing-masing kandidat.

Tulisan kali ini mencoba mencermati program unggulan masing-masing paslon Pilkada Kepri yang tertuang dalam visi dan misi, yang selama ini didengungkan para kandidat melalui media-media online, guna membantu mengedukasi masyarakat agar dengan seksama melihat arah pembangunan Kepri lima tahun ke depan, melalui program-program unggulan yang ditawarkan.

Visi Misi dan Program Prioritas Soerya Respationo dan Iman Sutiawan

Sinergi Kepri, Tagline Soerya Respationo dan Iman Sutiawan di Pilkada Kepri
Sinergi Kepri, Tagline Soerya Respationo dan Iman Sutiawan di Pilkada Kepri

Dilansir dari media online, pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Kepri nomor urut 1, HM Soerya Respationo – Iman Sutiawan mengusung Visi: “Terwujudnya Provinsi Kepulauan Riau yang Maju, Mandiri, Sejahtera, Berakhlak, Berlandaskan Asas Kebersamaan dan Gotong Royong”

Guna mewujudkan impian visi tersebut, pasangan calon dengan slogan SINERGI ini merumuskan misinya yang dijabarkan dalam program-program prioritas, baik yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang. Misi yang hendak dibangun antara lain:

  1. Meningkatkan sumberdaya manusia yang berkualitas dan berdaya saing;
  2. Program pengentasan kemiskinan, Reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang baik;
  3. Sinergi kabupaten/kota dengan Provinsi dan pusat;
  4. Pembangunan kebudayaan;
  5. kreativitas dan inovasi teknologi;
  6. Penegakan hukum yang berkeadilan;
  7. Menumbuhkembangkan semangat gotong royong.

Dari ketujuh misi tersebut, kemudian dipetakan dalam skala prioritas program yakni:

  1. Pemulihan ekonomi dan sosial kemasyarakatan sebagai dampak Covid-19;
  2. Kesehatan;
  3. Pendidikan dan balai pelatihan kerja;
  4. Reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang baik;
  5. Insfratruktur;
  6. Konektivitas dan pemerataan pembangunan;
  7. Penguatan wilayah kemaritiman;
  8. Industri;
  9. Pariwisata dan perdagangan;
  10. Ketahanan dan kedaulatan energi;
  11. Optimalisasi penerapan teknologi informasi dan komunikasi;
  12. Kerukunan beragama dan pelestarian kearifan lokal;
  13. Ketenagakerjaan yang berdaya saing;
  14. Pemberdayaan generasi muda/kaum Millenial

Guna merealisasikan program prioritas di atas, maka program jangka pendek yang akan menjadi prioritas utama Calon Gubernur Kepri HM Soerya Respationo dan Calon Wakil Gubernur Iman Sutiawan adalah ‘recovery ekonomi, khususnya ekonomi mikro, yang ditargetkan untuk di eksekusi dalam program 100 hari’, jika Paslon nomor urut 1 ini terpilih nantinya.

Selain recovery ekonomi, pengentasan kemiskinan, pengangguran, jaminan dan kepastian hukum terhadap peluang investasi di Provinsi Kepulauan Riau, percepatan dan tindak lanjut pembangunan jembatan Batam-Bintan, juga beberapa proyek prestisius infrastruktur lainnya, yang membuka konektivitas antar daerah Kabupaten/kota, menjadi perhatian utama Paslon ini.

Melihat opitimisme dan program kerja Paslon nomor urut 1 di atas, penulis menilai bahwa Kepri lima tahun mendatang, harus dipimpin oleh pemimpin yang siap membangun sinergitas lintas sektor, pemimpin yang memiliki integritas antara satunya kata dan perbuatan dalam mengambil langkah-langkah luar biasa (extraordinary) guna mengatasi dampak ekonomi yang ditimbulkan dari pandemi Covid-19.

Sinergitas Pusat dan Provinsi, sinergitas Provinsi dan Kabupaten/Kota, Sinergitas lintas instansi, lintas sektor; adalah langkah-langkah konkrit yang harus ditempuh, dengan tujuan utama yakni mempercepat akselerasi penanganan Covid-19.

Sehingga upaya mitigasi dampak ekonomi dan keuangan, baik skala nasional maupun daerah, khususnya provinsi Kepulauan Riau, perlahan-lahan bisa pulih kembali;senada dengan harapan Presiden Jokowi dalam pengantar “Doa Kebangsaan dan Kemanusiaan” melalui telekonferensi, yang menyatakan bahwa “setiap negara sedang berjuang menyelamatkan rakyatnya agar tidak terpapar, sekaligus menyelamatkan rakyatnya agar ekonominya tak terkapar”.

Pasangan nomor urut 1 ini memiliki beberapa keunggulan dalam mengeksekusi program kerja ini. Paslon Gubernur HM Soerya Respationo adalah mantan Wakil Gubernur Kepulauan Riau 2010-2015, yang notabene memiliki wawasan, pengalaman serta penguasaan atas aspek geografis, geopolitik, geostrategis Kepri, yang pernah dinahkodai bersama Alm. Sani pada periode yang silam.

Baca Juga  KRI Bima Suci-945 Sandar di Tanjung Uban Bintan

Dari sisi sosial kemasyarakatan, sosok Soerya Respationo merupakan sosok Nasionalis dan pluralis sejati yang terbuka terhadap setiap golongan, baik itu suku, agama dan budaya, yang memudahkan beliau bersama Calon wakilnya kelak; dalam mengkomunikasikan setiap program kerja, serta melibatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan, berlandaskan asas kebersamaan dan gotong royong.

Optimisme Paslon nomor urut 1 dalam mengeksekusi program prioritas, yakni pemulihan ekonomi mikro ini juga, didukung oleh relasional Calon Gubernur HM Soerya Respationo yang memiliki konektivitas dengan Pemerintah Pusat, sehingga mempermudah komunikasi pusat dan daerah, demi percepatan pembangunan ekonomi di Provinsi Kepri.

Selain itu, kehadiran tokoh muda Melayu yang menjadi Calon wakilnya yakni Imam Sutiawan, membawa energi baru dalam pembangunan dan pemberdayaan generasi muda/kaum milineal.

Visi-Misi Paslon Nomor Urut 2: Isdianto – Suryani

isdianto dan Suryani
isdianto dan Suryani

Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nomor Urut 2, Isdianto-Suryani (INSANI), memiliki Visi ‘menjadikan Kepulauan Riau sebagai provinsi yang semakin maju, gemilang, religius, dan unggul di bidang maritim.

Pasangan INSANI menjabarkan visi tersebut kedalam enam misi: Pertama, yakni meneruskan pembangunan di sektor pendidikan dan kebudayaan. Caranya, dengan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana, sumber daya manusia (SDM), termasuk menjamin pemerataan akses pendidikan; Misi kedua, yaitu meneruskan pembangunan di sektor kesehatan dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan, termasuk optimalisasi tenaga kesehatan yang unggul dan profesional, serta mendorong pelaksanaan hidup bersih dan sehat.

Misi ketiga, pasangan INSANI berkomitmen meneruskan pembangunan di sektor perekonomian yang maju dan unggul. Teknisnya, jelas Isdianto, “dengan struktur ekonomi yang produktif dan berdaya saing; Misi keempat, yakni meneruskan pembangunan di sektor maritim yang unggul dengan fokus peningkatan konektivitas wilayah agar terjadi pemerataan di Kepulauan Riau.

Misi kelima, pasangan INSANI berkomitmen meneruskan pembangunan di sektor agama dan sosial kemasyarakatan. Tujuannya, jelas Isdianto, “demi terbangunnya kehidupan yang rukun; Misi ke enam yaitu meneruskan pembangunan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, profesional, dan responsif.

Keenam misi ini kami susun demi menjadikan Kepulauan Riau sebagai Bunda Tanah Melayu yang maju, gemilang, religius, dan unggul di bidang maritim,” kata Isdianto.

Sementara itu, menurut Suryani, keenam misi yang diusung merepresentasikan sebuah solusi juga cara menjadikan Kepulauan semakin maju, gemilang, dan unggul di segala bidang, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, lingkungan, tata kelola keuangan, juga sejumlah lainnya.

Menilik visi dan misi yang diusung oleh Paslon nomor urut 2 di atas, tampak sebuah cita-cita besar untuk menjadikan Kepri semakin maju dan gemilang yang dimulai dari pembenahan di sektor pendidikan, kesehatan, dan lainnya.

Namun demikian, publik tidak melihat komitmen kuat dari pasangan INSANI dalam mengatasi krisis global akibat dari pandemi Covid 19 yang berkepanjangan ini.

Visi dan misi ini juga tidak dijabarkan secara gamblang skala prioritas mana yang kemudian dieksekusi nanti bila pasangan ini dipercayakan memimpin Kepri lima tahun ke depan. Apakah pendidikan menjadi solusi utama dalam mengatasi persoalan-persoalan sosial yang sedang melilit bangsa dan daerah ini?

Apakah peningkatan kualitas dan kuantitas dibidang kesehatan hanya dilakukan dengan mendorong masyarakat untuk hidup bersih dan sehat? Ataukah meneruskan pembangunan disektor ekonomi dengan sekadar membenahi struktur dan daya saing?

Baca Juga  Ini Persyaratan Pemasangan Sambungan Listrik dari bright PLN Batam

Pun pula pembangunan disektor agama dan kemasyarakatan demi kehidupan yang rukun dapat menjamin toleransi antar umat beragama atau pembangunan agama hanya difokuskan pada agama tertentu?

Kegamangan publik dalam membaca arah pembangunan Kepri melalui program kerja Paslon nomor urut 2 ini menjadi pintu masuk untuk menilai Bapak Isdianto yang notabene adalah calon petahana dan Ibu Suryani yang merupakan anggota legislatif tiga periode, apakah kedua pasangan ini kurang memiliki literatur pengetahuan tentang pembangunan di Kepri yang seharusnya dikemas secara kontekstual untuk menjawabi kebutuhan publik Kepri hari ini, yang berjibaku dalam ketidakpastian menghadapi tantangan pandemi global?

Visi-Misi AMAN: Ansar Ahmad – Marlin Agustina

Ansar Ahmad dan Marlin Agustina
Ansar Ahmad dan Marlin Agustina

“Dalam wawancara dengan media pada Rapat Koordinasi Tim pemenangan Aman, di Hotel Aston, Pelita, pada Selasa (15/9), Bapak Ansar Ahmad memaparkan bahwa Visi misi pasangan calon nomor urut 3 adalah ‘pemulihan ekonomi serta mensejahterakan rakyat dengan fokus pada upaya recovery di ekonomi’

Langkah-langkah strategis yang ditawarkan adalah: Pertama kita harus berani secepatnya menghentikan Covid-19 di Kepri ini dengan tidak menimbulkan cluster baru.

“Kita masing-masing calon agar berhati-hati serta mematuhi protokol kesehatan ini yang harus dilakukan supaya status kita tetap diwarna hijau, ini akan menjadi pertimbangan bagi negara tetangga kita untuk membuka kembali arus wisatawan dan akses investasi ke tempat kita,” ujar Ansar.

Selain itu, untuk menjaga agar ekonomi tetap eksis maka UMKM tetap dipertahankan dan harus kita dorong dengan berbagai strategis.

Adapun strategis yang pertama dengan memanfaatkan sebesar besarnya anggaran yang sudah disiapkan Pemerintah pusat untuk menggerakkan UMKM.

“Pertama dengan Rp 8 juta bantuan pemerintah, sementara yang 2,4 juta tersebut seharusnya dikoordinir oleh pemda dengan cepat supaya UMKM kita yang punya keterbatasan dalam melengkapi administrasi atau sebagainya bisa difasilitasi oleh pemerintah daerah, karena syaratnya harus ada pengusung yang bisa bertanggung jawab,” jelas Ansar.

Ansar menambahkan, pengusung sebaiknya dari dinas koperasi UMKM di kabupaten kota. Kemarin tahap pertama sudah, dan saya lihat dari Kepri belum ada yang berkesempatan, maka tahap kedua jangan lewat lagi.

Selanjutnya, yang kedua memanfaatkan fasilitas kredit yang berbunga ringan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang saat ini pemerintah menyediakan anggaran sebesar Rp. 136 Triliun yang bunganya disubsidi oleh pemerintah pusat, ini harus kita kejar. Selain itu, daerah juga harus membuat program seperti bantuan modal UMKM supaya UMKM kecil bisa eksis dan bergerak supaya ekonomi berputar,” tambahnya.

Dan yang ketiga, kita harus kurangi kegiatan proyek-proyek besar baik di kabupaten kota dan provinsi kalau situasi makro ekonomi belum teratasi, kita harus perbanyak kegiatan padat karya tunai di desa-desa maupun di kampung-kampung.

“Perbanyak kegiatan padat karya tunai didesa dan di kampung- kampung, seperti semenisasi parit, gorong-gorong yang polanya padat karya tunai supaya masyarakat desa menerima upah dari pekerjaan tersebut,” jelas Ansar.

Ansar menyakini bahwa kegiatan itu merupakan pola pemberdayaan, kalau itu kita lakukan banyak jumlahnya, maka daya beli masyarakat akan bangkit sehingga ekonomi akan berputar dengan baik. Selain itu, kita harus berdampingan dengan asosiasi para pengusaha seperti Apindo, Kadin, Hipmi untuk mendorong inovasi investasi supaya ekonomi kita dapat berputar dengan baik, tutup Ansar.

Membedah visi dan misi Paslon nomor urut 3 di atas, publik Kepri dengan mudah melihat bahwa fokus recovery ekonomi menjadi prioritas program yang menjadi andalan pasangan AMAN dalam membangun Kepri lima tahun ke depan.

Upaya konkret yang dilakukan adalah dengan segera menghentikan penyebaran Covid 19 dan mengurangi munculnya cluster baru untuk menunjukkan kepada negara tetangga bahwa kepri merupakan wilayah aman dalam berinvestasi.

Baca Juga  Begini Cara Ajukan Naik Daya Listrik Pesta Pernikahan

Disektor UMKM, Ansar mendorong melalui pemanfaatan anggaran pusat untuk menjaga ekonomi kepri tetap eksis. Selanjutnya UMKM juga bisa memanfaatkan kredit berbunga ringan seperti KUR yang selama ini diprogramkan oleh pemerintah pusat.

Pertanyaan yang muncul kala melihat tawaran program ini adalah apakah solusi untuk mengatasi persoalan ekonomi yang sedang anjlok hanya dengan memanfaatkan bantuan pusat?

Bagaimana calon pemimpin kepri memiliki konsep yang memanfaatkan keunggulan sumber daya daerah ini untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi? Apakah hanya sektor UMKM yang bisa membangkitkan perekonomian Kepri? Bagaimana dengan sektor unggulan yang lain?

Apakah dengan mengurangi kegiatan dan pembangunan proyek-proyek besar dan mengalihkan pembangunan padat karya tunai ke desa-desa dan kampung-kampung adalah solusi terbaik untuk mendongkrak pertumbuhan makro ekonomi? Bagaimana dengan wilayah perkotaan, sektor wisata dan lainnya?

Komitmen Paslon AMAN dalam recovery ekonomi juga perlu dipertanyakan lebih lanjut mengingat Paslon ini juga memberikan janji pada publik untuk pengadaan bantuan sepeda motor kepada seluruh RT/RW se Kepri yang diperkirakan menelan anggaran sebesar 200 miliar rupiah dan akan menggunakan APBD Provinsi Kepri.

Apakah Paslon nomor urut 3 ini kekurangan informasi bahwa program yang sama (pengadaan sepeda motor untuk RT/RW) pernah ditolak oleh Mendagri ketika Wacana Walikota Bengkulu Helmi Hasan untuk mengajukan anggaran pembelian motor dinas bagi ketua RT dan RW se Kota Bengkulu dengan memanfaatkan anggaran dalam APBD? Bukankah ketua RT-RW bukanlah unsur dari Pemerintah Daerah, sehingga pembelian kendaraan dinas roda dua yang diperuntukan bagi ketua RT dan RW dengan mekanisme pinjam pakai tidaklah dibenarkan oleh Kemendagri?

Selain adanya larangan tersebut, apakah Paslon nomor urut 3 ini buta dengan regulasi kampaye di mana iming-iming atau janji berupa uang dan materi untuk mempengaruhi calon pemilih dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum sebagaimana yang tercantum di dalam UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, serta Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)?

Bukankah Pak Ansar Ahmad yang adalah mantan anggota DPR (legislator) yang seharusnya sangat memahami isi dari Pasal 187 A UU 10 Nomor 10 Tahun 2016 ayat 1 yang berbunyi: Setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan kepada warga negara Indonesia baik secara langsung ataupun tidak langsung untuk mempengaruhi pemilih agar tidak menggunakan hak pilih, menggunakan hak pilih dengan cara tertentu sehingga suara menjadi tidak sah, memilih calon tertentu, atau tidak memilih calon tertentu sebagaimana dimaksud pada Pasal 73 Ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 36 (tiga puluh enam) bulan dan paling lama 72 (tujuh puluh dua) bulan dan denda paling sedikit Rp 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000 (satu miliar rupiah)?

Kepada seluruh masyarakat Kepri, kendati pandemi Covid 19 sedang mengungkung kita di rumah, namun pengetahuan akan calon pemimpin Kepri tetap tersaji melalui media virtual. Untuk itu kenali visi dan misi para Calon pemimpin kita, kenali arah pembangunan daerah ini lima tahun ke depan melalui program-program yang ditawarkan masing-masing calon, agar kelak pemimpin yang anda pilih adalah mereka yang memiliki wawasan, punya integritas, serta memahami kebutuhan publik Kepri. (**)

NB: Ini adalah kolom OPINI, Isi diluar tanggungjawab REDAKSI


DomaiNesia